home

Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Bahaya dan Risiko Penyakit dari Hasil Tes Kolesterol yang Tinggi

5 Bahaya dan Risiko Penyakit dari Hasil Tes Kolesterol yang Tinggi

Setelah melakukan pemeriksaan lemak darah atau kolesterol, Anda pasti berharap kadar lemak Anda berada pada kondisi normal. Namun, hasil tes bisa saja menunjukkan sebaliknya. Jika sudah begini, Anda perlu waspada karena berbagai risiko kesehatan akan turut muncul seiring adanya peningkatan pada angka kolesterol/trigliserida.

Risiko kesehatan akibat tingkat kolesterol yang tinggi

bahaya kolesterol

Kadar kolesterol yang meningkat terjadi akibat kadar HDL (kolesterol baik) berada pada tingkat yang rendah. HDL sendiri bekerja dalam darah untuk mengangkat lemak pada pembuluh arteri. Dengan kata lain, ketika HDL rendah risiko penyumbatan pembuluh darah akan meningkat.

Selain karena tingkat HDL yang rendah, kolesterol tinggi juga dapat diakibatkan oleh kadar LDL (kolesterol jahat) atau trigliserida yang tinggi. Dampaknya yaitu sama-sama memicu penumpukan lemak dalam pembuluh darah atau arteri yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, berikut beberapa risiko gangguan kesehatan atau penyakit yang dapat meningkat akibat kolesterol tinggi.

Penyakit jantung koroner

Risiko penyakit akibat kolesterol tinggi yang pertama dan cukup sering terjadi adalah jantung koroner. Kadar kolesterol berkaitan erat dengan kemungkinan terjadinya penyakit jantung.

Ketika kadar kolesterol terlalu tinggi, lemak dalam darah dapat menumpuk dalam pembuluh darah. Penumpukan yang terjadi seiring berjalannya waktu ini dikenal juga dengan aterosklerosis.

Kondisi ini menyebabkan arteri menyempit sehingga menghambat aliran darah ke jantung. Salah satu gejalanya adalah angina (sakit dada) hingga serangan jantung, yaitu ketika pembuluh darah sepenuhnya tersumbat dan otot jantung mulai mati.

Stroke

Stroke terjadi ketika pembuluh darah yang mengangkut oksigen dan nutrien ke otak tersumbat atau pecah. Saat stroke menyerang, salah satu bagian dalam otak tidak mendapat aliran darah dan oksigen sehingga mulai mati.

Diabetes tipe 2

Gangguan kesehatan satu ini juga berkaitan dengan tingkat kolesterol yang tinggi. Hal ini karena diabetes tipe 2 dapat memengaruhi tingkat beberapa jenis kolesterol yang ada dalam tubuh.

Bahkan, meski kadar gula darah dalam kondisi normal, seseorang yang mengidap diabetes cenderung mengalami peningkatan trigliserida, penurunan HDL dan terkadang peningkatan LDL (kolesterol jahat).

Penyakit arteri perifer (peripheral artery disease)

Bahaya dari kadar kolesterol tinggi berikutnya yaitu penyakit yang menyerang pembuluh darah sekitar kaki.

Gangguan pada pembuluh darah ini sama seperti penyakit jantung atau stroke karena terjadinya penumpukan lemak dalam arteri yang menghambat sirkulasi darah.

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi (Hipertensi) dan kolesterol tinggi juga berkaitan antara satu sama lain. Ketika arteri mengeras dan menyempit akibat penumpukan kolesterol, jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah. Alhasil, tekanan darah berada dalam tingkat yang terlalu tinggi.

Cara menghindari bahaya dari kolesterol tinggi

Mengutip dari British Heart Foundation, terdapat tiga langkah utama jika ingin kadar kolesterol Anda tetap stabil, yaitu:

  • Menjaga pola makan sehat dan seimbang (rendah lemak jenuh)
  • Terus aktif secara fisik
  • Berhenti merokok

Meski telah melakukan ketiga hal tersebut, Anda mungkin tetap mengonsumsi obat-obatan karena anjuran dari dokter.

Wajar bila Anda merasa khawatir akan efek samping dari obat-obatan. Maka sebagian orang mungkin memilih cara lain yang lebih alami tetapi tetap bisa memberikan manfaat dalam membantu mengontrol kolesterol dalam darah.

Selain menjaga pola makan dengan menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk menambah beberapa jenis nutrisi berikut.

Pengidap kolesterol perlu meningkatkan asupan serat harian

kolesterol normal

Mengutip pernyataan seorang kardiolog (ahli jantung) Leslie Cho, MD dari Cleveland Clinic, serat dapat mengikat kolesterol dan membuangnya dari tubuh. Idealnya, Anda perlu mengonsumsi 25 hingga 35 gram serat per hari.

Selain manfaatnya bagi lemak dalam darah, serat juga dapat membantu mengurangi risiko sebuah penyakit, mencegah sembelit dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Untuk meningkatkan serat harian, Anda dapat mengonsumsi makanan seperti olahan gandum utuh, kacang dan biji-bijian, sayuran serta buah.

Pengidap kolesterol perlu mengonsumsi sumber asam lemak omega-3

krill oil

Terkadang, meningkatkan asupan serat 25-35 gram per hari saja tidak cukup. Anda mungkin akan dianjurkan juga untuk mengonsumsi suplemen alami atau natural yang memiliki kandungan omega-3.

Asam lemak omega-3 berperan penting dalam kesehatan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Anda bisa mendapat asupan omega-3 dari ikan, akan tetapi terkadang tidak setiap hari orang mengonsumsinya. Belum lagi kekhawatiran mengenai kandungan merkuri jika terlalu sering dikonsumsi.

Salah satu solusinya adalah dengan mengandalkan suplemen omega-3, misalnya Krill Oil (minyak Krill). Apa itu Krill? Krill sendiri merupakan zooplankton yang tergolong pada kelas crustacea (udang-udangan). Namun berukuran sangat kecil dan hidup di laut dalam antartika sebagai makanan hewan laut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa krill oil menjadi sumber omega-3 yang murni.

Selain omega-3, Krill juga kaya akan EPA dan DHA yang tak kalah penting bagi kesehatan jantung. Berdasarkan sebuah artikel ilmiah tahun 2014 oleh Backes, dkk menyebutkan bahwa omega-3 yang berasal dari Krill oil berbentuk fosfolipid dan ternyata lebih mudah diserap oleh tubuh.

Maka dari itu, bagi Anda yang ingin mendapat asupan omega-3 harian dapat mempertimbangkan Krill Oil sebagai salah satu solusinya. Tentunya jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

Bahaya dari kolesterol tinggi perlu menjadi salah satu perhatian apalagi jika Anda memiliki riwayat keturunan kondisi kesehatan ini. Dengan demikian, pentingnya gaya hidup sehat serta asupan makanan sehat dan seimbang perlu menjadi prioritas utama agar kadar kolesterol tetap normal.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Heart Association. (2017). Prevention and Treatment of High Cholesterol (Hyperlipidemia). https://www.heart.org/en/health-topics/cholesterol/prevention-and-treatment-of-high-cholesterol-hyperlipidemia

American Heart Association. (2017). Causes of High Cholesterol. https://www.heart.org/en/health-topics/cholesterol/causes-of-high-cholesterol

Cleveland Clinic. (2016). Diseases Caused By High Cholesterol. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11918-cholesterol-high-cholesterol-diseases

British Heart Foundation. (2019). High Cholesterol – Causes, Symptoms & Treatments. https://www.bhf.org.uk/informationsupport/risk-factors/high-cholesterol

Health Essentials from Cleveland Clinic. (2020, October 29). How to Naturally Lower Your Cholesterol. https://health.clevelandclinic.org/from-fiber-to-fish-oil-natural-ways-to-lower-your-cholesterol/

Backes, J. M., & Howard, P. A. (2014). Krill Oil for Cardiovascular Risk Prevention: Is It for Real? Hospital Pharmacy49(10), 907–912. https://doi.org/10.1310/hpj4910-907

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Roby Rizki Diperbarui 20/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto