Mengenal Hipertensi Resisten, Kondisi saat Anda Kebal Obat Hipertensi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Tekanan darah tinggi alias hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum di dunia. Meski demikian, bukan berarti Anda boleh menyepelekan hipertensi. Jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi berpotensi menyebabkan gagal jantung dan stroke. Namun, beberapa orang bisa tidak merespons efek obat hipertensi yang digunakannya selama ini. Jenis hipertensi kebal obat ini disebut dengan hipertensi resisten.

Apa itu hipertensi resisten?

Seseorang dikatakan mengalami hipertensi resisten ketika tekanan darahnya cenderung menetap pada batas yang tinggi atau lebih dari 140/90 mmHg, meski sudah minum tiga jenis obat hipertensi yang berbeda, yang salah satunya adalah diuretik.

Obat diuretik memang memegang peranan paling penting untuk menurunkan tekanan darah dan menentukan apakah seseorang mengalami hipertensi resisten. Pasalnya, obat ini bekerja dengan mengeluarkan cairan dan kandungan garam dari dalam tubuh yang merupakan salah satu penyebab darah tinggi.

Seseorang juga disebut memiliki hipertensi resisten bila memerlukan empat atau lebih obat tekanan darah tinggi untuk mengontrol tekanan darah.

Hipertensi resisten merupakan gangguan yang paling umum dialami oleh pengidap hipertensi. Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, paling tidak, sekitar 20 persen penderita hipertensi mengalami hipertensi resisten atau hipertensi kebal obat.

Meski umum terjadi, kondisi ini tidak bisa disepelekan. Pasalnya, tekanan darah yang sulit terkontrol karena hipertensi resisten dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi jantung dan serangan stroke.

Apa yang menyebabkan hipertensi kebal obat ini?

obat hipertensi, obat tekanan darah tinggi

Sebagian besar hipertensi dan hipertensi resisten terjadi karena pola hidup yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi natrium (garam), tidak aktif bergerak atau berolahraga, mengonsumsi alkohol berlebihan, serta merokok. Obesitas atau kegemukan pun bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Selain itu, kesalahan minum obat hipertensi dan penggunaan obat-obatan tertentu, seperti penghilang rasa sakit, terutama nonsteroidal antiinflammatory drugs/NSAID, dekongestan nasal, kontrasepsi oral, atau obat herbal, juga bisa menyebabkan Anda resisten terhadap obat darah tinggi. Obat-obatan ini disebut memiliki interaksi dengan obat hipertensi, sehingga menghambat kerjanya dalam menurunkan tekanan darah.

Di sisi lain, hipertensi resisten juga bisa terjadi karena kondisi medis lain yang mendasarinya. Pada kondisi ini, biasanya dokter akan menyelidiki penyebab sekunder yang membuat tekanan darah Anda terus tinggi. Berikut kondisi medis yang mungkin Anda alami:

Gangguan hormonal

  • Aldoteronisme primer, yaitu kelainan kelenjar adrenal yang terjadi karena produksi hormon aldosteron terlalu banyak dan menyebabkan tekanan darah tinggi.
  • Pheochromocytoma, yaitu tumor kelenjar adrenal yang menyebabkan produksi hormon adrenalin berlebih sehingga meningkatkan tekanan darah.
  • Sindroma cushing yang ditandai dengan adanya tumor pada kelenjar pituitari dan mengakibatkan kelebihan produksi hormon kortisol atau hormon stres.
  • Gangguan tiroid, baik hipertiroid atau hipotiroid.
  • Gangguan endokrin lainnya.

Gangguan struktural

  • Sleep apnea, yang menyebabkan napas berhenti sesaat saat tidur.
  • Stenosis arteri ginjal, yaitu penyempitan arteri yang membawa darah ke jantung.
  • Penyempitan pembuluh darah arteri besar (aorta) yang berperan dalam membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh.
  • Gagal ginjal.

Apa saja gejala yang mungkin dirasakan?

Pada dasarnya, tekanan darah tinggi atau hipertensi tidak menimbulkan gejala apapun. Oleh karena itu, kondisi ini kerap disebut sebagai pembunuh diam-diam karena dapat mengancam jiwa seseorang bila tidak segera mendapat penanganan.

Hal ini juga terjadi pada seseorang yang memiliki hipertensi resisten. Seseorang dengan hipertensi kebal obat umumnya tidak merasakan gejala hipertensi apapun.

Biasanya, gejala akan muncul saat seseorang memiliki tekanan darah sangat tinggi, yang mencapai 180/120 mmHg atau yang disebut dengan krisis hipertensi. Bila hal ini terjadi, umumnya seseorang akan merasakan sakit kepala, pusing, sesak napas, dan gejala lainnya. Seseorang dengan krisis hipertensi perlu mendapatkan perawatan medis darurat.

Bagaimana caranya tahu saya memiliki hipertensi resisten?

EKG elektrokardiografi

Untuk mengetahui apakah Anda mengalami hipertensi resisten atau tidak, dokter umumnya akan menanyakan riwayat darah tinggi yang Anda miliki secara rinci, termasuk penggunaan obat secara keseluruhan, dan pemeriksaan secara fisik untuk melihat apakah ada yang tidak normal pada fisik Anda.

Selain itu, pemeriksaan lain juga mungkin dilakukan, beberapa diantaranya yaitu:

  • Pengukuran tekanan darah.
  • Pengawasan tekanan darah selama 24 jam menggunakan alat ukur tekanan darah ambulatory.
  • Pemeriksaan penyakit sekunder serta kerusakan organ yang merupakan komplikasi hipertensi, seperti:
    • Elektrokardiogram(EKG)
    • Ekokardiogram
    • Funduskopi atau oftalmoskopi
    • Tes urine
    • Tes darah
    • Rontgen dada

Bagaimana mengobati penderita hipertensi resisten?

Memahami penyebab hipertensi resisten merupakan langkah awal dalam mengatasinya. Bila resisten yang Anda alami karena kondisi medis tertentu, pengobatannya perlu dimulai dari mengatasi penyakit tersebut.

Adapun bila terjadi karena kesalahan minum obat atau minum obat tidak sesuai dengan ketentuan, dokter akan meminta Anda untuk mengonsumsi obat dengan benar. Anda perlu mengonsumsi obat hipertensi setiap hari, sesuai dengan dosis dan ketentuan waktu yang telah dokter berikan. Anda pun tidak boleh menghentikan atau mengganti obat hipertensi tanpa sepengetahuan dokter.

Dokter juga mungkin akan mengganti obat hipertensi Anda bila obat yang sebelumnya tidak mempan, termasuk jika Anda merasakan efek samping dari obat yang sebelumnya. Selain itu, sebisa mungkin hindari obat-obatan tertentu yang memicu kenaikan tekanan darah. Bila sangat diperlukan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Hal yang sangat penting untuk dilakukan semua penderita darah tinggi adalah menerapkan gaya hidup sehat hipertensi, seperti diet DASH. Apalagi bila hipertensi resisten yang Anda alami terjadi karena gaya hidup yang buruk, hal ini juga bisa membantu Anda mencegah hipertensi menjadi semakin parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vasodilator, Obat untuk Memperlebar Pembuluh Darah

Vasodilator merupakan salah satu pengobatan untuk menangani kondisi hipertensi atau penyakit jantung. Simak penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Fakta Unik 16 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Hipertensi Esensial, Gejala dan Cara Mengobatinya

Hipertensi esensial adalah jenis hipertensi yang tidak dketahui apa penyebabnya. Cari tahu lebih jauh tentang gejala serta pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hipertensi, Kesehatan Jantung 15 Mei 2019 . Waktu baca 7 menit

Kondisi Hipertensi Emergensi dan Urgensi yang Perlu Diwaspadai

Tekanan darah dapat meningkat cepat dan parah, sehingga perlu diwaspadai. Kondisi ini disebut krisis hipertensi, terdiri dari emergensi dan urgensi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hipertensi, Kesehatan Jantung 14 Mei 2019 . Waktu baca 11 menit

Concor

Concor adalah obat penurun tekanan darah tinggi dengan bahan aktif bisoprolol. Cari tahu tentang dosis, aturan pakai, dan interaksi obat ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 1 Maret 2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan yang dilarang untuk pasien penyakit jantung

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
senam hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
tekanan darah tinggi saat puasa

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
mengukur tekanan darah anak

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 22 April 2020 . Waktu baca 7 menit