home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Metode Pemeriksaan untuk Cek Kesehatan Jantung

Berbagai Metode Pemeriksaan untuk Cek Kesehatan Jantung

Anda mungkin berpikir bahwa cek jantung hanya perlu dilakukan untuk orang yang memiliki penyakit jantung. Padahal, pemeriksaan jantung penting untuk dilakukan oleh orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung. Tujuannya untuk memastikan kesehatan organ jantung dan mencari tahu apakah ada gejala dari masalah jantung yang mungkin tidak disadari. Simak berbagai pilihan tes pemeriksaan jantung yang bisa Anda jalani berikut ini.

Siapa saja yang membutuhkan pemeriksaan jantung?

Mungkin tidak semua orang harus melakukan cek jantung, tapi jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu yang meningkatkan risiko mengalami masalah kesehatan jantung, lebih baik melakukan pemeriksaan ini. Lakukan cek jantung jika:

  • Anda sudah berusia 65 tahun ke atas.
  • Memiliki orangtua atau saudara yang pernah atau sedang mengalami penyakit jantung.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Memiliki kadar kolesterol tinggi di dalam darah.
  • Memiliki tekanan darah tinggi.
  • Mengalami obesitas atau berat badan berlebih.
  • Memiliki penyakit diabetes.

Jik Anda merasa sering bermalas-malasan dan jarang berolahraga, sering mengonsumsi alkohol, dan memiliki pola makan yang tak sehat, risiko Anda mengalami serangan jantung, gagal jantung, dan berbagai penyakit jantung lainnya pun meningkat.

Pada saat itu, Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan jantung untuk memastikan kesehatan organ jantung.

Berbagai pilihan tes untuk cek kesehatan jantung

Ada banyak pilihan tes yang bisa Anda ikuti jika ingin cek kesehatan jantung Anda. Biasanya, dokter dan tim medis juga akan membantu merekomendasikan jenis tes pemeriksaan jantung yang manakah yang paling sesuai untuk kondisi kesehatan Anda.

1. Tes darah

Tes darah biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami serangan jantung atau orang yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit ini. Pasalnya, saat mengalami serangan jantung, otot jantung mungkin mengalami kerusakan, sehingga tubuh melepaskan zat ke dalam darah.

Tes darah dapat mengukur kerusakan yang terjadi pada otot jantung melalui zat yang telah bercampur dengan darah di dalam tubuh pasien. Namun, fungsi dari salah satu tes untuk cek jantung ini tidak berhenti di situ saja.

Tes darah untuk jantung juga dapat membantu mengukur kadar berbagai zat lain yang ada di dalam darah, termasuk zat lemak di dalam darah seperti kolesterol dan trigliserida, serta vitamin dan mineral.

2. Angiografi

Cek jantung yang satu ini biasanya dilakukan dengan memasukkan tabung kecil (kateter) ke dalam arteri dan diarahkan pada arteri koroner yang terletak di dekat jantung Anda. Lalu, pewarna khusus akan dimasukkan melalui kateter ke dalam aliran darah.

Pewarna khusus tersebut akan mempermudah sinar X-ray mengambil gambar dari jantung dan arteri koroner. Tujuannya untuk melihat adanya penyumbatan pada arteri koroner dan memastikan apakah jantung masih dapat memompa darah dengan baik.

3. Elektrokardiogram (EKG)

Cek jantung menggunakan EKG dilakukan untuk membaca impuls listrik jantung, sehingga dokter dapat mengetahui detak jantung pasien.

Kabel yang ditempeli dengan alat sensor berwarna putih berbentuk bulat kecil akan ditempelkan di beberapa bagian pada dada pasien. Kabel-kabel ini menghubungkan alat sensor tersebut dengan mesin EKG yang akan merekam impuls listrik jantung dan mencetaknya di atas kertas.

Biasanya, cek jantung dengan alat ini dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit serangan jantung atau aritmia, yaitu saat irama jantung abnormal.

4. Ekokardiogram

Ekokardiogram adalah alat cek jantung yang sudah cukup sering digunakan. Alat ini dapat menunjukkan gambar jantung menggunakan ultrasound. Alat ini menggunakan alat pemindai yang akan digerakkan oleh dokter di sekitar dada atau di bawah esofagus atau tenggorokan.

Dengan melakukan pemeriksaan menggunakan alat ini, dokter dapat mengetahui jika terdapat masalah pada katup atau bilik jantung, sekaligus memeriksa kekuatan jantung dalam memompa darah.

5. Tilt test

Tes ini biasanya dilakukan dokter untuk memeriksa apakah ada posisi tubuh tertentu yang akan memicu terjadinya aritmia. Dengan melakukan cek jantung menggunakan metode ini, dokter dapat menentukan apakah Anda cenderung akan mengalami penurunan tekanan darah secara drastis saat sedang berdiri.

Selain itu, dokter juga akan memastikan apakah detak jantung Anda melemah jika berpindah posisi. Biasanya, tes ini efektif untuk memeriksa kondisi kesehatan jantung pada pasien yang pernah pingsan tanpa alasan yang jelas.

6. MRI

Menurut Heart Foundation, magnetic resonance imaging (MRI) juga bisa dilakukan untuk memeriksa kondisi jantung. Alat ini menggunakan gelombang magnet dan gelombang radio untuk memproduksi gambar yang detil dan jelas dari jantung Anda. Bahkan, alat ini dapat memproduksi gambar diam ataupun bergerak.

Meski begitu, alat ini tidak melibatkan radiasi dalam prosesnya. Namun, saat menjalani pemeriksaan ini, Anda akan mendengar berbagai suara yang cukup bising dan mengganggu. Biasanya, pewarna khusus juga akan digunakan agar gambar dari jantung dan pembuluh arteri terlihat lebih jelas.

7. CT scan

Prosedur ini juga menggunakan mesin X-ray dan komputer untuk menghasilkan gambar tiga dimensi dari jantung pasien. Sama halnya dengan MRI, CT scan biasanya menggunakan pewarna khusus yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui pembuluh vena, agar arteri jantung bisa terlihat lebih jelas.

Metode cek jantung ini juga bisa dilakukan untuk memastikan jumlah kalsium yang terdapat pada arteri jantung. Keberadaan kalsium pada arteri jantung menandakan adanya penyakit jantung koroner.

8. Tes stres

Jenis tes untuk cek jantung yang satu ini dilakukan untuk memonitor jantung pasien saat sedang berjalan kaki di atas treadmill atau mengayuh pedal pada sepeda statis. Saat melakukan salah satu dari kedua aktivitas tersebut, dokter akan melihat pernapasan serta tekanan darah pasien.

Tes ini dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit jantung koroner atau untuk menentukan tingkat keamanan dari pilihan olahraga yang hendak dilakukan pasien setelah mengalami serangan jantung atau operasi bedah jantung.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Understand Your Risk to Prevent a Heart Attack. Retrieved 29 December 2020, from https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/understand-your-risks-to-prevent-a-heart-attack

Cardiac Heart Screening. Retrieved 29 December 202o, from https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=screening-cardiac

Heart Tests. Retrieved 29 December 2020, from https://www.heartfoundation.org.nz/your-heart/heart-tests

Common Medical Tests to Diagnose Heart Condition. Retrieved 29 December 2020, from https://www.healthywa.wa.gov.au/Articles/A_E/Common-medical-tests-to-diagnose-heart-conditions

Medical Tests for Heart Disease. Retrieved 29 December 2020, from https://www.heartfoundation.org.au/heart-health-education/medical-tests-for-heart-disease

Tests to Diagnose Heart Problems. Retrieved 29 December 2020, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=85&contentid=P00208

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 14/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x