home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kardioversi

Definisi kardioversi|Kondisi yang membutuhkan kardioversi |Persiapan sebelum kardioversi|Prosedur kardioversi|Perawatan setelah kardioversi|Risiko atau komplikasi kardioversi
Kardioversi

Definisi kardioversi

Apa itu kardioversi?

Kardioversi adalah prosedur medis untuk mengembalikan detak jantung abnormal ke ritme yang normal. Prosedur ini umumnya dokter lakukan ketika seseorang mengalami gangguan irama jantung atau aritmia.

Secara umum, ada dua jenis kardioversi yang dapat dilakukan dokter, yaitu:

  • Kardioversi kimiawi (farmakologis)

Pada jenis ini, dokter menggunakan obat-obatan untuk membantu mengembalikan detak jantung yang tidak teratur. Obat bisa dapat dokter berikan langsung ke pembuluh darah melalui intravena (infus) atau dalam bentuk pil minum.

Biasanya, seseorang yang mendapat perawatan ini tidak sedang dalam kondisi darurat. Bahkan, obat-obatan bisa diminum dari rumah selama beberapa hari. Namun, pada kondisi tertentu, Anda mungkin perlu menjalani perawatan ini di rumah sakit sambil dokter memantau kondisi jantung Anda.

Pada jenis ini, selain obat untuk ritme jantung, dokter pun mungkin akan memberikan obat pengencer darah untuk mencegah penggumpalan darah yang bisa menyebabkan stroke.

  • Kardioversi elektrik

Berbeda dengan kimiawi, pada jenis ini, dokter menggunakan perangkat dari luar tubuh yaitu defibrilator eksternal. Alat ini memberikan kejutan listrik ke jantung untuk mengubah ritme kembali menjadi normal.

Prosedur ini biasanya diberikan secara terjadwal. Namun, terkadang, dokter perlu melakukan prosedur ini pada kondisi darurat bila gejalanya parah. Oleh karena itu, perangkat defibrilator sering Anda temukan di unit gawat darurat atau ambulans.

Meski sama-sama menggunakan defibrilator, kardioversi dan defibrilasi tidaklah sama. Umumnya, defibrilasi menggunakan kejut listrik yang lebih kuat untuk menghentikan ritme jantung parah yang bisa menyebabkan kematian mendadak.

Kondisi yang membutuhkan kardioversi

Siapa saja yang perlu mendapat kardioversi?

Prosedur ini dapat membantu memperbaiki irama jantung yang tidak normal, seperti detak jantung yang terlalu cepat (takikardia) atau yang tidak teratur (fibrilasi). Biasanya, dokter memberikan tindakan ini pada seseorang dengan kondisi fibrilasi atrium.

Pada fibrilasi atrium, sinyal listrik yang sangat cepat dan tidak teratur bergerak melalui kedua bilik atas jantung Anda. Hal ini dapat menimbulkan detak jantung yang sangat cepat dan tidak teratur. Pada kondisi ini, penderitanya juga sering merasakan sesak napas atau kelelahan yang ekstrem.

Selain fibrilasi atrium, kardioversi juga dapat membantu menangani jenis aritmia lainnya, seperti atrial flutter, supraventricular takikardia, dan ventricular takikardia. Selain itu, dokter atau ahli medis lainnya pun mungkin memberikan prosedur ini pada penderita aritmia yang mengancam jiwa secara tiba-tiba.

Persiapan sebelum kardioversi

Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur ini?

Kardioversi umumnya dilakukan secara terjadwal. Namun, dokter mungkin perlu memberikan tindakan ini pada kondisi darurat bila penderita mengalami aritmia yang mengancam jiwa.

Bila sudah terjadwal, ada beberapa hal yang bisa Anda persiapkan sebelum menjalani tindakan ini. Berikut adalah beberapa persiapannya:

  • Berpuasa atau tidak makan dan minum selama 8 jam sebelum prosedur.
  • Anda mungkin perlu mengonsumsi obat-obatan tertentu sebelum prosedur, termasuk obat pencegah detak jantung abnormal, atau obat untuk mencegah penggumpalan darah bagi yang berisiko mengalami kondisi tersebut.
  • Beritahu pula pada dokter mengenai obat-obatan, termasuk herbal maupun suplemen, yang sedang Anda konsumsi. Dokter bisa saja meminta Anda untuk menghentikan obat-obatan tersebut sementara. Namun pastikan, jangan berhenti minum obat sebelum dokter menginstruksikannya.
  • Ada mungkin perlu menjalani transesophageal echocardiogram untuk memeriksa penggumpalan darah pada jantung. Bila tampak penggumpalan darah, kardioversi mungkin perlu ditunda hingga 3-4 minggu.
  • Pada hari pelaksanaan prosedur, mintalah seseorang untuk mengantar dan menjemput Anda ke rumah sakit.
  • Sebaiknya tidak menggunakan perhiasan apapun ke rumah sakit. Jika perlu menggunakannya, lepaskan dan simpan perhiasan Anda di tas sebelum prosedur.
  • Jika Anda akan melakukan kardioversi elektrik, jangan gunakan pelembap, bedak, atau produk kulit apapun ke bagian dada dan punggung selama 24 jam sebelum pelaksanaan prosedur. Produk-produk tersebut dapat menyebabkan masalah pada paddle yang digunakan untuk mengalirkan listrik jantung Anda.

Prosedur kardioversi

Bagaimana pelaksanaan prosedur ini?

Prosedur kardioversi bisa berbeda tergantung jenis prosedur yang dokter pilih. Pada jenis kimiawi, dokter umumnya akan memberi obat-obatan untuk Anda konsumsi selama beberapa hari. Dokter juga mungkin akan memberikan obat melalui infus atau intravena di rumah sakit.

Bila mendapat tindakan kimiawi ini, Anda umumnya bisa pulang pada hari itu juga dari rumah sakit. Namun, pada kondisi tertentu, mungkin dokter akan merekomendasikan rawat inap.

Adapun bila Anda perlu menjalani kardioversi elektrik, prosedurnya akan berbeda. Berikut prosedur elektrik yang umum dokter lakukan:

  • Dokter atau perawat akan memasangkan infus pada bagian tangan Anda dan member obat bius melalui infus tersebut. Obat bius ini akan membuat Anda tertidur selama prosedur agar Anda tidak merasakan sakit.
  • Pemasangan beberapa elektroda pada area dada dan mungkin juga punggung. Elektroda ini terhubung ke defibrilator melalui kabel.
  • Saat Anda sudah tertidur, defibrilator mulai mengirimkan kejut listrik ke jantung Anda dan mengembalikan detak jantung Anda ke normal.
  • Dokter akan memantau irama jantung Anda. Beberapa orang mungkin hanya perlu satu kali kejut listrik, tetapi yang lainnya bisa lebih.
  • Prosedur umumnya berjalan selama 30 menit. Jika sudah selesai, pasien akan bangun.

Perawatan setelah kardioversi

Apa yang harus dilakukan setelah kardioversi?

Setelah selesai, pasien akan pindah ke ruang pemulihan selama kurang lebih satu jam. Selama masa pemulihan, perawat akan memantau kondisi Anda, termasuk apakah ada komplikasi atau efek samping yang muncul dari prosedur ini.

Setelahnya, dokter akan memberitahu kondisi Anda dan apakah kardioversi telah berhasil. Dokter pun mungkin akan memberikan obat antiaritmia untuk menjaga detak jantung normal atau obat pencegah penggumpalan darah.

Selain obat, dokter juga akan menyarankan Anda untuk menerapkan pola hidup sehat guna meningkatkan kesehatan jantung. Ini termasuk mengonsumsi makanan untuk jantung sehat, berhenti merokok, berolahraga ringan, menjaga berat badan, serta membatasi konsumsi alkohol dan kafein. Adapun hal ini dapat membantu Anda mencegah aritmia kembali datang.

Setelah selesai, Anda umumnya boleh langsung pulang dari rumah sakit. Namun, Anda mungkin masih merasa mengantuk akibat efek samping dari obat bius. Oleh karena itu, sebaiknya Anda meminta keluarga atau teman untuk menjemput Anda dari rumah sakit.

Risiko atau komplikasi kardioversi

Apakah ada risiko atau komplikasi yang mungkin muncul?

Komplikasi setelah kardioversi jarang terjadi. Umumnya, dokter akan memastikan kondisi Anda baik sebelum prosedur untuk mengurangi kemungkinan komplikasi tersebut.

Meski demikian, risiko dan efek samping bisa saja muncul. Berikut adalah beberapa risikonya:

  • Gumpalan darah pada jantung yang terlepas dan berpindah ke bagian tubuh lain, seperti otak yang bisa menimbulkan stroke atau ke paru-paru.
  • Aritmia yang memburuk, seperti mengalami jenis gangguan irama jantung lainnya saat atau setelah prosedur.
  • Iritasi kulit, termasuk kemerahan, sensasi seperti terbakar, atau nyeri, pada area penempelan elektroda.
  • Reaksi alergi akibat obat-obatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cardioversion – Mayo Clinic. Mayoclinic.org. (2021). Retrieved 9 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cardioversion/about/pac-20385123.

Cardioversion. www.heart.org. (2021). Retrieved 9 June 2021, from https://www.heart.org/en/health-topics/arrhythmia/prevention–treatment-of-arrhythmia/cardioversion.

Electrical Cardioversion. (2021). Retrieved 9 June 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/electrical-cardioversion.

Cardioversion: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Medlineplus.gov. (2021). Retrieved 9 June 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/007110.htm.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x