Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apa yang Terjadi Jika Tidak Sengaja Menelan Permen Karet?

Apa yang Terjadi Jika Tidak Sengaja Menelan Permen Karet?

Permen karet memang favorit banyak orang. Tak hanya sensasi membuat gelembung hingga pecah, mengunyah permen karet juga dapat membantu meredakan ketegangan di situasi tertentu. Namun, apakah berbahaya jika tak sengaja menelan permen karet?

Apa yang akan terjadi bila permen karet tertelan?

permen karet tertelan

Mungkin Anda sering mendengar bahwa permen karet yang termakan kemudian akan menumpuk di perut Anda dan tidak bisa keluar. Atau, Anda mungkin juga pernah mengetahui mitos bahwa permen karet akan bertahan dalam tubuh selama tujuh tahun.

Seringkali orang tua menasihati anaknya untuk berhati-hati saat makan permen karet agar tidak sampai tertelan. Lantas bila terlanjur terjadi, ke manakah permen karet pergi setelah tertelan? Apakah benar permen ini akan menumpuk di dalam tubuh?

Saat Anda makan, sebenarnya tubuh Anda sudah mulai mencerna makanan tersebut melalui proses mekanis dalam mulut, yaitu mengunyah. Kemudian, protein dan enzim pencernaan membantu memecah kandungan nutrisi yang ada dalam makanan tersebut.

Selanjutnya, asam dalam organ lambung Anda mengubah sisa makanan yang tidak dapat terserap tubuh menjadi bubur, sehingga sisa makanan tersebut dapat melewati usus dan akhirnya dibuang melalui anus.

Namun, proses ini tidak akan terjadi bila Anda menelan permen karet. Tubuh tidak bisa mencerna permen karet, sebab permen ini mengandung getah karet alam atau karet butil.

Karet butil adalah karet sintetis yang biasa digunakan untuk membuat permen karet. Baik getah karet alam maupun sintetis tidak bisa dipecah, sehingga tidak bisa dicerna oleh tubuh Anda.

Saat Anda mengunyah permen karet, enzim dalam air liur Anda akan memecah karbohidrat dan minyak yang terkandung dalam permen karet.

Meski demikian, kandungan karet pada permen karet kebal terhadap enzim ini, sehingga permen karet tidak akan terpecah. Bahkan, asam lambung pun tidak bisa memecah dan mencerna karet ini.

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Apa yang harus dilakukan saat tak sengaja menelan permen karet?

Memang, permen karet tidak akan dicerna dalam perut. Akan tetapi, Anda tak usah khawatir karena permen akan tetap bergerak melalui saluran pencernaan, melewati lambung dan usus sebelum akhirnya bergabung bersama feses dan keluar melalui anus.

Jadi, bila Anda tak sengaja menelannya, Anda tidak perlu melakukan penanganan khusus. Meski demikian, keluarnya permen karet dari tubuh akan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada makanan biasa, mungkin bisa satu hari, dua hari, atau tiga hari.

Namun, hal buruk bisa saja terjadi pada Anda. Pada kasus yang sangat jarang, permen karet yang tertelan pada saat Anda sedang mengalami sembelit dapat menyumbat usus Anda, terlebih lagi jika Anda terlalu sering menelan permen karet.

Hal ini dapat membuat Anda lebih susah untuk buang air besar. Untuk itu, tetap usahakan jangan sampai menelan permen karet. Pada dasarnya, permen karet memang dirancang hanya untuk dikunyah.

Bagaimana dengan anak kecil?

anak makan dan menelan permen karet

Sama seperti orang dewasa, permen karet yang ditelan oleh anak kecil pun bisa keluar dari tubuh. Namun, sebaiknya tunggulah anak sampai sedikit lebih besar sebelum mulai memberikan permen karet.

Pastikan anak sudah dapat memahami bahwa permen karet tidak boleh ditelan atau dimakan. Biasanya, anak kecil dapat memahami hal ini saat usianya sudah lima tahun.

Satu hal lagi yang juga sebaiknya Anda lakukan adalah jangan terlalu sering memberikan anak kecil permen karet. Sebab, si kecil bisa saja tersedak saat mengunyahnya.

Selain itu, gula yang terkandung dalam permen karet pun bisa menyebabkan kerusakan gigi pada anak. Gula juga dapat menambah kalori yang dikonsumsi anak. Permen karet yang bebas gula pun biasanya mengandung sorbitol yang menyebabkan diare.

Sekali anak diberi permen karet, biasanya ia akan memintanya lagi dan lagi. Oleh karena itu, batasi pemberian permen karet pada anak, setidaknya tidak lebih dari satu atau dua potong dalam sehari.

Selalu ingatkan anak agar ia membuang permen karet setelah mengunyahnya, bukan menelannya.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Swallowing gum: Is it harmful?  (2019). Mayo Clinic.Retrieved 3 February 2021, from http://www.mayoclinic.org/digestive-system/expert-answers/faq-20058446

What Happens to Swallowed Gum?. (n.d.). Kids Health. Retrieved 3 February 2021, from http://kidshealth.org/en/kids/swallowed-gum.html

Does Swallowing Gum Cause Intestinal Problems? (n.d.). Nemours KidsHealth. Retrieved 3 February 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/swallow-gum.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 04/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan