Gejala Lyme Disease dan COVID-19 Hampir Mirip, Apa Perbedaannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Belum usai memerangi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, dilaporkan bahwa pasien yang terkena lyme disease kembali meningkat di Amerika Serikat. Disebut-sebut memiliki gejala hampir sama, apa perbedaan COVID-19 dan lyme disease?

Apa itu lyme disease?

gigitan kuku lyme disease

Lyme disease adalah penyakit infeksi bakteri yang ditularkan melalui gigitan kutu. Biasanya, jenis kutu yang membawa penyakit ini adalah kutu kaki hitam atau juga dikenal sebagai kutu rusa.

Terdapat empat jenis bakteri yang menyebabkan penyakit lyme disease, yaitu Borrelia burgdorferi, Borrelia afzelii, Borrelia garinii, dan Borrelia mayonii. Jenis bakteri yang paling umum menyerang pasien di negara-negara Asia adalah Borrelia afzelii dan Borrelia garinii.

Anda tidak akan langsung tertular penyakit ini hanya karena kulit kontak dengan kutu selama beberapa menit. Pada kebanyakan kasus, kutu harus menempel selama 36 sampai 48 jam untuk menularkan penyakitnya.

Setelah menggigit Anda, bakteri akan menembus kulit dan masuk ke aliran darah. Semakin lama kutu menempel, maka semakin banyak bakteri yang akan masuk ke dalam tubuh. Karena itulah untuk mencegahnya, Anda harus segera menyingkirkan kutu yang menempel di kulit.

Sebenarnya di Indonesia sendiri lyme disease merupakan kasus yang jarang muncul. Penyakit ini paling sering terjadi di Amerika Serikat, dengan rata-rata 300.000 kasus setiap tahunnya.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,314,634

Confirmed

1,121,411

Recovered

35,518

Death
Distribution Map

Perbedaan gejala COVID-19 dan lyme disease

gejala lyme disease dan covid-19
Sumber: Lyme Disease Clinic

Mengingat COVID-19 dan lyme disease sedang banyak menyerang tubuh belakangan ini, banyak yang dibuat bingung akan gejala penyakit apa yang sebetulnya mereka rasakan.

Jika dibandingkan, pasien yang menderita COVID-19 dan lyme disease memang mengalami beberapa gejala yang sama. Berikut adalah kesamaan gejala keduanya.

Gejala lyme disease:

  • demam
  • nyeri tubuh
  • tubuh menggigil
  • sakit kepala
  • kaku leher
  • kelelahan

Gejala COVID-19:

  • demam
  • tubuh menggigil
  • pusing
  • nyeri tubuh
  • sakit tenggorokan
  • berkurangnya kemampuan penciuman dan perasa

Namun, perlu diketahui bahwa gejala-gejala di atas kebanyakan adalah gejala nonspesifik, yang artinya dapat disebabkan oleh sejumlah penyakit yang lain seperti flu biasa.

Gejala yang muncul pada lyme disease juga gejala yang normal dirasakan oleh para pasien penderita penyakit akibat infeksi dari gigitan serangga.

Bagaimana cara membedakan keduanya?

sesak napas

Selain gejala nonspesifik, setiap penyakit juga memiliki gejala spesifik yang menjadi ciri khas kemunculannya. Tentu ada perbedaan besar dari gejala lyme disease dan gejala COVID-19.

Tanda yang paling menonjol dari lyme disease adalah munculnya ruam merah setelah tiga hari sejak Anda terinfeksi. Ruam yang disebut erythema migrans (EM) itu dapat meluas selama beberapa hari dan dapat menyebar hingga sekitar 30 sentimeter.

Ada beberapa orang yang mengalami ruam di lebih dari satu tempat pada tubuh, tapi ada juga yang malah tidak mengalami ruam sama sekali.

Setelah beberapa lama, gejalanya bisa berkembang dan memunculkan kondisi seperti facial palsy, di mana otot pada salah satu sisi wajah mengalami kelumpuhan dan membuat wajah tampak melorot.

Sedangkan pada COVID-19, mengingat penyakit ini menyerang paru-paru, tanda yang akan dirasakan oleh pasien adalah sesak dada atau batuk-batuk yang membuat pasien sulit bernapas. Penyakit ini juga dapat memperburuk kondisi orang-orang yang sebelumnya telah memiliki kondisi seperti asma dan pneumonia.

Memang, terkadang lyme disease juga ditandai dengan sesak napas. Namun, hal ini sangat jarang ditemukan pada pasien.

Gejala COVID-19 pada Anak Disebut Mirip dengan Penyakit Kawasaki

Selain gejala, perbedaaan besar antara lyme disease dan COVID-19 juga terdapat pada penularan, pencegahan, dan penangannya.

Jika lyme disease adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Borrelia dari gigitan kutu, COVID-19 terjadi karena infeksi virus SARS-CoV-2 yang ditularkan melalui tetesan air liur yang keluar saat sedang berbicara, batuk, atau bersin.

Pencegahan infeksi COVID-19 bisa dengan menjaga jarak fisik dari orang lain sejauh 1,8 meter, rajin mencuci tangan, dan gunakan masker bila perlu.

Lain lagi dengan lyme disease, Anda harus menggunakan pakaian yang tertutup serta menggunakan salep anti serangga sebelum menghabiskan waktu di daerah yang lebat dengan rumput-rumput tinggi.

Terlepas dari penyakit apapun yang menyerang Anda, teruslah menjaga kesehatan dengan melakukan segala langkah pencegahan serta lebih waspada terhadap diri sendiri. Bila mulai merasakan gejala yang sekiranya telah mengganggu, lebih baik segera periksakan ke dokter.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

China Gunakan Tes Swab Anal untuk COVID-19, Apa Bedanya dengan Swab Nasofaring?

Swab anal untuk COVID-19 dilakukan dengan memasukan kapas berukuran 3-5 cm ke dalam anus dan memutarnya untuk mengambil sampel feses.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 5 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit