Apakah Dexamethasone Ampuh Sebagai Obat untuk COVID-19?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Tim peneliti di Inggris baru-baru ini mengumumkan obat yang dapat menjadi terobosan dalam mengatasi COVID-19. Dexamethasone, obat yang sering diberikan dokter ketika Anda radang, ternyata bisa membantu kesembuhan pasien COVID-19 dan mengurangi risiko kematian akibat penyakit tersebut.

Sejauh ini, dexamethasone terbukti ampuh bagi pasien COVID-19 dengan kondisi yang berat. Berbeda dengan kandidat obat sebelumnya, para peneliti juga tidak menemukan potensi efek samping yang mengkhawatirkan. Apa itu dexamethasone dan mengapa obat ini bisa ampuh mengatasi COVID-19?

Dexamethasone sebagai obat COVID-19

obat radang sendi terbaru

Dexamethasone adalah obat dari golongan kortikosteroid. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi peradangan, gangguan pencernaan, asma, dan reaksi alergi. Kadang, dexamethasone juga digunakan dalam pengobatan beberapa jenis kanker.

Cara kerja dexamethasone menyerupai hormon glukokortikoid yang secara alamiah diproduksi oleh kelenjar adrenal. Kandungan steroid dalam obat ini akan menurunkan sistem pertahanan tubuh sehingga gejala radang berangsur hilang.

Peradangan juga merupakan masalah utama pada penyakit COVID-19. Banyak pasien mengalami radang parah yang bisa merusak jaringan. Mereka tidak hanya menghadapi bahaya dari infeksi coronavirus, tapi juga risiko kegagalan organ yang berakibat fatal.

Dexamethasone mungkin berpotensi menjadi obat peradangan pada pasien COVID-19, dan inilah yang tengah diuji oleh tim peneliti di Inggris. Uji klinis dilakukan pada 2.104 pasien yang dipilih secara acak dari sejumlah rumah sakit.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,347,026

Confirmed

1,160,863

Recovered

36,518

Death
Distribution Map

Seluruh pasien diberikan enam miligram dexamethasone per hari selama sepuluh hari, baik diminum langsung ataupun melalui suntikan. Peneliti lalu membandingkan mereka dengan 4.321 pasien lain yang menjalani perawatan biasa tanpa dexamethasone.

Ada tiga kondisi pasien dalam penelitian ini, yakni pasien yang membutuhkan ventilator, pasien yang hanya membutuhkan oksigen, dan pasien yang tidak memerlukan bantuan pernapasan. Pemberian obat menimbulkan efek yang berbeda pada ketiganya.

Setelah rutin meminum dexamethasone, risiko kematian pada pasien yang memakai ventilator berkurang sekitar 30 persen. Risiko pada pasien yang membutuhkan oksigen menurun 20 persen. Sementara pada pasien dengan kondisi ringan, tak ada pengaruh apa pun.

Berdasarkan hasil tersebut, pemberian obat dexamethasone bisa mencegah kematian pada 1 dari 8 pasien COVID-19 yang memakai ventilator. Sedangkan pada pasien yang membutuhkan oksigen, sebanyak 1 dari 25 kematian dapat dicegah.

ibuprofen covid-19

Keunggulan dexamethasone dibandingkan kandidat obat lain

LIPI Uji Obat Herbal COVID-19 dari Daun Ketepeng dan Benalu

Penggunaan obat steroid untuk mengatasi gangguan pernapasan sebenarnya banyak menimbulkan perdebatan. Beberapa penelitian terdahulu yang membahas obat ini juga memberikan hasil yang berbeda-beda.

Dexamethasone bekerja dengan menurunkan aktivitas sistem imun. Ini akan mencegah kerusakan lebih lanjut pada paru-paru akibat serangan sel-sel imun yang berlebihan. Reaksi inilah yang banyak terjadi pada pasien COVID-19 dengan kondisi berat.

Perdebatan timbul karena pasien tetap memerlukan sistem imun yang kuat untuk melawan SARS-CoV-2 dalam tubuhnya. Jika kekebalan tubuh pasien menurun, coronavirus dikhawatirkan dapat berkembang dan menyerang lebih banyak jaringan.

Kabar baiknya, penelitian ini menunjukkan bahwa manfaat dexamethasone dalam dosis rendah lebih besar daripada potensi bahayanya. Ini sebabnya dexamethasone dinilai sebagai obat yang aman bagi pasien COVID-19 secara umum.

Tim peneliti pun mengingatkan bahwa reaksi sistem imun yang berlebihan kadang lebih berbahaya daripada virus itu sendiri. Pada beberapa kasus, pasien bahkan mengalami badai sitokin, yakni respons imun berbahaya yang dapat berakibat fatal. Pemberian dexamethasone adalah langkah penting untuk mencegah dampak tersebut.

Minuman Fermentasi Jambu Biji, Kandidat Suplemen Sistem Imun Buatan LIPI

Menurut penelitian tersebut, dexamethasone tampaknya hanya berpengaruh pada reaksi sistem imun akibat COVID-19, bukan infeksi ringan secara umum. Jadi, kekebalan tubuh yang menurun tidak langsung membuat pasien rentan terkena infeksi yang lain.

Selain itu, dexamethasone adalah obat yang murah dan mudah diakses. Obat ini dapat menjadi alternatif ketika stok obat yang lebih kuat seperti remdesivir menipis, terutama di wilayah dengan kasus COVID-19 yang tinggi dan layanan kesehatan yang terbatas.

Dexamethasone mungkin tidak membunuh SARS-CoV-2 dalam tubuh. Namun, obat ini mampu meredakan reaksi sistem imun yang berlebihan. Hal ini dapat mengurangi risiko kematian akibat kerusakan organ yang kerap dialami pasien COVID-19.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

China Gunakan Tes Swab Anal untuk COVID-19, Apa Bedanya dengan Swab Nasofaring?

Swab anal untuk COVID-19 dilakukan dengan memasukan kapas berukuran 3-5 cm ke dalam anus dan memutarnya untuk mengambil sampel feses.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 5 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit