Sulit bernapas bisa terjadi karena berbagai hal, misalnya kekurangan oksigen atau perubahan tekanan udara. Sulit bernapas merupakan salah satu gangguan pada fungsi sistem pernapasan. Hal ini biasanya terjadi karena seseorang mengalami serangan asma. Namun ada juga hal lain yang menyebabkan Anda sulit bernapas. Lalu apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya sulit bernapas? Bagaimana cara melakukan pertolongan pertama pada orang yang tidak bisa bernapas? 

Sulit bernapas selain serangan asma

Hal-hal yang mungkin mengakibatkan terhentinya fungsi pernapasan bisa terjadi karena tenggelam dalam air, tersengat arus listrik (kesetrum), kebanyakan menghirup asap yang mengandung karbon monoksida, terkena bahan-bahan kimia, terjatuh dengan keras, serangan panik, serangan cemas, dan sebagainya. 

Pertolongan pertama pada orang yang tidak bisa bernapas

1. Periksa saluran pernapasannya

Memeriksa dan memastikan bahwa saluran pernapasannya tidak tersumbat sesuatu. Untuk mengetahuinya, buka mulut orang yang mengalami kesulitan bernapas untuk dilihat apakah ada sesuatu yang lain dalam mulut atau tenggorokannya  yang dapat menghambat pernapasannya.

2. Periksa hembusan udara di saluran pernapasannya

Perhatikan dada orang yang mengalami sulit bernapas, apakah masih mengembang dan mengempis atau tidak. Selain itu, periksa hembusan udara yang ada di hidung dan mulut dengan menggunakan jari. Ini dilakukan untuk mengetahui tiupan napas, masih ada atau tidak. Periksa juga denyut nadi pada pergelangan tangannya.

3. Berikan bantuan pernapasan

Jika seseorang tidak dapat bernapas karena tenggelam, terkena arus listrik, terkena asap dan bahan kimia atau karena sebab yang lain namun jantungnya masih berdetak dan berdenyut, maka lakukan bantuan pernapasan dari mulut ke mulut.

Namun, kalau seseorang tidak bisa bernapas karena sengatan arus listrik, sebelum menyentuh dan melakukan upaya napas buatan dari mulut ke mulut, pastikan dahulu bahwa kontak orang yang mengalami sulit bernapas dengan sumber arus listrik telah diputuskan.

4. Pindahkan ke ruang terbuka yang sirkulasi udaranya baik

Jika di sekitar orang yang kesulitan bernapas terdapat gas dan uap, maka sebaiknya pindahkan korban ke tempat yang terbuka dan terdapat udara bebas serta segar. Jangan mengerumuni orang yang tidak bisa bernapas karena hal tersebut akan menghambat sirkulasi udara di sekitarnya. 

Jika Anda menemukan seseorang yang pingsan akibat tidak bisa bernapas, jangan panik dan segera cari bantuan medis. Kemudian, berikan napas buatan. 

5. Periksa denyut nadinya

Jika mendapati seseorang pingsan karena hal-hal yang sudah disebut di atas, periksa apakah nadi masih berdenyut. Bila tidak ada denyut, berikan resusitasi jantung paru. Bila masih ada denyut, namun tidak bernapas, maka berikan napas buatan saja tanpa pijat jantung. 

6. Bantu orang yang kena serangan cemas atau serangan panik untuk menarik napas dalam

Caranya, bawa orang yang kena serangan cemas atau serangan panik ke tempat yang sepi dan punya sirkulasi udara yang baik. Kemudian, pandu orang tersebut untuk bernapas perlahan-lahan, misalnya dengan menghitung satu sampai sepuluh pelan-pelan.

Usahakan untuk tidak memberikan instruksi yang terlalu berbelit atau panjang lebar. Bicaralah dengan kalimat yang sederhana dan dengan nada suara yang tenang.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca