Spasmofilia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu spasmofilia?

Spasmofilia adalah suatu kondisi gangguan saraf motorik yang menunjukkan sensitivitas yang abnormal terhadap rangsangan elektrik ataupun mekanik. Spasmofilia bukan gangguan, bukan pula kelainan.

Spasmofilia seringnya ditandai dengan kekakuan otot, kram, atau kedutan di bagian tubuh tertentu yang diikuti/didahului dengan serangan kecemasan atau serangan panik. Jika kondisinya parah, kaku otot bisa menyebabkan kejang.

Seberapa umum kondisi ini?

Spasmofilia mungkin bukan istilah yang terdengar akrab di telinga Anda. Namun, berdasarkan data pengamatan awal di RSUP Dr. Kariadi Semarang, pasien spasmofilia umumnya didominasi oleh kalangan muda di usia produktif, antara usia 14-35 tahun.

Tanda-tanda dan gejala

Apa tanda dan gejala spasmofilia?

Seseorang yang mengalami spasmofilia biasanya akan mengalami gejala psikis maupun fisik. Secara umum, gejala fisik yang seringkali dialami oleh penderita spasmofilia adalah kekakuan otot, kedutan otot pada tangan/kaki, kram otot — pada lambung, punggung, dan leher, serta rasa sedak di dada. Namun secara khusus, bentuk gejala yang dialami penderita tergantung pada organ tubuh yang terserang, seperti:

  • Jika yang terserang adalah bagian dada, maka akan mengalami kram di otot dada. Gejala yang dialami akan cenderung sama dengan penyakit jantung koroner, seperti nyeri dada di sebelah kiri, susah bernapas, detak jantung meningkat, hiperventilasi, dan berkeringat banyak.
  • Jika yang terserang otot leher, maka akan mengalami kaku di leher, nyeri kepala, mudah berkeringat, gelisah, depresi, dan kejang.
  • Jika yang terserang otot dinding perut, maka akan mengalami gejala yang mirip dengan sakit maag atau gastritis, seperti nafsu makan turun, nyeri di ulu hati, mual, dan muntah.

Sementara itu, gejala psikis yang sering dialami oleh penderita spasmofilia adalah serangan panik, depresi dan rasa cemas. Hal tersebut dapat terjadi karena penderita spasmofilia cenderung berprasangka buruk terhadap sesuatu hal. Penderita spasmofilia juga kerap merasa takut berlebihan terhadap sesuatu yang akan terjadi. 

Mereka selalu berpikir bahwa hal yang mereka takutkan akan benar-benar terjadi. Akibatnya, mereka akan cenderung mengalami insomnia, tidur gelisah, dan mengalami mimpi buruk.

Penyebab

Apa penyebab spasmofilia?

Dokter seringkali menghubungkan spasmofilia dengan hipokalsemi, yaitu kondisi di mana kadar kalsium dalam darah menurun.

Penyebab kekurangan kalsium diantaranya adalah asupan kalsium yang rendah, diare, kekurangan vitamin D, hipoparatiroid (kekurangan hormon paratiroid), hipoalbumin (kekurangan protein albumin) akibat penyakit hati kronis (sirosis), malnutrisi (kekurangan kalori protein), pankreatitis (radang di pankreas), gagal ginjal kronis, dan sepsis (infeksi berat menyeluruh).

Selain karena pola makan yang buruk, spasmofilia juga dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Bentuk yang paling umum dari faktor keturunan adalah serangan panik yang dialami oleh orangtua.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Untuk bisa mengetahui pasti apakah kejang otot yang Anda alami adalah spasmofilia, maka dokter perlu menjalankan tes spasmofilia seperti:

Chvostek’s Sign

Merupakan pemeriksaan dengan cara menyentuh pipi atau memukul ringan 2 cm di depan Tragus telinga (bagian telinga yang menonjol kecil di daerah pipi/jambang). Kontraksi dari otot-otot wajah adalah tanda positif. 

Bergantung pada tingkat kalsium, respon bertingkat akan terjadi. Awalnya, kedutan akan terjadi di sudut mulut, kemudian hidung, mata, dan otot-otot wajah.  

Trousseau’s sign

Prosedur ini dilakukan dengan cara membuat iskemi di daerah lengan saat mengukur tekanan darah. Tes ini bertujuan untuk melihat rata-rata sistolik dan diastolik dengan mempertahankan tekanan darah tersebut beberapa menit. Trousseau’s sign lebih spesifik daripada Chvostek’s sign, tetapi memiliki sensitivitas yang tidak lengkap.

Tes darah

Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan tes darah untuk memeriksa kadar kalsium dan magnesium dalam darah Anda. 

Kadar magnesium darah yang normal adalah 1,8 sampai 2,2 miligram per desiliter (mg/dL). Sementara itu, kadar kalsium dalam darah yang normal adalah 8.8–10.4 miligrams per desiliter (mg/dL) atau 2.2–2.6 millimoles per liter (mmol/L).

Pemeriksaan penunjang dengan EMG (elektromiografi)

Elektromiografi atau EMG adalah prosedur diagnostik untuk menilai kesehatan otot dan sel-sel saraf yang mengendalikan mereka. Hasil EMG dapat mengungkapkan disfungsi saraf, disfungsi otot, atau masalah dengan transmisi sinyal dari saraf ke otot. 

Neuron motorik mengirimkan sinyal listrik yang menyebabkan otot berkontraksi. EMG menggunakan perangkat kecil yang disebut elektroda untuk menerjemahkan sinyal-sinyal ini ke dalam grafik, suara, atau nilai numerik, yang kemudian ditafsirkan oleh spesialis.  

Pemeriksaan ini bergradasi sesuai dengan kadar kalsium dalam darah, yaitu : (1) Grade 1 : kedutan di sudut bibir, (2) Grade 2 : kedutan di hidung, (3) Grade 3 : kedutan di mata, dan (4) Grade 4 : kedutan di otot-otot wajah. Pemeriksaan ini berkaitan dengan biperventilasi (pernapasan yang cepat). Dan, tanpa pemeriksaan ini, diagnosis Spasmofili tidak dapat ditentukan.

Hasil dari pemeriksaan adalah diketahuinya grade spasmofilia yang Anda miliki, yaitu :

  • Ringan (1 : positif 1)
  • Sedang (II : positif 2),
  • Berat (III : positif 3)
  • Amat berat (IV : positif 4)

Apa saja pilihan pengobatan untuk mengatasi spasmofilia?

Secara umum, penderita spasmofilia dapat dirawat lewat rawat jalan atau inap dan diberikan obat yang mengandung kalsium/magnesium dan obat penenang.

Selain itu, hal yang perlu diperhatikan bagi penderita spasmofilia adalah dengan makan makanan yang banyak mengandung kalsium, seperti susu sapi, telur, ikan, tahu, sayur dan buah, olahraga teratur, dan relaksasi dengan pijat/fisioterapi.

Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya magnesium dan kalium untuk melengkapi asupan kalsium. Sebagian besar dapat dimakan mentah atau dimasak ringan. Dikutip dari jurnal The Theory of Endobiogeny, berikut makanan yang baik untuk mengobati spasmofilia:

  • Bayam
  • Lentil
  • Alpukat
  • Bok choy
  • Bit
  • Pepaya
  • Brokoli
  • Tomat
  • Asparagus
  • Labu
  • Biji wijen
  • Kacang hitam
  • Biji bunga matahari
  • Nasi merah

Jika tidak diobati dengan tepat, spasmofilia dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti:

  • Asma
  • Penyakit paru obstruktif kronis
  • Stroke
  • Gangguan detak jantung
  • Arthrosis
  • Radang sendi
  • Sklerosis multipel
  • Epilepsi
  • Migrain
  • Tumor serebral
  • Kanker payudara.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Lidah buaya dan cuka apel adalah dua obat alami yang sering digunakan untuk penyakit psoriasis. Seberapa efektif kerja obat herbal psoriasis ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kulit, Psoriasis 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ada sejumlah pilihan obat cacing kremi yang bisa Anda coba, mulai dari obat kimia atau obat dari bahan alami. Baca selengkapnya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit