Daftar Orang yang Tidak Boleh Melakukan Donor Darah

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/07/2017
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah melakukan donor darah? Katanya, mendonorkan darah dengan rutin bisa menjaga tubuh selalu sehat karena siklus darah di dalam tubuh menjadi baik. Bahkan disebutkan juga bila donor darah dapat membuat timbangan berat badan Anda turun. Ingin mencobanya? Tapi tunggu dulu, ternyata tak semua orang dapat mendonorkan darahnya. Lalu siapa saja yang diperbolehkan untuk donor darah?

Siapa saja yang boleh melakukan donor darah?

Kegiatan donor darah sekarang tak hanya dilakukan di rumah sakit atau di markas Palang Merah Indonesia (PMI) saja, namun juga di tempat-tempat umum dan ramau seperti mall. Hal ini ditujukan agar semakin banyak orang menjadi relawan dan mendonorkan darahnya.

Bila Anda berusia 17-66 tahun, memiliki kondisi kesehatan yang sehat dan berat badan lebih dari 50 kg, Anda boleh mendonorkan darah. bahkan, Anda dapat menjadikannya sebagai sebuah rutinitas dan mencoba sendiri manfaatnya bagi kesehatan.

Lalu siapa yang tidak dianjurkan untuk mendonorkan darahnya?

Namun, sayangnya tak hanya usia dan status sehat secara umum saja yang dilihat ketika Anda ingin mendonorkan darah. Riwayat kesehatan dan beberapa kebiasaan lainnya juga menjadi syarat untuk menjadi pendonor.Berikut adalah kondisi di mana Anda tidak dianjurkan untuk mendonorkan darah:

  • Memiliki tekanan darah tinggi. Bila tekanan darah Anda lebih dari 180/100 mmHg, maka Anda tidak dapat melakukan donor darah. Jika tetap melakukannya, maka hanya akan membahayakan kondisi Anda.
  • Mengalami flu dan batuk. Meski bukan suatu penyakit yang parah, kondisi ini membuat tubuh menjadi tidak bugar dan segar. Jika ingin mendonorkan darah, sebaiknya pulihkan dahulu kondisi Anda.
  • Baru saja ditindik di tubuh. Anda tak boleh mendonorkan darah bila terdapat tindik di bagian lidah, hidung, pusar, dan bagian tubuh lain yang baru dipasangkan dalam waktu 12 bulan sebelumnya. Sementara, tindik di telinga masih diperbolehkan untuk mendonor.
  • Mengalami diabetes yang tak terkontrol. Bila Anda memiliki diabetes dan kadar gula darah Anda tak normal, maka Anda tak dianjurkan untuk mendonorkan darah.
  • Mengalami infeksi yang akut. Bagi Anda yang sedang menjalani pengobatan menggunakan antibiotik, sebaiknya tak mendonorkan darah terlebih dahulu. Sebab, antibiotik yang Anda minum bisa ditularkan melalui darah yang Anda donorkan.
  • Mengalami gangguan fungsi jantung. Jika Anda mengalami penyakit jantung seperti serangan jantung dalam waktu 6 bulan terakhir, maka Anda harus menunda mendonorkan darah.
  • Mengalami penyakit menular seksual, seperti sifilis atau gonore dalam 12 bulan terakhir. Anda harus menunggu 12 bulan setelah pengobatan Anda benar-benar selesai untuk dapat mendonorkan darah.
  • Sedang hamil. Ibu hamil tak diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya. Bila Anda ingin donor darah, maka Anda harus menunggu hingga 6 bulan setelah kelahiran.
  • Berat badan kurang dari 50 kg. Jumlah darah seseorang sesuai dengan proporsi berat badan dan tinggi badannya. Orang dengan berat badan terlalu ringan dianggap memiliki jumlah darah yang sedikit sehingga dikhawatirkan tidak dapat mentoleransi pengambilan darah sejumlah yang dibutuhkan dalam proses donor darah.

Selain itu, Anda tidak pernah boleh mendonorkan darah bila memiliki riwayat penyakit berikut:

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki kondisi tersebut, lebih baik Anda periksakan diri dulu ke dokter sebelum mendonorkan darah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020