Daftar Orang yang Tidak Boleh Melakukan Donor Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah melakukan donor darah? Katanya, mendonorkan darah dengan rutin bisa menjaga tubuh selalu sehat karena siklus darah di dalam tubuh menjadi baik. Bahkan disebutkan juga bila donor darah dapat membuat timbangan berat badan Anda turun. Ingin mencobanya? Tapi tunggu dulu, ternyata tak semua orang dapat mendonorkan darahnya. Lalu siapa saja yang diperbolehkan untuk donor darah?

Siapa saja yang boleh melakukan donor darah?

Kegiatan donor darah sekarang tak hanya dilakukan di rumah sakit atau di markas Palang Merah Indonesia (PMI) saja, namun juga di tempat-tempat umum dan ramau seperti mall. Hal ini ditujukan agar semakin banyak orang menjadi relawan dan mendonorkan darahnya.

Bila Anda berusia 17-66 tahun, memiliki kondisi kesehatan yang sehat dan berat badan lebih dari 50 kg, Anda boleh mendonorkan darah. bahkan, Anda dapat menjadikannya sebagai sebuah rutinitas dan mencoba sendiri manfaatnya bagi kesehatan.

Lalu siapa yang tidak dianjurkan untuk mendonorkan darahnya?

Namun, sayangnya tak hanya usia dan status sehat secara umum saja yang dilihat ketika Anda ingin mendonorkan darah. Riwayat kesehatan dan beberapa kebiasaan lainnya juga menjadi syarat untuk menjadi pendonor.Berikut adalah kondisi di mana Anda tidak dianjurkan untuk mendonorkan darah:

  • Memiliki tekanan darah tinggi. Bila tekanan darah Anda lebih dari 180/100 mmHg, maka Anda tidak dapat melakukan donor darah. Jika tetap melakukannya, maka hanya akan membahayakan kondisi Anda.
  • Mengalami flu dan batuk. Meski bukan suatu penyakit yang parah, kondisi ini membuat tubuh menjadi tidak bugar dan segar. Jika ingin mendonorkan darah, sebaiknya pulihkan dahulu kondisi Anda.
  • Baru saja ditindik di tubuh. Anda tak boleh mendonorkan darah bila terdapat tindik di bagian lidah, hidung, pusar, dan bagian tubuh lain yang baru dipasangkan dalam waktu 12 bulan sebelumnya. Sementara, tindik di telinga masih diperbolehkan untuk mendonor.
  • Mengalami diabetes yang tak terkontrol. Bila Anda memiliki diabetes dan kadar gula darah Anda tak normal, maka Anda tak dianjurkan untuk mendonorkan darah.
  • Mengalami infeksi yang akut. Bagi Anda yang sedang menjalani pengobatan menggunakan antibiotik, sebaiknya tak mendonorkan darah terlebih dahulu. Sebab, antibiotik yang Anda minum bisa ditularkan melalui darah yang Anda donorkan.
  • Mengalami gangguan fungsi jantung. Jika Anda mengalami penyakit jantung seperti serangan jantung dalam waktu 6 bulan terakhir, maka Anda harus menunda mendonorkan darah.
  • Mengalami penyakit menular seksual, seperti sifilis atau gonore dalam 12 bulan terakhir. Anda harus menunggu 12 bulan setelah pengobatan Anda benar-benar selesai untuk dapat mendonorkan darah.
  • Sedang hamil. Ibu hamil tak diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya. Bila Anda ingin donor darah, maka Anda harus menunggu hingga 6 bulan setelah kelahiran.
  • Berat badan kurang dari 50 kg. Jumlah darah seseorang sesuai dengan proporsi berat badan dan tinggi badannya. Orang dengan berat badan terlalu ringan dianggap memiliki jumlah darah yang sedikit sehingga dikhawatirkan tidak dapat mentoleransi pengambilan darah sejumlah yang dibutuhkan dalam proses donor darah.

Selain itu, Anda tidak pernah boleh mendonorkan darah bila memiliki riwayat penyakit berikut:

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki kondisi tersebut, lebih baik Anda periksakan diri dulu ke dokter sebelum mendonorkan darah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sengatan lebah

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
gejala leptospirosis

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit