Sejarah Vaksin: Berawal dari Cacar Sapi Hingga ke Rabies

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Vaksin merupakan salah satu pencegahan paling penting terhadap penyakit-penyakit yang mudah sekali menular. Sudah banyak sekali berbagai macam vaksin diproduksi untuk mencegah Anda terkena penyakit. Namun tahukah Anda bagaimana asal mula vaksin itu ditemukan? 

Era sebelum vaksin

Istilah vaksin baru dikenal pada tahun 1796 ketika vaksin cacar pertama berhasil diketemukan. Sebelum itu, usaha untuk mencegah terjadinya infeksi oleh sebuah penyakit telah dilakukan sejak jaman Yunani kuno, 429 SM. Pada saat itu, seorang ahli sejarah Yunani menemukan bahwa orang-orang yang berhasil sembuh dari cacar tidak pernah terinfeksi cacar untuk yang keduakalinya.

Pada tahun 900, orang-orang Cina menemukan bentuk kuno dari vaksinasi, yaitu variolasi. Variolasi adalah proses memindahkan virus cacar dari lesi penderita cacar ke orang-orang yang sehat, dengan tujuan untuk mencegah infeksi cacar. Variolasi mulai menyebar ke tanah Eropa pada abad ke-18 ketika terjadi wabah cacar. Dengan variolasi, tingkat kematian akibat cacar dapat dikurangi pada saat itu.

Edward Jenner, cacar sapi, dan variola

Vaksin yang pertama kali dibuat adalah untuk variola atau cacar yang dibuat untuk mencegah penyakit variola yang sangat mematikan. Vaksin tersebut dibuat oleh seorang dokter bernama Edward Jenner di Berkeley suatu daerah pedesaan di Inggris pada tahun 1796.

Dengan mengambil nanah lesi cacar sapi dari tangan seorang pemerah susu, dr. Jenner menularkan seorang anak berusia 8 tahun, James Phipps, dengan virus cacar sapi. Enam minggu kemudian dr. Jenner melakukan variolasi (proses memindahkan pus dari lesi aktif seseorang yang menderita variola, ke lengan orang lain yang sehat dengan menggunakan sebuah jarum) terhadap 2 titik di lengan Phipps dengan virus variola.

Hasilnya, ternyata anak laki-laki tersebut tidak terinfeksi variola dan tetap sehat meskipun prosedur variolasi diulang untuk keduakalinya.

Bagaimana dr. Jenner mendapat ide untuk vaksin?

Hal yang menarik adalah bagaimana seorang dokter yang tinggal di pedesaan dapat menemukan konsep mengenai vaksin di tengah keterbatasan fasilitas? Pada awalnya  dr. Jenner memperhatikan penduduk lokal yang mayoritas bermatapencaharian sebagai peternak. Mereka yang memerah susu sapi sering kali terinfeksi oleh cacar sapi (cow pox) yang menyebabkan muncul lesi pustul pada tangan dan lengan.

Ternyata mereka yang pernah terinfeksi dengan cacar sapi menjadi kebal terhadap infeksi variola yang mana pada saat itu terjadi wabah variola di desa tersebut. Dengan pengalaman tersebut, dr. Jenner memulai penelitian klinis yang pertama di dunia. Penelitian itu menghasilkan alternatif terhadap variolasi  yang sudah dilakukan di Asia pada tahun 1600an dan di Eropa serta Amerika pada awal tahun 1700an.

Kenapa dinamakan vaksin?

Istilah vaksin digunakan oleh dr. Jenner oleh karena substansi ini berasal dari cacar sapi, di mana sapi dalam bahasa latin adalah vacca. Istilah vaksin mengacu pada vaksin variola hingga pada tahun 1885 Louis Pasteur, seorang ahli kimia, menemukan vaksin untuk rabies. Sejak saat itu, istilah vaksin menjadi lebih umum, yaitu suspensi berisi mikroorganisme yang telah dilemahkan atau dinonaktifkan, yang berfungsi untuk menimbulkan kekebalan dan mencegah terinfeks suatu penyakit.

Kesuksesan dalam mencegah berbagai penyakit di seluruh dunia

Sejak itu, vaksin terus berkembang dan menjadi salah satu pilar utama untuk mencegah penyakit menular. Salah satu tanda kesuksesan vaksin yang paling besar adalah ketika WHO berhasil menghapuskan cacar dengan cara memperluas cakupan vaksinasi cacar hingga ke seluruh dunia pada tahun 1956.

Pada tahun 1980 akhirnya cacar dinyatakan telah tereradikasi, salah satu pencapaian terbesar dunia kedokteran. Selain cacar, beberapa penyakit lain sudah ditemukan vaksinnya seperti campak, polio, pertusis, difteri, dan tetanus.

Melihat dari sejarah, tujuan pembuatan vaksin tidak lain adalah untuk menyelamatkan umat manusia dari penyakit menular yang mematikan seperti cacar. Jangan sampai karena kelalaian dan informasi yang tidak jelas membuat kita takut untuk melakukan vaksinasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin Cacar Air (Varisela), Ketahui Manfaat dan Jadwal Pemberiannya

Hati-hati. Cacar air paling mudah menular pada anak kecil dan orang dewasa yang tidak pernah mendapatkan vaksin lewat program imunisasi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 24/05/2020 . 8 menit baca

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 21/05/2020 . 8 menit baca

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Vaksin konvensional tak cukup efektif mencegah penularan berbagai penyakit baru. Vaksinasi modern kini mengandalkan teknologi vaksin terbaru, yakni mRNA.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/05/2020 . 4 menit baca

Aturan Imunisasi untuk Bayi Prematur Ini Penting Diketahui

Bayi prematur cenderung lemah dengan berat badan rendah. Apakah bayi prematur perlu mendapat imunisasi? Kapan imunisasi tersebut dapat dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 02/05/2020 . 8 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mutasi coronavirus

Mutasi Bikin Coronavirus Lebih Mudah Menular? Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
vaksin rotavirus

Vaksin Rotavirus, Bermanfaat untuk Mencegah Diare Parah pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . 7 menit baca
tinggi anak, tumbuh kembang anak pandemi

Pentingnya Mengontrol Tumbuh Kembang Anak Saat Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 4 menit baca
jenis imunisasi

Jenis Imunisasi yang Perlu Diberikan pada Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 11 menit baca