Agar Tidak Jadi Sarang Kuman, Harus Seberapa Sering Mencuci Handuk?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda handuk mandi bisa jadi sumber bakteri? Handuk dipakai berkali-kali untuk mengeringkan bagian tubuh yang basah dan hal ini membuat handuk jadi lembap. Tentu saja, area lembap dan basah jadi tempat favorit dari kuman dan bakteri. Nah, sebenarnya seberapa sering harusnya mencuci handuk dan menggantinya dengan yang baru?

Kenapa harus rajin mencuci handuk?

handuk mandi tularkan kuman penyakit

Philip Tierno, Ph.D., profesor klinis patologi dan mikrobiologi di NYU School of Medicine, menyatakan bahwa saat mandi, kuman termasuk bakteri tak sepenuhnya hilang dari tubuh. Oleh karena itu, sangat mungkin bagi bakteri untuk menempel, menetap, dan bersarang di handuk.

Bahkan Chuck Gerba, Ph.D, profesor mikrobiologi di University of Arizona, menyatakan bahwa bakteri di handuk akan terus bertambah hari demi hari setiap kali Anda menggunakannya. Sebuah penelitian yang telah ia lakukan bersama rekannya menemukan fakta bahwa handuk bekas pakai memiliki bakteri coliform 1.000 kali lebih banyak daripada handuk yang baru dibeli.

Hal ini tentu saja karena bakteri menyukai lingkungan yang gelap dan lembap. Nah coba sekarang ingat-ingat, apakah handuk bekas pakai Anda biasanya ditaruh kembali di kamar mandi atau dijemur di luar ruangan supaya kering?

Jika Anda menaruhnya di kamar mandi, jangan heran jika bakteri tumbuh dengan subur. Pasalnya, kamar mandi merupakan ruangan tertutup yang gelap serta lembap dan menjadi tempat terbaik bagi bakteri untuk berkembang biak.

Kalau tak rajin mencucinya, penyakit infeksi sangat mungkin menyerang Anda, lho. Apalagi jika Anda sedang memiliki luka terbuka di tubuh. Kesempatan bakteri yang ada di handuk untuk pindah ke kulit dan masuk ke dalam luka untuk menginfeksi sangat besar.

Jadi, harus seberapa sering mencuci handuk?

Menurut Aaron Glatt, MD, FACP, FIDSA, FSHEA, ketua kedokteran dan ahli epidemiologi rumah sakit di Rumah Sakit Komunitas Nassau, memang sangat kecil peluang Anda terkena penyakit infeksi serius akibat bakteri dari handuk, tapi tentu saja lebih baik menjaganya tetap bersih. Untuk itu, yang perlu dilakukan yaitu rajin-rajin mencuci handuk. Baiknya gunakan air panas saat mencuci handuk. Pasalnya air panas bisa membunuh bakteri secara efektif.

Sebaiknya, cucilah setiap tiga sampai empat kali penggunaan. Artinya, jika Anda mandi dua kali sehari maka cucilah handuk dua hari sekali. Meski kelihatannya bersih, kuman yang berkumpul di dalam handuk sangatlah banyak. Anda memang tidak mungkin langsung sakit saat menggunakan handuk yang kotor tetapi peluang terkena penyakit infeksi tetap tidak bisa dihindari.

Apalagi jika Anda termasuk orang yang memiliki jerawat di punggung. Sebaiknya, gantilah handuk setiap hari. Pasalnya, ketika Anda menggosok kulit dengan handuk apalagi pada jerawat yang bernanah dan pecah maka bakteri dengan sangat mudah masuk dan menginfeksi.

Jangan lupa, usahakan untuk menjemur handuk setiap habis dipakai hingga kering. Dengan begitu pertumbuhan bakteri di dalam handuk akan berkurang. Selain itu, ingat bahwa handuk adalah barang pribadi yang tak seharusnya dipinjamkan ke orang lain termasuk keluarga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

Dalam penularan penyakit tuberkulosis ada yang disebut infeksi TB laten. Apa itu infeksi TB laten? Apakah hal ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pernapasan, TBC 31/03/2020 . Waktu baca 6 menit

Jangan Langsung Pakai Handuk Baru, Cuci Dulu dengan Cara Ini

Handuk baru dapat menjadi sumber penyakit jika Anda tidak mencucinya dengan benar. Mengapa demikian, dan seperti apa cara yang tepat untuk mencuci handuk?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/03/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu waspada karena anak juga bisa tertular penyakit dari kucing.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting 25/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Awas, Mesin Cuci Kotor Bisa Menjadi Rumah Bagi 5 Bakteri Ini

Mesin cuci memang cara praktis membersihkan baju. Namun, tahukah Anda bahwa banyak bakteri terdapat pada mesin cuci, terutama jika mesin tak pernah dicuci?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 06/08/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bakteri bahaya dalam jamur enoki korea selatan

Pemerintah Musnahkan Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri, Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/07/2020 . Waktu baca 4 menit
bakteri pada uang kertas

Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit
gedung perkantoran ditinggal kosong

Ancaman Kesehatan Selain COVID-19 Saat Masuk ke Gedung yang Lama Tak Dihuni

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . Waktu baca 3 menit