Cara Benar Mencuci Pakaian Supaya Ampuh Membunuh Kuman Penyakit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda sudah capek-capek mencuci pakaian, tapi apakah Anda yakin jika semua kuman yang menempel pada pakaian Anda hilang setelah dicuci? Atau jangan-jangan selama ini baju yang Anda pakai masih dipenuhi dengan kuman?

Bagaimana cara mencuci pakaian agar bisa membunuh bakteri dan kuman penyakit?

Tahukah Anda bahwa semua pakaian yang Anda gunakan mengandung banyak bakteri dan kuman penyakit? Apalagi jika Anda menghabiskan kegiatan seharian di luar rumah, maka semakin banyak kuman yang akan menempel di baju dan celana Anda. Belum lagi keringat yang menempel di baju membuat kuman semakin banyak ada di pakaian.

Oleh karena itu, pakaian yang telah digunakan sebaiknya dicuci agar semua kuman-kuman tersebut hilang. Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi hilangnya kuman ketika Anda mencuci pakaian:

Jenis dan sifat air akan memengaruhi kebersihan dari pakaian Anda

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam International Scientific Forum on Home Hygiene, menyatakan bahwa mencuci pakaian dengan air yang suhunya rendah mungkin tidak cukup kuat untuk membunuh kuman penyakit yang menempel di baju dan celana. Bahkan disebutkan dalam penelitian di Jerman bahwa pakaian mungkin saja terkontaminasi dengan bakteri Staphylococcus aureus yang merupakan bakteri penyebab dari infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit serta pneumonia.

Dalam studi ini disebutkan bahwa kuman penyakit hanya akan mati jika dicuci dengan menggunakan air yang bersuhu di atas 40 derajat celcius dan dikombinasikan dengan penggunaan detergen dan pemutih. Virus dan bakteri penyakit lain yang bisa ada di dalam pakaian Anda yaitu Salmonella, virus hepatitis A, norovirus, rotavirus, dan E.coli. Faktanya, mencuci pakaian dengan suhu 30-40 derajat celcius hanya membunuh sebanyak 6% tungau dan kuman penyakit yang menempel.

Jika Anda menggunakan air dingin saat mencuci baju dan celana Anda, maka Anda sebaiknya menambahkan cairan disinfektan agar kuman mati.

Kuman yang hilang juga tergantung dengan jenis deterjen yang Anda gunakan

Sebenarnya, semua produk deterjen mungkin memiliki kandungan zat kimia yang sama. Sama-sama mampu untuk menghilangkan noda di pakaian. Namun bagaimana dengan bakteri dan kuman di pakaian?

Terdapat dua jenis deterjen untuk mencuci pakaian yang bisa Anda gunakan. Pertama adalah deterjen non-biologis yang mengandung pemutih untuk membersihkan dan mengandung disinfektan. Sedangkan deterjen lainnya yaitu deterjen biologis yang bergantung pada enzim yang dianggap kurang mampu membunuh kuman penyakit.

Tidak hanya itu, deterjen juga terbagi dua berdasarkan bentuknya, yaitu cair dan bubuk. Deterjen cair lebih tepat digunakan untuk mencuci dengan air dingin, sedangkan deterjen bubuk sebaliknya.

Selain disinfektan, Anda sebaiknya menjemur pakaian Anda di bawah sinar matahari langsung. Sebab, tidak hanya membuat pakaian lebih cepat kering, sinar matahari juga dianggap mampu membantu dalam membunuh kuman yang masih tertinggal di pakaian.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit