Buat Apa Sih, Jemur Kasur, Bantal, dan Guling di Bawah Terik Matahari?

    Buat Apa Sih, Jemur Kasur, Bantal, dan Guling di Bawah Terik Matahari?

    Ketika cuaca sedang panas terik, Anda mungkin melihat banyak orang menjemur bantal, guling, atau kasur mereka di bawah paparan sinar matahari. Aktivitas bersih-bersih rumah yang satu ini memang sudah jadi kebiasaan masyarakat di negara-negara yang mendapat cukup sinar matahari sepanjang tahun, termasuk Indonesia. Akan tetapi, sebenarnya untuk apa jemur kasur, bantal, dan guling di bawah matahari?

    Benarkah ini cara yang tepat untuk membersihkan peralatan tempat tidur Anda? Langsung simak ulasan berikut ini untuk mencari tahu jawabannya.

    Kenapa harus jemur kasur, bantal, dan guling di bawah matahari?

    cara membersihkan spring bed kasur

    Sejak dulu, kebiasaan menjemur bantal, guling, dan kasur sudah dilakukan. Namun, mungkin masih banyak yang belum tahu betul apa manfaat dari kegiatan tersebut.

    Ternyata, meletakkan bantal, guling, dan kasur di bawah matahari memberikan banyak manfaat untuk kualitas tidur.

    Bahkan nantinya, kebiasaan tersebut juga berdampak positif pada kesehatan dan kebersihan diri dan perilaku hidup bersih serta sehat.

    Berikut adalah manfaat jemur kasur, bantal, dan guling langsung di bawah sinar matahari.

    1. Membunuh kuman yang hinggap

    Sadarkah Anda bahwa kasur, bantal, dan guling adalah perlengkapan yang memiliki kontak erat dengan tubuh setiap hari?

    Tak mengherankan apabila bakteri, kuman, bahkan virus dapat berkumpul di perlengkapan tidur Anda.

    Hal ini belum ditambah lagi dengan menumpuknya debu, kotoran, atau sel-sel kulit mati di atas kasur.

    Jika dibiarkan begitu saja, tumpukan kuman, debu, dan kotoran ini berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari iritasi kulit, alergi, hingga asma.

    Nah, paparan sinar matahari yang terik dan panas dipercaya bisa membunuh organisme-organisme di atas kasur, bantal, dan guling.

    Sebuah studi dari jurnal Microbiome yang dilakukan oleh University of Oregon menunjukkan efek sinar matahari terhadap perkembangbiakkan bakteri.

    Hasilnya, sebanyak 12% bakteri di ruangan gelap dapat bertahan hidup dan berkembang biak. Sementara itu, hanya 6,1-6,8% bakteri yang dapat bertahan hidup di ruangan dengan paparan sinar matahari.

    2. Membasmi tungau alias kutu kasur

    Apabila Anda sering menemukan adanya tungau atau kutu kasur di tempat tidur, menjemur bantal, guling, dan kasur Anda adalah solusi yang diyakini efektif.

    Tungau dan bakteri-bakteri tertentu memang tidak bisa bertahan hidup dalam suhu yang sangat tinggi (di atas 50 derajat Celsius).

    Oleh karena itu, semakin terik sinar mataharinya, semakin ampuh pula dalam membunuh tungau kasur.

    3. Menjaga ukuran asli kasur, bantal, dan guling

    Jemur kasur, bantal, dan guling juga bisa membuat perlengkapan tidur tersebut jadi menggembung lagi.

    Pasalnya, setelah sekian lama, perlengkapan tidur Anda akan menyerap kelembapan dari keringat atau cairan tubuh.

    Hal ini yang berpotensi membuat bagian dalam bantal, guling, dan kasur jadi lebih pipih atau kempis.

    4. Mencegah kasur, bantal, dan guling jadi lembap

    Kebiasaan jemur perlengkapan tidur di bawah sinar matahari bisa membuat kelembapan yang terjebak dalam bantal, guling, dan kasur menguap.

    Jika kasur, bantal, dan guling terus-menerus berada di kondisi yang lembap, besar kemungkinan bakteri dan jamur akan senang berkembang biak di sana.

    Hal ini tentu akan diperburuk dengan adanya air conditioner (AC) atau humidifier di kamar.

    Bagaimana cara jemur kasur, bantal, dan guling?

    Setelah tahu apa saja manfaat jemur kasur, bantal, dan guling, kini waktunya Anda mempelajari cara menjemur yang tepat.

    Ikuti langkah-langkah di bawah untuk menjemur perlengkapan tidur Anda.

    • Setelah mencuci kasur, bantal, dan guling, semprotkan cairan disinfektan ke seluruh bagian.
    • Jemur perlengkapan tidur yang sudah dicuci di bawah terik matahari.
    • Anda tak perlu menjemur terlalu lama, cukup tunggu sampai kering sepenuhnya.
    • Saat menjemur, jauhkan bantal, guling, dan kasur dari debu atau kotoran di sekitar.

    Setelah selesai mencuci dan jemur kasur, guling, dan bantal, hal terpenting yang harus Anda lakukan adalah mencegah penumpukan kuman berlebih serta munculnya kutu kasur.

    Untuk mencegah alergi atau serangan asma karena kutu, tungau, dan organisme-organisme lain di bantal guling, Anda harus rutin membersihkan bantal dan guling.

    Cuci dan ganti seprai, sarung bantal, dan sarung guling seminggu sekali. Sementara itu, untuk bagian dalam bantal dan guling, Anda bisa membersihkannya setiap tiga bulan sekali.

    Jika Anda dan keluarga alergi terhadap kutu dan tungau kasur, pilih seprai dan sarung bantal guling khusus yang tidak bisa dihinggapi organisme-organisme.

    Seprai jenis ini biasanya tersedia di pusat perlengkapan rumah tangga.

    Pastikan juga sirkulasi udara di kamar tidur Anda cukup baik. Pasalnya, binatang-binatang kecil tersebut akan berkembang biak di ruangan yang lembap.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    How to Clean a Mattress – Mattress Help. (2021). Retrieved April 8, 2021, from https://mattresshelp.org/how-to-clean-a-mattress/ 

    Mold Course Chapter 2: Why and Where Mold Grows – U.S. Environmental Protection Agency. (n.d.). Retrieved April 8, 2021, from https://www.epa.gov/mold/mold-course-chapter-2 

    Do-it-yourself Bed Bug Control – U.S. Environmental Protection Agency. (n.d.). Retrieved April 8, 2021, from https://www.epa.gov/bedbugs/do-it-yourself-bed-bug-control 

    House dust mite – Better Health. (2017). Retrieved April 8, 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/house-dust-mite 

    Fahimipour, A., Hartmann, E., Siemens, A., Kline, J., Levin, D., & Wilson, H. et al. (2018). Daylight exposure modulates bacterial communities associated with household dust. Microbiome, 6(1). https://doi.org/10.1186/s40168-018-0559-4

    Portnoy, J., Miller, J. D., Williams, P. B., Chew, G. L., Miller, J. D., Zaitoun, F., Phipatanakul, W., Kennedy, K., Barnes, C., Grimes, C., Larenas-Linnemann, D., Sublett, J., Bernstein, D., Blessing-Moore, J., Khan, D., Lang, D., Nicklas, R., Oppenheimer, J., Randolph, C., Schuller, D., … Practice Parameter Workgroup (2013). Environmental assessment and exposure control of dust mites: a practice parameter. Annals of allergy, asthma & immunology : official publication of the American College of Allergy, Asthma, & Immunology, 111(6), 465–507. https://doi.org/10.1016/j.anai.2013.09.018

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui Sep 09, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.