home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas, Mesin Cuci Kotor Bisa Menjadi Rumah Bagi 5 Bakteri Ini

Awas, Mesin Cuci Kotor Bisa Menjadi Rumah Bagi 5 Bakteri Ini

Walaupun sering terkena sabun, mesin cuci sebenarnya merupakan habitat ideal bagi berbagai jenis mikroba, seperti bakteri. Sebagian besar bakteri pada mesin cuci berasal dari pakaian kotor. Jika mesin cuci tidak rutin dibersihkan, berbagai mikroba ini dapat berkembang biak dan menyebabkan penyakit.

Berbagai jenis bakteri pada mesin cuci kotor

Pakaian kotor yang diletakkan pada mesin cuci biasanya telah terkontaminasi oleh berbagai bakteri, virus, dan jamur yang berasal dari lingkungan.

Mesin cuci sendiri memiliki sifat yang lembap dan hangat. Kondisi ini tentu sangat tepat untuk bakteri pada mesin cuci berkembang biak.

Ada berbagai jenis mikroba yang mendiami mesin cuci. Mengutip sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Microbiology, berikut adalah beberapa bakteri yang ada pada mesin cuci kotor.

1. Staphylococcus (staph)

Secara alamiah, bakteri Staphylococcus hidup di permukaan kulit dan hidung. Bakteri ini dapat berpindah dari kulit ke pakaian, lalu pada mesin cuci.

Jumlahnya akan bertambah seiring menumpuknya pakaian, terutama jika mesin cuci dibiarkan kotor.

Infeksi staph terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terluka. Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah juga berisiko mengalami kondisi ini.

Infeksi bahkan dapat berlanjut menjadi masalah kulit, seperti:

  • Bisul berisi nanah
  • Selulitis (infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam)
  • Impetigo (infeksi kulit menular yang ditandai dengan ruam nyeri)
  • Staphylococcal scalded skin syndrome (ruam dan luka lepuh akibat racun yang diproduksi bakteri staph)

2. Escherichia coli (E. coli)

Bakteri E. coli sebenarnya bermanfaat untuk memproduksi vitamin K2 dalam pembentukan feses. Namun, partikel feses yang mengandung bakteri ini bisa mengontaminasi pakaian kotor yang ada pada mesin cuci tanpa disadari.

Bakteri ini kemudian masuk ke tubuh melalui mulut. Beberapa jenis bakteri E. coli dapat menghasilkan racun dalam sistem pencernaan.

Kondisi ini akan mengakibatkan penyakit pada saluran cerna seperti diare, sakit perut, mual dan muntah, hingga infeksi usus.

3. Corynebacterium

Corynebacterium adalah bakteri normal yang terdapat pada kulit, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Sebagian besar spesies Corynebacterium tidak menyebabkan penyakit, tapi ada sejumlah spesies lainnya yang diketahui menyebabkan penyakit difteri.

Bakteri ini dapat berpindah ke pakaian dan tumbuh subur pada mesin cuci yang kotor. Infeksinya terbilang jarang, tapi orang yang sistem imunnya lemah harus berhati-hati karena lebih rentan terhadap infeksi.

4. Propionibacterium

Kulit Anda juga merupakan tempat tinggal ideal bagi propionibacterium. Bakteri ini berkembang biak dalam lingkungan yang banyak mengandung minyak, misalnya folikel rambut pada kulit wajah.

Bakteri ini juga bisa Anda temui pada mesin cuci yang jarang dibersihkan, alias kotor.

Propionibacterium dalam jumlah berlebih dapat menginfeksi folikel rambut, memicu reaksi peradangan, dan akhirnya menimbulkan jerawat. Jerawat yang terbentuk biasanya berbentuk papula (tanpa nanah) atau pustula (berisi nanah).

5. Pseudomonas

Bakteri pseudomonas hidup dan berkembang biak di lingkungan lembap serta berair. Itu sebabnya, bakteri ini berkembang biak dengan baik pada mesin cuci kotor.

Apalagi jika Anda sering menumpuk pakaian kotor dan lembap dalam waktu lama.

Infeksi pseudomonas biasanya tidak berpengaruh besar bagi orang sehat. Namun, mereka yang menderita penyakit kronis atau memiliki kekebalan tubuh lemah berisiko mengalami gejala, seperti ruam dan jerawat berisi nanah.

Berbagai bakteri dalam mesin cuci yang kotor sebenarnya dapat ditemukan secara alamiah pada tubuh Anda. Bakteri-bakteri ini baru menginfeksi ketika sistem kekebalan tubuh melemah atau Anda terpapar langsung.

Cara terbaik untuk mencegah kontaminasi adalah dengan menghambat pertumbuhan bakteri. Jika Anda rutin menggunakan mesin cuci seminggu sekali, bersihkan mesin cuci Anda setiap bulan.

Apabila Anda menggunakan mesin cuci hanya sesekali setiap bulan, bersihkan mesin cuci Anda setiap beberapa bulan sekali. Gunakan air panas dan pemutih pakaian untuk membasmi setiap kuman.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Callewaert, C., Van Nevel, S., Kerckhof, F., Granitsiotis, M. and Boon, N. (2015). Bacterial Exchange in Household Washing Machines. Frontiers in Microbiology, 6.

Staph infections. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/staph-infections/symptoms-causes/syc-20356221 Diakses pada 11 Juli 2019.

E. coli infection: Symptoms, causes, and treatment. https://www.medicalnewstoday.com/articles/68511.php Diakses pada 11 Juli 2019.

Corynebacterium. https://www.sciencedirect.com/topics/immunology-and-microbiology/corynebacterium Diakses pada 11 Juli 2019.

Propionibacterium Infections. https://emedicine.medscape.com/article/226337-overview#a5 Diakses pada 11 Juli 2019.

Acne Vulgaris. https://emedicine.medscape.com/article/1069804-overview Diakses pada 11 Juli 2019.

Pseudomonas infections: What to know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322386.php Diakses pada 11 Juli 2019.


Foto Penulis
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 07/07/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x