3 Hal Utama yang Menyebabkan Amandel Bengkak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah mengalami operasi amandel? Jika ya, bagaimana rasanya? Operasi amandel umumnya dilakukan karena terjadinya peradangan yang menyebabkan amandel Anda membengkak. Namun tahukah Anda, bahwa selain karena peradangan amandel, Anda juga bisa mengalami amandel bengkak karena penyebab yang lain? Berikut penjelasannya.

Penyebab amandel bengkak

Tonsil atau amandel sebenarnya adalah sekumpulan jaringan berbentuk kelenjar, yang terletak pada bagian belakang tenggorokan Anda. Melindungi tubuh dari infeksi yang akan menyerang tubuh melalui mulut, dengan sel darah putih yang tonsil miliki. Amandel juga dapat mengalami pembengkakan. Amandel bengkak dapat terjadi karena beberapa hal, di antaranya:

1. Penyakit asam lambung (GERD)

Makanan yang Anda makan, dari tenggorokan menuju ke lambung, harus melewati suatu tabung panjang penguhubung yang dinamakan dengan kerongkongan. Otot berupa katup pada kerongkongan inilah yang mencegah adanya arus balik pada makanan dari lambung kembali ke tenggorokan.

Namun, saat katup pada otot kerongkongan tidak bekerja sebagaimana mestinya, dengan menutup jalan agar makanan tidak kembali ke tenggorokan, asam lambung Anda mengalir ke kerongkongan, lalu mengiritasi dinding kerongkongan. Kondisi inilah yang lalu dikenal dengan penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Suatu penelitian yang dilakukan oleh American Academy of  Otolaryngology mengungkapkan bahwa, penyakit asam lambung (GERD) ini dapat memicu terjadinya amandel bengkak. Penelitian tersebut didukung oleh Dokter Michael Friedman, yang mengatakan bahwa pembesaran amandel ini bisa terjadi karena asam lambung memberi dampak yang sama dengan penyebab penyakit lain terhadap amandel.

2. Kebiasaan merokok

Suatu penelitian yang dilakukan di Colorado menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku merokok dengan pembesaran hingga kanker pada amandel. Kondisi ini diprediksi terjadi sebagai reaksi dari amandel terhadap reaksi kimia yang terkandung dalam rokok.

3. Radang amandel

Peradangan amandel inilah yang mungkin Anda pernah alami. Seperti yang telah disebutkan di atas, amandel mendukung sistem imun tubuh dengan melindungi tubuh dari serangan infeksi yang akan masuk menyerang tubuh melalui mulut. Namun saat amandel itu sendiri yang justru terinfeksi, ia akan meradang yang menyebabkan amandel bengkak.

Peradangan tonsil ini dikenal dengan tonsilitis. Gejala-gejala yang biasanya ditunjukkan saat tonsil mengalami peradangan antara lain adalah demam, timbulnya rasa sakit pada tenggorokan dan rasa sakit saat menelan, serta warnanya yang memerah.

Peradangan amandel ini dapat terjadi karena disebabkan beberapa hal, seperti virus dan bakteri. Virus yang menyebabkan peradangan pada tonsil adalah virus yang sama dengan virus yang menyebabkan batuk dan flu. Sedangkan bakteri yang menyebabkan tonsilitis umumnya adalah bakteri streptococcus bacteria.

Apakah amandel bengkak harus dioperasi?

Amandel bengkak yang mulai mengganggu Anda biasanya akan ditangani dengan tonsilektomi. Tonsilektomi adalah prosedur medis berupa operasi untuk mengangkat amandel yang kehadirannya dirasa mengganggu. Selain karena amandel yang membengkak, tonsilektomi biasanya akan dilakukan, bila:

  • Terjadinya tonsilitis lima hingga tujuh kali Anda alami dalam satu tahun.
  • Anda mulai mengalami kesulitan dalam bernapas.
  • Anda sering mendengkur saat tidur dengan volume yang keras.
  • Amandel Anda mengalami pendarahan.
  • Anda mengalami kesulitan dalam menelan makanan terutama daging
  • Anda mengalami kanker amandel.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit