Suka Main Sepak Bola? Waspada Cedera Lutut Robekan Meniskus

Oleh

Bagi Anda penggemar olahraga sepakbola, pasti sering mendengar istilah robekan meniskus. Robekan meniskus merupakan cedera yang umum terjadi pada atlit sepakbola dan termasuk dalam 4 cedera yang paling sering dialami oleh para pesepakbola.

Apa itu robekan meniskus?

Meniskus adalah sebuah jaringan tulang rawan pada lutut yang berfungsi sebagai bantalan dan menstabilkan persendian lutut. Keberadaan meniskus membuat kedua tulang paha dan tulang kering tidak saling bergesekan ketika terjadi pergerakan pada sendi lutut. Setiap sendi memiliki 2 meniskus, yaitu di tepi bagian luar dan di tepi bagian dalam.

Cedera pada meniskus terjadi akibat pergerakan memutar pada sendi lutut ketika kaki dalam kondisi menapak dan sendi lutut dalam posisi ditekuk. Terkadang, trauma langsung pada lutut juga dapat menyebabkan robekan meniskus. Semakin tua, meniskus akan semakin lemah dan rentan terhadap cedera.

Ciri-ciri dan gejala robekan meniskus

Gejala robekan meniskus terdiri dari 3 derajat. Dengan robekan meniskus ringan, Anda akan merasakan nyeri minimal dan pembengkakan sendi lutut yang biasanya akan sembuh dalam 2-3 minggu.

Pada robekan meniscus sedang, Anda akan merasakan nyeri yang lebih terlokalisir, bisa di sisi luar lutut atau di sisi dalam lutut. Bengkak akan semakin buruk dalam 2-3 hari. Sendi lutut menjadi kaku dan pergerakan menjadi terbatas. Gejala akan menghilang dalam 2-3 minggu, namun bisa muncul kembali jika lutut Anda terpelintir atau digunakan terlalu sering. Jika tidak ditangani, nyeri dapat timbul-tenggelam selama bertahun-tahun.

Sedangkan pada cedera meniskus berat, sebagian meniskus dapat terputus dan berpindah ke ruang sendi menyebabkan lutut Anda mengeluarkan suara “pop!” atau sendi Anda menjadi terkunci. Artinya, Anda jadi tidak dapat meluruskan sendi lutut Anda.

Diagnosis dan pengobatan cedera robekan meniskus

Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik untuk melihat kemungkinan adanya robekan pada meniskus, seperti McMurray Test dan Apley Test. Selain itu dokter akan meminta pemeriksaan pencitraan seperti rontgen atau scan MRI untuk melihat gambaran sendi lutut Anda.

Pada kondisi yang berat, Anda mungkin membutuhkan tatalaksana operasi untuk memperbaiki cedera meniskus Anda, namun sebagian besar roberkan meniskus tidak memerlukan operasi. Untuk mempercepat penyembuhan, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:

  1. Istirahatkan lutut Anda. Kurangi aktivitas yang mengharuskan Anda berjalan. Untuk membantu mengurangi beban pada lutut, Anda dapat menggunakan alat bantu seperti kruk.
  2. Berikan es untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. Lakukan selama 15-20 menit setiap 3-4 jam selama 2-3 hari atau hingga nyeri dan bengkak hilang.
  3. Kompres dengan menggunakan perban elastis untuk mengurangi bengkak.
  4. Posisikan lutut Anda lebih tinggi dengan menaruh bantal dibawah tumit Anda.
  5. Obat anti inflamasi bisa menjadi pilihan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.
  6. Konsultasikan dengan dokter untuk fisioterapi.

Apabila robekan meniskus cukup besar, sehingga lutut tidak stabil dan terkunci maka kemungkinan besar Anda membutuhkan operasi untuk memperbaiki struktur meniskus atau membuang pecahan meniskus yang mengganggu.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 13, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 24, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca