7 Hal yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Naik Gunung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2017 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bukan anak milenial Indonesia namanya kalau tidak mendeklarasikan naik gunung sebagai salah satu hobinya. Tidak sulit sebenarnya untuk mengetahui apa yang menjadi pesona naik gunung sebagai alternatif hiburan yang sangat populer belakangan ini. Mendaki gunung menjelajahi alam terbukti memberikan efek relaksasi yang bisa meredakan stress dan membuat kita lebih bahagia.

Namun meski terlihat mudah, ada sejumlah persiapan naik gunung yang yang harus Anda perhatikan dari jauh-jauh hari agar petualangan Anda bebas hambatan. Catat baik-baik, ya!

Yang harus diperhatikan dalam persiapan naik gunung

1. Tentukan lokasi dan level mendaki

Ingat bahwa tidak semua jalur hiking diciptakan sama. Jika ini adalah kesempatan pertama Anda untuk mendaki gunung, jangan serakah dan langsung menjajal lokasi yang sulit untuk dicapai dengan level kesulitannya tinggi.

Pilihlah lokasi dan tingkat ekstrimitas hiking berdasarkan waktu yang Anda miliki — apakah weekend Anda benar-benar kosong? Atau hanya beberapa jam saja di Sabtu sore? Carilah lokasi hiking santai di sekitar area Anda yang masih bisa ditempuh dan dihabiskan dalam waktu kurang dari satu hari, tidak mengharuskan Anda untuk membawa tenda, atau membawa baju ganti ekstra.

2. Sendiri atau bawa teman?

Putuskan apakah Anda akan melakukan hiking solo atau dengan teman/kelompok. Bagi kebanyakan orang, mendaki gunung sendirian menjadi suatu pelarian untuk mencapai ketenangan batin. Namun, mendaki sendirian juga lebih berbahaya jika terjadi sesuatu saat Anda lengah dan keluar jalur. Agar lebih aman, ajak beberapa teman untuk mendaki bersama.

3. Cek lokasi dan cuaca

Penting untuk mengetahui cuaca seperti apa yang diharapkan di lokasi hiking sehingga Anda dapat mempersiapkan dan mengubah rencana jika diperlukan. Sebelum naik gunung, cek kabar cuaca di internet atau tanyakan dengan petugas pengawas di lokasi tentang cuaca hari itu. Jika diperkirakan akan ada kabut tebal, hujan besar (terutama badai petir), apalagi siaga merapi, jangan kekeuh memaksakan naik gunung dan datang kembali lain waktu.

4. Beri tahukan orang rumah tentang jadwal Anda

Selalu beri tahu teman dan keluarga di rumah tentang jadwal perjalanan Anda (kapan Anda akan hiking, berapa lama, dan kapan Anda harusnya kembali), lokasi hiking (peta), dan siapa saja yang ikut dalam kelompok Anda. Kabari seseorang sebelum Anda benar-benar menuju ke hutan. Luangkan waktu untuk memberi tahu mereka setiap rincian penting dari perjalanan Anda, jadi jika mereka tidak mendengar kabar dari Anda untuk kurun waktu tertentu, mereka jadi bisa memberi tahu pihak berwenang yang tepat.

5. Persiapkan fisik Anda dari jauh-jauh hari

Naik gunung membutuhkan fisik yang prima. Ini karena tubuh bisa membakar energi yang bukan main besarnya selama mendaki kurang lebih 8 jam di area ekstrim. Selain itu, olahraga ini juga menyimpan berbagai risiko kesehatan yang wajib Anda waspadai — mulai dari hipotermia, mountain sickness, hingga edema paru.

Semua risiko ini bisa terjadi pada siapa saja, baik pendaki ulung maupun pemula, karena ketika Anda naik ke ketinggian lebih dari 2 ribu meter di atas permukaan laut, tubuh Anda harus cepat menyesuaikan diri dengan jumlah oksigen yang makin menipis.

Untuk menjamin kebugaran fisik Anda menjelang hari naik gunung, Anda perlu membangun keseimbangan, fleksibilitas, serta kekuatan pada kaki dan otot punggung Anda untuk dapat melewati jalur dakian. Olahraga juga dapat membantu Anda untuk menguatkan punggung dan bahu untuk membawa tas ransel gunung yang berat totalnya bisa mencapai 18 kilogram.

6. Perhatikan asupan makanan sebelum mendaki gunung

Jika Anda akan naik gunung dengan rute yang cukup melelahkan, sarapan bubur ayam saja tentu tidak akan cukup untuk memberikan Anda energi yang dibutuhkan untuk mendaki nanti. Apa yang Anda makan dan minum sehari atau 2 hari sebelum pendakian bisa menjadi perbedaan tipis antara kesuksesan dan kegagalan. Asupan makanan sangat berperan besar untuk menyediakan energi yang Anda butuhkan selama mendaki, juga sekaligus mencegah kemungkinan cedera.

Ahli diet terdaftar Kate Scarlata, dilansir dari Boston Magazine mengatakan makanan persiapan naik gunung yang ideal seharusnya mengandung tinggi karbohidrat dan protein. Misalnya bubur dengan campuran greek yogurt atau topping telur rebus, atau seporsi nasi putih hangat dengan lauk daging pilihan Anda serta sayuran. Ini adalah pilihan sarapan yang cerdas sebelum mendaki gunung.

Jika Anda masih lapar, lipat gandakan porsinya (dari jenis makanan yang sama dengan yang Anda makan tadi). Camilan pisang atau jeruk sebelum dan selama mendaki juga sangat disarankan supaya menggantikan kadar kalium yang hilang saat Anda berkeringat.

Minumlah minimal 2 liter cairan (air, jus, susu, minuman olahraga) sehari sebelum pendakian Anda. Minum 1 liter air putih atau minuman olahraga sebelum mulai mendaki. Mulailah minum segera setelah Anda bangun dari tempat tidur di hari itu.

7. Bawa barang yang perlu saja

Tidak peduli lokasi, waktu, atau tingkat kesulitan pendakian, Anda harus selalu membawa barang-barang ini dalam perjalanan Anda:

  • Peta dan kompas atau GPS
  • Kotak P3K
  • Filter air
  • Tabir surya dan lotion anti serangga
  • Pisau serbaguna
  • Kabel nilon
  • Senter (senter genggam atau senter kepala) plus batere cadangan
  • Kacamata hitam
  • Korek api/pemantik api
  • Cadangan makanan — Terdiri dari sarapan, makan siang, dan makan malam per hari pendakian; camilan di sela-sela mendaki; cadangan air, dan peralatan masak serta perlengkapan makan (piring, mangkuk, gelas, sendok) jika hiking selama lebih dari 1 hari
  • Pakaian cadangan — Terdiri dari lapisan dasar (atas dan bawah), lapisan tengah (isolasi hangat), dan lapisan luar (jaket/padding mendaki); jas hujan; Kaus kaki ekstra; Topi dan sarung tangan; handuk kecil; Hindari pakaian yang berbahan kapas, karena memerangkap keringat tetap dekat dengan kulit Anda
  • Tempat berlindung (tenda/kantung tidur) — Jika hiking lebih dari satu hari
  • Alas kaki yang tepat untuk mendaki — Untuk pendakian singkat, sandal gunung atau sepatu olahraga biasa sah-sah saja digunakan. Tapi untuk pendakian jarak jauh yang lebih lama, direkomendasikan untuk memakai sepatu boots khusus mendaki yang menawarkan lebih banyak dukungan.
  • Identitas diri; salinan itinerari perjalanan; uang tunai secukupnya
  • Ponsel atau radio 2 arah

Sudah seberapa matang persiapan naik gunung Anda?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Memiliki masalah di sekitar daerah intim sering membuat pria enggan konsultasi ke dokter. Lantas, obat penyakit prostat apa yang bisa digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Menjaga Kesehatan Kulit Sebelum dan Sesudah Berolahraga

Olahraga memang baik untuk kesehatan tubuh. Namun, jangan lupa melakukan perawatan kulit saat olahraga demi menjaga kesehatan kulit, ya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 18 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Berapa lama olahraga juga menentukan kesuksesan tujuan Anda. Terlalu sebentar tak akan efektif, tapi terlalu lama juga tak baik.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kebugaran, Hidup Sehat 16 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

syarat-donor-ginjal

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit
arti warna darah haid bagi kesehatan

Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit
cuci darah

Untuk Apa Cuci Darah, dan Siapa yang Harus Rutin Cuci Darah?

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
waktu bercinta terbaik

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit