7 Hal yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Naik Gunung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kini banyak anak muda yang mulai menekuni hobi naik gunung. Tapi sebelum mencoba untuk mendaki, ada banyak persiapan yang perlu dilakukan bagi para pendaki pemula. Hal tersebut diperlukan demi keamanan dan keselamatan pada pendaki selama menjelajahi alam. 

Kegiatan ini memang dapat memberikan efek relaksasi dan meredakan stress sehingga bisa membuat kita lebih bahagia. Agar dampak positif tersebut tak terganggu oleh risiko yang ada ketika mendaki, catat dan perhatikan berbagai persiapan yang diperlukan sebelum mendaki ini, ya.

Persiapan sebelum mendaki gunung

1. Tentukan lokasi dan level mendaki

Ingat, bahwa tidak semua jalur hiking diciptakan sama. Jika ini adalah kesempatan pertama Anda untuk mendaki gunung, jangan serakah dan langsung menjajal lokasi yang sulit untuk dicapai dengan level kesulitan yang tinggi.

Pilihlah lokasi dengan jalur pendakian yang sesuai dengan kemampuan Anda. Kenali terlebih dulu jalur pendakian dari lokasi yang Anda pilih dengan bertanya atau membaca ulasan pendakian. Selain itu pertimbangkan waktu yang dibutuhkan untuk mendaki. Untuk latihan, Anda bisa memilih lokasi yang dekat dengan area tempat tinggal Anda dan bisa ditempuh beberapa jam saja. Sehingga Anda tidak perlu membawa tenda, baju ganti, ataupun beban lainnya.

2. Sendiri atau bawa teman?

Apakah Anda akan melakukan solo hiking atau dengan teman dan kelompok? Bagi kebanyakan orang, mendaki gunung sendirian menjadi suatu pelarian untuk mencapai ketenangan batin. Namun, mendaki sendirian juga lebih berbahaya jika terjadi sesuatu saat Anda lengah dan keluar jalur. Agar lebih aman, ajak beberapa teman untuk mendaki bersama.

3. Cek lokasi dan cuaca

Penting untuk mengetahui seperti apa cuaca di lokasi pendakian sehingga Anda dapat mempersiapkan dan mengubah rencana jika diperlukan. Anda bisa memeriksa cuaca di lokasi melalui ramalan cuaca atau bertanya kepada penjaga pos pendakian atau pengawas di lokasi tersebut.

Cek apakah akan ada kabut tebal, hujan besar terutama badai petir, atau bahkan siaga letusan karena beberapa gunung di Indonesia merupakan gunung api yang masih aktif. Pertimbangan tersebut diperlukan, apakah pendakian perlu dilanjutkan atau menunda dan menunggu cuaca lebih baik. Risiko akibat cuaca buruk saat pendakian dapat berdampak fatal mulai dari tersesat di perjalanan atau hipotermia, jadi sebaiknya pendakian tidak dipaksakan dan datang kembali lain waktu.

4. Kabari jadwal pendakian Anda kepada orang tua atau saudara

Kabari teman dan keluarga di rumah tentang jadwal perjalanan Anda. Informasi kapan Anda berangkat, berapa lama, siapa saja teman yang ikut mendaki, termasuk lokasi sebaiknya diketahui oleh setidaknya salah satu anggota keluarga.

Luangkan waktu sebelum berangkat untuk menjelaskan rincian rencana perjalanan Anda. Hal ini penting sebagai antisipasi jika ada sesuatu yang mungkin terjadi dalam perjalanan.

5. Persiapkan fisik Anda dari jauh-jauh hari

Naik gunung membutuhkan fisik yang prima. Ini karena tubuh bisa membakar energi yang bukan main besarnya selama mendaki kurang lebih 8 jam di area ekstrem. Selain itu, olahraga ini juga menyimpan berbagai risiko kesehatan yang wajib Anda waspadai, mulai dari hipotermia, mountain sickness, hingga edema paru.

Semua risiko ini bisa terjadi pada siapa saja, baik pendaki ulung maupun pemula. Sebab ketika Anda naik ke ketinggian lebih dari 2 ribu meter di atas permukaan laut, tubuh Anda harus dapat menyesuaikan diri dengan jumlah oksigen yang makin menipis.

Untuk menjamin kebugaran fisik Anda menjelang hari naik gunung, Anda perlu membangun keseimbangan, fleksibilitas, serta kekuatan pada kaki dan otot punggung Anda untuk dapat melewati jalur dakian. Olahraga juga dapat membantu Anda untuk menguatkan punggung dan bahu untuk membawa tas ransel gunung yang berat totalnya bisa mencapai 18 kilogram.

6. Perhatikan asupan makanan sebelum mendaki gunung

Jika Anda akan naik gunung dengan rute yang cukup melelahkan, sarapan bubur ayam saja tentu tidak akan cukup untuk memberikan Anda energi yang dibutuhkan untuk mendaki nanti. Apa yang Anda makan dan minum sehari atau 2 hari sebelum pendakian bisa menjadi perbedaan tipis antara kesuksesan dan kegagalan. Asupan makanan sangat berperan besar untuk menyediakan energi yang Anda butuhkan selama mendaki, juga sekaligus mencegah kemungkinan cedera.

Ahli diet terdaftar Kate Scarlata, dilansir dari Boston Magazine mengatakan makanan persiapan naik gunung yang ideal seharusnya mengandung tinggi karbohidrat dan protein. Misalnya bubur dengan campuran greek yogurt atau topping telur rebus, atau seporsi nasi putih hangat dengan lauk daging pilihan Anda serta sayuran. Ini adalah pilihan sarapan yang cerdas sebelum mendaki gunung.

Jika Anda masih lapar, lipat gandakan porsinya (dari jenis makanan yang sama dengan yang Anda makan tadi). Camilan pisang atau jeruk sebelum dan selama mendaki juga sangat disarankan supaya menggantikan kadar kalium yang hilang saat Anda berkeringat.

Minumlah minimal 2 liter cairan (air, jus, susu, minuman olahraga) sehari sebelum pendakian Anda. Minum 1 liter air putih atau minuman olahraga sebelum mulai mendaki. Mulailah minum segera setelah Anda bangun dari tempat tidur di hari itu.

7. Bawa barang yang perlu saja

Tidak peduli lokasi, waktu, atau tingkat kesulitan pendakian, Anda harus selalu membawa barang-barang ini dalam perjalanan Anda:

  • Peta dan kompas atau GPS
  • Kotak P3K
  • Filter air
  • Tabir surya dan lotion anti serangga
  • Pisau serbaguna
  • Kabel nilon
  • Senter (senter genggam atau senter kepala) plus batere cadangan
  • Kacamata hitam
  • Korek api/pemantik api
  • Cadangan makanan — Terdiri dari sarapan, makan siang, dan makan malam per hari pendakian; camilan di sela-sela mendaki; cadangan air, dan peralatan masak serta perlengkapan makan (piring, mangkuk, gelas, sendok) jika hiking selama lebih dari 1 hari
  • Pakaian cadangan — Terdiri dari lapisan dasar (atas dan bawah), lapisan tengah (isolasi hangat), dan lapisan luar (jaket/padding mendaki); jas hujan; Kaus kaki ekstra; Topi dan sarung tangan; handuk kecil; Hindari pakaian yang berbahan kapas, karena memerangkap keringat tetap dekat dengan kulit Anda
  • Tempat berlindung (tenda/kantung tidur) — Jika hiking lebih dari satu hari
  • Alas kaki yang tepat untuk mendaki — Untuk pendakian singkat, sandal gunung atau sepatu olahraga biasa sah-sah saja digunakan. Tapi untuk pendakian jarak jauh yang lebih lama, direkomendasikan untuk memakai sepatu boots khusus mendaki yang menawarkan lebih banyak dukungan.
  • Identitas diri; salinan itinerari perjalanan; uang tunai secukupnya
  • Ponsel atau radio 2 arah

Ada baiknya untuk mengkonsultasikan persiapan naik gunung yang Anda rencanakan, khususnya bagi pemula, dengan teman yang sudah terbiasa mendaki, ya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Apa yang biasanya Anda lakukan segera setelah makan? Rebahan karena ngantuk kekenyangan? Kebiasaan buruk ini bisa bikin perut panas dan perih, lho

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Hidup Sehat, Tips Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Tidak sembarang orang bisa mendonorkan ginjalnya untuk yang membutuhkan. Apa saja syarat donor ginjal dan bolehkah seorang perokok melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

Meski pada umumnya darah menstruasi berwarna merah pekat, ada beberapa warna darah haid yang perlu Anda waspadai. Ini mungkin berisiko pada kesehatan Anda

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
cara masturbasi wanita

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
ngompol saat seks

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat buah mengkudu

10 Khasiat Mengejutkan Buah Mengkudu yang Wajib Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit