Berbagai Penyebab Susah Menelan Saat Makan, Berdasarkan Jenis Disfagia yang Anda Alami

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Susah menelan makanan tentu membuat makan dan minum jadi tidak nikmat. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan disfagia. Lantas, apa saja penyebab sulit menelan karena disfagia? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Disfagia ada banyak jenisnya

sakit saat menelan

Semua orang bisa saja mengalami disfagia, namun hal ini lebih sering terjadi pada bayi dan lansia. Sebagian orang hanya membutuhkan waktu lebih lama untuk menelan dan memindahkan makanan dari mulut ke kerongkongan lalu menuju lambung. Lainnya bahkan sampai tidak bisa menelan sama sekali.

Disfagia terbagi menjadi tiga jenis, yaitu disfagia oral karena otot lidah yang lemah, disfagia faring karena otot tenggorokan yang bermasalah sehingga tidak bisa mendorong makanan masuk ke lambung, dan disfagia esofagus karena adanya penyumbatan atau iritasi pada kerongkongan.

Masalah susah menelan karena disfagia tidak sama dengan sakit saat menelan (odinofagia). Seseorang dengan disfagia mengalami kesulitan saat menelan makanan dan merasa seolah-olah makanannya tersangkut di tenggorokan. Sementara itu, orang yang mengalami odinofagia tetap bisa menelan makanan, hanya saja disertai dengan rasa nyeri.

Apa penyebab susah menelan karena disfagia?

kenapa flu ditandai dengan sakit menelan

Pada dasarnya, masalah susah menelan karena disfagia bukanlah suatu hal yang perlu dikhawatirkan – jika hanya dialami sekali atau dua kali. Sebab biasanya, hal ini terjadi kalau Anda makan terlalu cepat atau tidak mengunyah makanan dengan benar.

Namun, jika Anda mengalaminya selama berhari-hari dan tak kunjung sembuh, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya, kondisi ini dapat menunjukkan masalah medis serius yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Penyebab susah menelan dibedakan berdasarkan jenis disfagianya. Mari kita kupas satu persatu.

 1. Disfagia orofaring (oral dan faring)

Disfagia orofaring adalah gabungan dari disfagia oral dan disfagia faring. Seseorang yang mengalami disfagia jenis ini sering mengalami tersedak, muntah, atau batuk saat mencoba untuk menelan. Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat meningkatkan risiko pneumonia aspirasi  saat cairan atau potongan makanan masuk ke dalam paru-paru.

Penyebab disfagia orofaring meliputi kelainan saraf yang diakibatkan oleh multiple sclerosis,ALS, kelemahan otot, penyakit Parkinson, dan serangan stroke. Selain itu, beberapa jenis kanker beserta pengobatannya, seperti kanker kerongkongan dan terapi radiasi, dapat menyebabkan Anda sulit menelan.

2. Disfagia esofagus

Disfagia esofagus membuat Anda merasa seperti ada makanan yang tersangkut di tenggorokan atau di dada saat sedang menelan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh:

  • Penyakit akalasia, yaitu gangguan yang membuat makanan dan minuman susah bergerak dari mulut ke perut. Ini terjadi karena sfingter atau katup yang terletak antara kerongkongan dan lambung tidak terbuka setelah makanan ditelan.
  • Spasme esofagus adalah kondisi saat kontraksi otot kerongkongan berjalan tidak normal dan kadang terlalu keras. Akibatnya, makanan tidak bisa masuk ke lambung dan malah terjebak di saluran kerongkongan.
  • Striktur esofagus adalah kondisi penyempitan saluran kerongkongan akibat refluks asam lambung (GERD). Akibatnya, makanan akan terjebak di kerongkongan dan memicu sensasi panas saat menelan.
  • Tumor atau jaringan parut yang sering disebabkan karena refluks asam lambung (GERD).
  • Refluks asam lambung (GERD). Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat memicu timbulnya jaringan parut dan penyempitan pada esofagus bagian bawah.
  • Esofagitis eosinofilik, yaitu kondisi yang disebabkan karena pertumbuhan eosinofil (salah satu jenis sel darah putih) yang berlebihan di kerongkongan. Jumlah sel darah putih yang banyak ini dapat menyerang sistem pencernaan, lalu menyebabkan muntah dan sulit menelan.
  • Terapi radiasi. Efek paparan sinar atau radiasi saat menjalani pengobatan kanker dapat memicu timbulnya jaringan parut dan peradangan pada esofagus. Itulah mengapa, penderita kanker sering mengalami gangguan menelan.

Bagaimana cara mencegahnya?

Masalah susah menelan akibat disfagia umumnya tidak dapat dicegah. Namun, Anda dapat menghindari berbagai faktor risikonya. Salah satunya dengan mengunyah makanan secara perlahan hingga benar-benar lembut.

Selain itu, pastikan Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mencegah perkembangan penyakit sedini mungkin. Jika Anda mengalami masalah susah menelan yang tak kunjung sembuh, segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab dan pengobatan yang tepat untuk Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca