11 Penyebab Sembelit yang Wajib Diketahui

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sembelit adalah kondisi susah buang air besar (BAB) yang membuat perut terasa sangat sakit dan tidak nyaman. Apabila didiamkan begitu saja, sembelit bisa menyebabkan wasir yang parah. Apa saja penyebab sembelit?

Penyebab susah buang air besar alias sembelit

Sembelit, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, lebih sering dialami oleh wanita ketimbang pria.

Ternyata, ada banyak hal yang bisa jadi penyebab Anda susah BAB. Dari makanan, kebiasaan harian, sampai penyakit tertentu.

1. Pola makan yang kurang baik

Ada beberapa jenis makanan yang bisa menjadi penyebab Anda sembelit. Contoh yang paing umum adalah makanan yang kurang berserat.

Serat padahal berfungsi penting untuk membuat feses lebih lembut dan lebih mudah bergerak keluar dari usus ke anus.

Makanan lainnya yang juga bisa membuat BAB terasa susah dan keras adalah makanan yang digoreng, makanan cepat saji, dan makanan mengandung gluten (roti dan pasta).

Agar BAB lancar tanpa rasa sakit, Anda harus lebih banyak makan makanan sehat berserat contohnya sayuran hijau seperti bayam, buah berserat seperti pepaya, dan nasi merah.

2. Dehidrasi

Dehidrasi bisa menjadi penyebab Anda susah BAB karena tubuh kekurangan cairan.

Jika tubuh kekurangan cairan, usus besar akan menyerap air dari sisa-sisa makanan Anda. Alhasil, feses yang dihasilkan usus jadi kering, keras, serta susah untuk dikeluarkan.

Itu kenapa Anda perlu lebih rajin minum air jika mau BAB lancar. Minumlah segera setiap kali Anda merasa haus.

Menurut Institute of Medicine’s Food and Nutrition Board, wanita disarankan mengonsumsi 2,5 liter cairan per hari, dan pria sebanyak 3,5 liter cairan per hari.

Cairan yang didapat pun tidak hanya terbatas dari air minum, tapi juga cairan dari makanan lain atau buah dan sayuran segar.

3. Sedang mengonsumsi obat tertentu

Penyebab sembelit bisa terjadi karena efek samping dari obat tertentu.

Obat yang bisa menjadi penyebab susah BAB ini adalah yang mengandung mengandung aluminium, serta obat golongan antispasmodik.

Obat antidepresan dan antasida yang biasa digunakan untuk mengatasi maag juga bisa menyebabkan sembelit.

Apabila Anda susah buang air besar setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu, konsultasi ke dokter untuk minta mengubah resep obatnya. Dokter dapat mencarikan alternatif yang aman untuk pencernaan Anda.

4. Minum obat pencahar berlebihan

Saat pertama kali terserang sembelit, ada beberapa orang yang langsung mengonsumsi obat pencahar dan malah digunakan terus.

Orang-orang yang memiliki kondisi anoreksia nervosa atau bulimia juga sering menggunakan pencahar berlebihan.

Padahal, obat ini tidak boleh digunakan dalam jangka waktu lama. Obat pencahar yang digunakan terus dalam waktu lama dapat merusak sel-sel saraf dan mengganggu kemampuan usus besar untuk berkontraksi secara alami.

5. Sedang liburan

Siapa sangka bahwa sembelit bisa terjadi saat sedang liburan?

Saat berlibur, tentu tujuan utama Anda adalah menikmati sajian kuliner khas daerah tersebut sepuas mungkin tanpa memikirkan kandungannya. Tak jarang nutrisi seperti serat dan cairan juga jadi lupa dikonsumsi di hari Anda libur.

Belum lagi, perjalanan panjang selama di pesawat atau mobil juga kadang membuat kita mau tidak mau harus menahan BAB sampai setibanya di tujuan.

Secara tidak langsung, semua hal ini membuat usus tersumbat sehingga keseimbangan mikroba baiknya menjadi terganggu. Inilah yang bisa menjadi penyebab susah BAB sewaktu liburan.

Maka, cobalah untuk tetap membiasakan makan seperti biasanya Anda saat tidak sedang liburan. Usahakan untuk tetap makan makanan berserat tinggi dan cukup minum air.

6. Berhenti olahraga

Apabila Anda tadinya rajin olahraga tapi tiba-tiba memutuskan berhenti, ini bisa menjadi penyebab sembelit dan susah BAB, lho!

Menurut Jordan Karlitz, M.D., ahli gastroenterologi dari American College of Gastroenterology, mengubah rutinitas harian dalam jangka waktu panjang dapat memengaruhi fungsi sistem pencernaan.

Maka, satu-satunya solusi untuk menangani masalah ini adalah dengan tetap rutin berolahraga. Jangan tiba-tiba berhenti begitu saja.

Jika ingin rehat sejenak, turunkan intensitas, durasi, dan frekuensi olahraga Anda secara bertahap agar buang air besar tidak bermasalah.

7. Sering menahan buang air besar

Beberapa orang memilih mengabaikan “panggilan alam” untuk BAB demi menyelesaikan kerjaan dan mengejar deadline. 

Faktanya, menahan buang air besar bisa berisiko buruk untuk kesehatan Anda. Menahan BAB justru membuat Anda mengalami sembelit yang cukup parah.

Pasalnya, usus akan semakin terisi penuh dengan feses yang seharusnya siap untuk dikeluarkan tapi malah ditunda-tunda. Pada akhirnya feses akan mengeras dan mengering sehingga sangat sulit dikeluarkan.

Ditambah lagi jika Anda stres atau kurang tidur akibat terlalu sibuk, ini akan semakin berdampak buruk pada pencernaan.

8. Sedang hamil

Tubuh wanita saat hamil akan mengalami banyak perubahan karena naik-turunnya hormon.

Perubahan hormon dan perubahan pola makan yang dialami saat hamil bisa menjadi penyebab sembelit. Bahkan sejak dari awal kehamilan.

Jika sudah begini Anda perlu bertanya terhadap diri sendiri, kira-kira apa hal yang membuat sembelit sering muncul? Apakah karena makanan atau pengaruh obat tertentu yang sedang dikonsumsi?

Jika karena makanan maka Anda perlu menguranginya, dan jika karena obat maka sebaiknya konsultasikan ke dokter mengenai keluhan Anda tentang kesulitan untuk buang air besar.

9. Mengalami pelvic floor dyssynergia

Anda perlu ngeden agar bisa buang air besar. Ngeden terjadi ketika otot-otot perut serta panggul mengencang dan berkontraksi untuk megeluarkan feses.

Namun, orang yang memiliki gangguan pelvic floor dyssynergia mengalami kesulitan koordinasi antara saraf otot perut dan otot panggul. Kondisi inilah yang menyebabkan orang tersebut sulit mengejan buang air besar.

Apabila Anda sulit ngeden, feses bisa bertahan lebih lama di dalam usus sehingga mengeras dan menjadi penyebab susah BAB.

Untuk mengatasi hal ini, dokter akan melakukan tes yang dinamakan manometri anorektal untuk melihat cara kerja usus sebelum menentukan pengobatan lanjutan.

10. Stres

Respon saraf di otak dan sistem pencernaan saling terhubung satu sama lain.

Di dalam otak ada saraf yang melapisi saluran pencernaan Anda. Saraf tersebut akan memberi sinyal pada usus untuk berkontraksi dan mencerna makanan Anda.

Saat Anda stres, ini bisa mengacaukan saraf yang memberikan sinyal proses pencernaan. Alhasil, jika stres yang Anda alami parah atau jangka panjang, akibatnya adalah sembelit.

Selain itu, pada otak terdapat sistem saraf enterik yang memproduksi hormon serotonin. Serotonin membantu pencernaan dengan cara menyempitkan otot-otot halus yang mendukung pergerakan makanan di usus besar Anda.

Saat stres, hormon serotonin akan dilepaskan oleh otak Anda, termasuk di dalam usus. Kebanyakan hormon serotonin dalam usus akan menyebabkan kejang pada perut.

Jika kejang terjadi di seluruh bagian usus besar Anda, kemungkinan bisa menyebabkan kontraksi usus pencernaan berhenti dan sembelit dapat terjadi.

11. Karena usia bertambah

Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh akan melambat. Inilah yang dapat menjadi penyebab sembelit atau susah BAB di usia senja.

Usia yang bertambah tua juga akan menyebabkan aktivitas usus semakin melambat.

Otot-otot di saluran pencernaan pun bisa tidak berfungsi maksimal untuk menghasilkan feses yang lembut dan mudah dikeluarkan.

Hal ini juga disetujui oleh Ira Hanan, MD, dosen kedokteran di University of Chicago Medical Center. Dokter Hanan menyatakan Anda berpeluang lebih tinggi untuk mengalami sembelit kambuhan sejak di usia 60 sampai 70-an.

Baca Juga:

Sumber