7 Penyebab yang Membuat Luka Tak Sembuh-sembuh

Oleh

Tanggal update November 29, 2019
Bagikan sekarang

Apakah Anda sedang mengalami luka atau cedera saat ini? Dan apakah Anda merasa bahwa luka Anda tidak sembuh-sembuh? Proses penyembuhan cedera atau luka tidak bisa diremehkan. Mungkin pada awalnya Anda berpikir bahwa luka atau cedera Anda akan pulih dan sembuh dengan sendirinya. Tetapi sebenarnya banyak hal yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka tersebut, terutama mempengaruhi cepat atau tidaknya waktu penyembuhan.

Lalu apa saja yang membuat cedera Anda tidak sembuh-sembuh dalam waktu yang lama? Berikut adalah alasannya.

1. Ada infeksi

Jika luka dan cedera mengalami infeksi, maka proses penyembuhannya akan memakan waktu yang lama. Infeksi terjadi akibat adanya bakteri dan virus yang tumbuh di sekitar luka. Hal ini biasanya menyebabkan luka mengeluarkan cairan atau menjadi basah. Demam juga termasuk dari gejala infeksi yang sering timbul. Biasanya jika infeksi tidak terlalu parah maka dokter akan memberikan resep obat antibiotik untuk Anda. Tetapi jika luka infeksi cukup parah, bukan tidak mungkin akan dilakukan operasi untuk menghilangkan bagian yang terkena infeksi.

BACA JUGA: Kulit Gatal Tanpa Sebab? Mungkin Anda Sedang Stres

2. Makan terlalu sedikit

Apabila Anda makan terlalu sedikit? Makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan akan membuat proses penyembuhan memakan waktu yang lama. Bahkan pada orang yang mengalami luka dan cedera yang serius, kebutuhan energinya dalam sehari bisa bertambah sekitar 15-50% dari kebutuhan normalnya. Dalam hal ini, makanan diubah menjadi energi di dalam tubuh kemudian menjadi sumber energi utama untuk memperbaiki jaringan, menutup luka, dan menyembuhkan luka. Sehingga, jika Anda tidak makan yang cukup, bahan bakar untuk menyembuhkan luka tidak tersedia dan membuat luka menjadi lama sembuh.

3. Kurang beberapa jenis zat gizi yang diperlukan dalam penyembuhan luka

Makanan yang sehat dan bergizi adalah salah satu kunci untuk mempercepat proses penyembuhan luka ataupun cedera. Zat gizi yang berperan penting dalam proses penyembuhan luka adalah:

Protein. Zat gizi makro ini berguna untuk memperbaiki jaringan dan sel yang rusak serta membangun jaringan yang baru di dalam tubuh. Jika luka atau cedera menyebabkan jaringan di dalam tubuh terluka, maka protein sangat dibutuhkan untuk

Vitamin dan mineral, seperti vitamin A, B, C, D, kalsium, seng, magnesium, serta zat besi adalah zat gizi mikro yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka. Zat gizi mikro tersebut membantu tubuh untuk meregenerasi sel dan jaringan yang rusak, menurunkan tingkat peradangan yang terjadi, menjaga sistem kekebalan tubuh tetap normal, serta menguatkan jaringan yang baru diperbaiki.

Jadi, Anda perlu mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang untuk mempercepat proses penyembuhan. Porsi yang sesuai serta pemilihan sumber bahan makanan yang tepat dapat membuat luka Anda sembuh lebih cepat.

BACA JUGA: Protein Nabati dan Protein Hewani, Manakah yang Lebih Baik?

4. Tidur dan istirahat tidak cukup

Tidur adalah salah satu pertahanan tubuh terbaik dan memainkan peran penting dalam meregenerasi serta memperbaiki jaringan. Ketika Anda tidur, tubuh akan menghasilkan berbagai hormon yang berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menguatkan tulang, serta meningkatkan massa otot. Jika waktu tidur terganggu, maka tubuh kehilangan kesempatan untuk melakukan semua hal itu. Salah satu dampaknya adalah lambatnya proses penyembuhan luka atau cedera.

5. Merokok

Kebiasaan merokok tidak hanya berbahaya bagi kesehatan secara keseluruhan, tetapi dampak merokok juga bisa menyebabkan penyembuhan luka menjadi lambat. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari National Center for Biotechnology Information, nikotin yang terkandung di dalam rokok bisa menurunkan aliran darah ke kulit. Aliran darah yang berkurang di sekitar luka atau cedera membuat luka tidak mendapatkan makanan serta zat gizi yang akan dipakai untuk penyembuhan luka.

BACA JUGA: Di Bawah 18 Tahun Sudah Mulai Merokok? Ini Dampaknya

6. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Faktanya, mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat memperlambat proses penyembuhan luka. Contoh jenis obat yang dapat memperlambat penyembuhan adalah obat antiinflamasi-nonsteroid, obat anti-koagulan yaitu obat untuk menghambat pembekuan darah,  kortikosteroid yaitu obat yang berfungsi untuk menekan sistem kekebalan tubuh, dan obat kemoterapi. Jika Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut dan sedang mengalami cedera atau luka, maka sebaiknya diskusikan hal ini pada dokter yang merawat Anda.

7. Meminum alkohol

Meminum alkohol ketika mengalami cedera atau luka ternyata dapat menghambat perkembangan dan perbaikan otot. Selain itu, seseorang yang mengonsumsi alkohol akan mengalami dehidrasi, kekurangan energi karena energi yang masuk dipakai untuk merespon efek yang timbul akibat minum alkohol, serta menghambat dan mengurangi kemampuan tubuh untuk menghasilkan energi.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

    Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

    5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

    Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
    Hari Raya, Ramadan Mei 4, 2020

    Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

    Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan Mei 2, 2020

    Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

    Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
    Hari Raya, Ramadan Mei 1, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
    Tanggal tayang Mei 17, 2020
    3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

    3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Monika Nanda
    Tanggal tayang Mei 14, 2020
    7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

    7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Risky Candra Swari
    Tanggal tayang Mei 9, 2020
    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
    Tanggal tayang Mei 7, 2020