Terasa Perih Saat Bersihkan Luka, Artinya Bakal Cepat Sembuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rasanya hampir setiap orang pernah luka akibat jatuh atau tergores benda tajam. Namun sekecil apa pun lukanya, jangan disepelekan. Luka di kulit harus cepat dibersihkan dengan cara yang tepat agar tidak menjadi infeksi. Nah, tapi kenapa luka terasa perih saat dibersihkan ya? Wejangan orang tua sejak zaman dulu bilang bahwa kalau Anda merasa perih itu bagus, karena tandanya obat merah tersebut efektif bekerja melawan bakteri. Apa benar seperti itu? Simak apa kata dokter di bawah ini.

Luka terasa perih saat dibersihkan, tidak berarti lebih cepat sembuh

Ketika ditemui di Kuningan, Rabu (5/9) lalu, dr. Adisaputra Ramadhinara, seorang spesialis perawatan luka, menjelaskan bahwa rasa perih yang muncul saat membersihkan luka memang benar datang dari kandungan dalam cairan pembersih luka desinfektan seperti alkohol gosok.

Alkohol adalah desinfektan yang memang bertujuan untuk membunuh bakteri dan kuman untuk mensterilkan luka. Di sisi lain, alkohol juga bersifat mengiritasi dan mengeringkan kulit. Inilah yang menyebabkan sensasi perih yang selama ini kita rasakan saat membersihkan luka.

Meski demikian, sensasi perih itu ternyata bukan berarti pasti efektif untuk luka. Mengoleskan alkohol gosok justru akan memperlama sembuhnya luka. Pasalnya, “desinfektan seperti alkohol tidak aman untuk jaringan kulit yang sudah terlanjur rusak, sehingga malah menghambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko terjadinya jaringan parut bekas luka atau koreng,” tutur dr. Adi, sapaan akrabnya.

Membersihkan luka pakai cairan antiseptik PHMB tidak bikin perih, tapi tetap efektif

Idealnya agar luka cepat sembuh, area luka tersebut harus dijaga tetap lembap. Bukan sama sekali kering atau sangat basah. Dua kondisi inilah yang justru rentan memicu terjadinya infeksi.

Masih dalam kesempatan yang sama, dr. Adi menyarankan untuk membersihkan luka pakai cairan antiseptik yang lebih aman untuk kulit supaya cepat sembuh. Misalnya cairan antiseptik iodine atau polyhexanide (polyhexamethylene biguanide/PHMB).

Kedua zat obat ini bekerja sama efektifnya untuk membunuh kuman seperti desinfektan alkohol, tapi terbukti lebih aman untuk jaringan kulit yang rusak sehingga tidak menghambat proses penyembuhan luka. Cairan antiseptik PHMB, khususnya, tidak menyebabkan luka terasa perih ketika dioles pada luka.

Langkah-langkah membersihkan luka yang benar

makanan untuk menyembuhkan luka

Sebagai dokter spesialis luka pertama dan satu-satunya di Indonesia yang telah mendapatkan sertifikasi CWSP (Certified Wound Specialist) dari American Board of Wound Management, dr. Adi kemudian menjelaskan langkah demi langkah yang tepat untuk merawat luka. Penasaran?

1. Bersihkan dengan air

Pertama, bersihkan atau basuh luka dengan air mengalir untuk membasuh debu, kerikil, atau partikel asing lainnya yang bisa menginfeksi luka. Setelahnya, diamkan sebentar atau tepuk-tepuk pelan area luka dengan kain bersih untuk meresap sisa-sisa airnya.

Ingat, jangan usap luka sampai benar-benar kering. Pastikan area luka tetap lembap agar mempercepat proses penyembuhan jaringan kulit secara menyeluruh.

2. Oles cairan antiseptik

Ketika mengoleskan cairan antiseptik pada area luka, jangan ditekan terlalu keras atau disemprotkan terlalu dekat jaraknya. Cara seperti ini akan memaksa kandungan obat meresap masuk ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam, sehingga malah jadi tidak efektif karena kerusakannya sebatas hanya terjadi di permukaan.

Maka, oleskan cairannya perlahan saja agar kandungan obat tetap berada di atas permukaan kulit.

3. Langsung tutup luka dengan plester

Sekecil apa pun lukanya, sebaiknya langsung tutup dengan plester luka untuk menjaga kelembapannya. Cara ini juga turut menjaga kandungan cairan antiseptik tetap awet di permukaan kulit, alias tidak cepat menguap dan mengering.

Menutup luka dengan plester, jelas dr. Adi, akan membuatnya lebih cepat sembuh ketimbang dibiarkan terbuka. Pasalnya, membiarkan luka “telanjang” akan membuka kesempatan bagi kuman dan bakteri dari udara sekitar untuk hinggap di luka. Inilah yang membuat Anda berisiko mengalami infeksi luka.

Jangan lupa untuk ganti plester paling tidak dua hari sekali. Setiap kali akan ganti plester, bersihkan lukanya dulu dengan cairan antiseptik dan biarkan sebentar sampai kondisinya lembap, tidak basah kuyp. Barulah tutup lagi dengan plester baru yang steril.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Sebelum terburu-buru mengambil obat, ikutilah tips-tips berikut untuk mengurangi nyeri haid Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
terapi oksigen pengobatan ppok

Terapi Oksigen untuk Mengatasi Masalah Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit