7 Penyebab Ketiak Terasa Sakit, dari yang Ringan Sampai yang Perlu Diperiksa Dokter

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/12/2017
Bagikan sekarang

Rasa sakit di ketiak bisa diakibatkan oleh banyak hal yang mungkin tidak pernah Anda sadari sebelumnya. Beberapa penyebabnya adalah hal yang umum dan mudah untuk diatasi. Di sisi lain, ketiak sakit mungkin menjadi pertanda dari sebuah penyakit atau kondisi kesehatan yang lebih serius. Oleh karena itu, jangan sepelekan rasa sakit Anda. Cari tahu apa saja penyebab ketiak sakit di bawah ini.

Berbagai hal yang menyebabkan ketiak sakit

1. Cedera otot

Pectoralis mayor, otot yang meregang dari dada ke bahu bisa mengalami cedera saat Anda beraktivitas (misalnya, mengangkat barang berat) atau ketika berolahraga. Selain otot dada, otot lengan atas juga bisa menegang dan tertarik saat kita melempar, mengangkat, atau melakukan gerakan lainnya.

Cedera otot-otot ini kemudian bisa menyebabkan peradangan dan timbulnya rasa sakit di ketiak.

2. Luka cukur atau iritasi

Ketiak sakit bisa disebabkan oleh iritasi akibat teknik mencukur atau mencabut bulu yang salah. Beberapa deodoran, antiperspirant, detergen, dan sabun mandi juga bisa memicu terjadinya iritasi atau reaksi alergi pada kulit, termasuk kulit ketiak. Iritasi kulit ini dapat menyebabkan ruam yang disebut kontak dermatitis. Kontak dermatitis dapat menyebabkan kulit ketiak kemerahan, bengkak, terasa nyeri dan panas.

3. Herpes zoster

Herpes zoster merupakan penyakit kulit menular yang diakibatkan oleh virus Varicella zoster. Virus ini menyebabkan timbulnya bintil-bintil merah berisi air yang terasa panas dan gatal. Daerah yang paling umum terkena adalah lengan, dada, dan muka. Herpes zoster juga bisa menyebabkan ruam kulit bersisik dan sensasi kesemutan di daerah yang terinfeksi.

4. Pembengkakan kelenjar getah bening

Ada sekitar 600 kelenjar getah bening di dalam tubuh, tetapi jumlah kelenjar yang bisa dirasakan atau diraba dengan tangan hanya beberapa saja. Di antaranya yaitu di bagian bawah rahang, leher, dan ketiak. Kelenjar getah bening berperan sangat penting untuk melawan penyakit dan menjaga daya tahan tubuhKelenjar getah bening Anda bisa membengkak saat Anda mengalamii infeksi, seperti flu.

Ada juga beberapa kondisi lain yang memengaruhi kondisi kelenjar getah bening, seperti limfedema, infeksi limpadenitis, infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA), infeksi telinga, radang tenggorokan, infeksi virus, hingga penyakit lupus. Lupus merupakan kondisi autoimun kronis yang menyebabkan radang di seluruh tubuh, termasuk kelenjar getah bening.

Semua gangguan pada kelenjar getah bening ini dapat menyebabkan ketiak terasa sakit.

5. Rematik

Rematik (rheumatoid arthritis) dan jenis nyeri sendi lainnya dapat menyebabkan persendian meradang dan membengkan. Tak menutup kemungkinan pula pembengkakan terjadi di sekitar persendian ketiak, sehingga menyebabkan rasa sakit.

6. Penyakit arteri perifer

Penyakit arteri perifer adalah kondisi penyempitan pembuluh darah kecil yang ada di bagian lengan atau kaki. Penyempitan ini akan mengurangi oksigen ke jaringan sekitanya. Otot-otot yang kekurangan oksigen lama-lama akan terasa sakit. Jika Anda mengalami penyakit arteri perifer di salah satu atau di kedua ketiak, Anda akan merasakan nyeri ini.

7. Kanker payudara

Kanker payudara seringkali tidak menimbulkan rasa sakit pada tahap awalnya. Namun lama kelamaan Anda akan merasakan rasa sakit atau merasakan benjolan di bawah lengan atau di payudara. Anda harus mencari segera pertolongan medis jika ini terjadi.

Apa yang dapat saya lakukan untuk mengurangi rasa sakit di ketiak saya?

  • Menggunakan kompres es untuk mengurangi nyeri otot
  • Obat NSAID yang dapat mengurangi peradangan dan rasa sakit.
  • Menggunakan kompres hangat untuk memudahkan pembengkakan kelenjar getah bening
  • Mengoleskan pelembab untuk mencegah kulit ketiak yang kekeringan
  • Menghindari deodoran, sabun, dan deterjen yang mengandung alergen atau yang membuat iritasi
  • Menggunakan pakaian yang longgar, hindari pakaian yang ketat di bagian lengan dan ketiak
  • Menghindari bercukur dengan pisau cukur yang bisa menyebabkan iritasi lebih lanjut

Kapan saya harus segera ke dokter?

Jika nyeri ketiak Anda terjadi dengan ketegangan otot, Anda mungkin bisa pulih sepenuhnya dengan mengistirahatkan otot Anda selama beberapa hari.

Namun jika keluhan Anda tidak kunjung sembuh atau malah semakin memburuk lain, misalnya bengkak makin membesar, Anda harus segera berkonsultasi ke dokter. Anda biasanya akan dirujuk ke dokter ahli hematologi yang memiliki spesifikasi keahlian mengenai kelenjar getah bening, atau ke dokter spesialis kanker payudara jika benjolan tersebut diduga kanker.

Selain itu, segera temui dokter jika ada rasa nyeri yang disertai kondisi-kondisi berikut:

  • Nyeri parah secara mendadak di bawah ketiak
  • Mengalami perdarahan di ketiak
  • Jika Anda juga mengalami sesak
  • Masalah pernapasan seperti suara mengi, atau tersedak saat bernapas
  • Sebagian dari tubuh tiba-tiba menjadi lumpuh
  • Ada tulang yang keluar dari kulit

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Metastase Kanker Payudara

Metastase atau penyebaran kanker payudara juga bisa disebut sebagai kanker payudara stadium 4. Temukan gejala hingga angka harapan hidupnya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 18/02/2020

Apakah Tumor Payudara Berbahaya dan Bisa Disembuhkan?

Mengetahui adanya benjolan di payudara mungkin membuat Anda khawatir. Padahal, sering kali tumor di payudara bersifat jinak. Kenali gejalanya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020
seberapa sering tes mamografi

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020
pewarna rambut kanker payudara

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020