Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernah meraba ketiak Anda? Apakah Anda menemukan benjolan di sana? Terkadang, terdapat benjolan di ketiak tanpa Anda sadari. Ini bisa disebabkan oleh berbagai macam penyakit atau kondisi tubuh Anda. Sehingga, penting bagi Anda untuk meraba ketiak Anda secara rutin sebagai langkah pemeriksaan dini.

Kenapa bisa tumbuh benjolan di ketiak?

Benjolan di ketiak bisa muncul karena terjadi pembesaran pada kelenjar getah bening di bawah lengan Anda. Kelenjar getah bening merupakan kelenjar yang terdapat di seluruh tubuh dan berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh Anda. Saat meraba ketiak Anda, Anda bisa merasakan benjolan itu terdapat dalam bentuk yang sangat kecil, atau mungkin bisa lebih besar dan terasa sekali saat diraba.

Kebanyakan benjolan di ketiak merupakan hal yang tidak berbahaya. Benjolan ini sering muncul karena pertumbuhan jaringan yang tidak normal. Namun begitu, benjolan ketiak juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan yang lebih serius.

Apa penyebabnya?

Benjolan di ketiak bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti kista atau infeksi, misalnya karena Anda sering mencukur bulu ketiak. Namun, benjolan ini juga dapat menjadi tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius.

Beberapa penyebab umum dari benjolan di ketiak adalah:

  • fibroadenoma, merupakan pertumbuhan jaringan ikat fibrosa bukan kanker Infeksi bakteri atau virus,
  • lipoma, di mana terjadi pertumbuhan jaringan lemak yang tidak berbahaya,
  • kista,
  • limfoma,
  • kanker payudara,
  • leukemia,
  • lupus,
  • infeksi jamur,
  • reaksi alergi terhadap deodoran atau sabun, dan
  • reaksi merugikan karena vaksinasi.

Apa ciri-cirinya?

Gejala yang paling terlihat tentunya benjolan itu sendiri. Anda bisa menemukannya dengan merabanya perlahan. Benjolan ini dapat Anda temukan dalam ukuran sangat kecil sampai besar. Tekstur benjolannya pun bisa bervariasi tergantung dari apa yang menyebabkannya.

Benjolan yang disebabkan oleh kista, infeksi, atau lipoma biasanya bertekstur lunak saat diraba. Sedangkan, benjolan yang disebabkan oleh kanker payudara teksturnya lebih keras dan tidak bergerak saat disentuh.

Lain lagi dengan benjolan karena kanker payudara, limfoma, dan leukemia, benjolan karena hal ini biasanya mempunyai gejala, seperti berubah ukurannya secara cepat atau tidak hilang.

Benjolan yang disebabkan oleh infeksi atau reaksi alergi biasanya sering dikaitkan dengan rasa sakit di ketiak dan benjolan terasa lebih lunak. Infeksi kelenjar getah bening juga dapat menyebabkan benjolan terasa menyakitkan.

Benjolan yang disebabkan karena infeksi juga dapat menunjukkan gejala lain, seperti berikut ini:

  • demam,
  • berkeringat di malam hari, dan
  • bengkak di seluruh kelenjar getah bening di tubuh.

Hati-hati bila muncul di ketiak wanita

Walaupun benjolan di ketiak bisa ditemui pada wanita maupun pria, namun yang paling sering mengalami hal ini adalah wanita. Benjolan di bawah lengan pada wanita bisa menjadi tanda dari kanker payudara dan wanita lebih berisiko untuk mengalami penyakit tersebut dibandingkan dengan pria.

Sebaiknya, para wanita secara rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) setiap bulan, terutama pada sekitar satu sampai tiga hari setelah menstruasi berakhir. Hal ini untuk memeriksa apakah ada benjolan di sekitar payudara Anda atau tidak. Jika ada, Anda bisa memeriksakannya sedini mungkin ke dokter.

Coba perhatikan, payudara Anda selama menstruasi mungkin cenderung lebih lembut dan ada benjolan. Hal ini karena terjadi perubahan hormon selama siklus menstruasi dan ini merupakan hal yang normal. Ini mengapa Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri pada 1-3 hari setelah menstruasi selesai.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit yang cukup umum terjadi. Apa penyebab, ciri-ciri, dan obat yang sering digunakan untuk mengobati psoriasis?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Psoriasis 24 September 2020 . Waktu baca 13 menit

Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Tiap penyakit kulit punya beragam penyebab. Untuk itu, penting mengetahui penyebab pastinya agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah sel kanker yang timbul pada payudara. Pertumbuhan abnormal membuat sel ini menjadi tumor ganas. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 13 menit

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Bagaimana sebenarnnya penggunaan antibiotik yang baik dan benar? Berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat sedang minum antibiotik.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis gonore adalah

Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit