Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20/05/2017
Bagikan sekarang

Pernah meraba ketiak Anda? Apakah Anda menemukan benjolan di sana? Terkadang, terdapat benjolan di ketiak tanpa Anda sadari. Ini bisa disebabkan oleh berbagai macam penyakit atau kondisi tubuh Anda. Sehingga, penting bagi Anda untuk meraba ketiak Anda secara rutin sebagai langkah pemeriksaan dini.

Kenapa bisa tumbuh benjolan di ketiak?

Benjolan di ketiak bisa muncul karena terjadi pembesaran pada kelenjar getah bening di bawah lengan Anda. Kelenjar getah bening merupakan kelenjar yang terdapat di seluruh tubuh dan berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh Anda. Saat meraba ketiak Anda, Anda bisa merasakan benjolan itu terdapat dalam bentuk yang sangat kecil, atau mungkin bisa lebih besar dan terasa sekali saat diraba.

Kebanyakan benjolan di ketiak merupakan hal yang tidak berbahaya. Benjolan ini sering muncul karena pertumbuhan jaringan yang tidak normal. Namun begitu, benjolan ketiak juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan yang lebih serius.

Apa penyebab benjolan di ketiak?

Benjolan di ketiak bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti kista atau infeksi, misalnya karena Anda sering mencukur bulu ketiak. Namun, benjolan ini juga dapat menjadi tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius.

Beberapa penyebab umum dari benjolan di ketiak adalah:

  • Fibroadenoma, merupakan pertumbuhan jaringan ikat fibrosa bukan kanker Infeksi bakteri atau virus
  • Lipoma, di mana terjadi pertumbuhan jaringan lemak yang tidak berbahaya
  • Kista
  • Limfoma
  • Kanker payudara
  • Leukimia
  • Lupus
  • Infeksi jamur
  • Reaksi alergi terhadap deodoran atau sabun
  • Reaksi merugikan karena vaksinasi

Apa ciri-ciri benjolan di ketiak?

Gejala yang paling terlihat tentunya benjolan itu sendiri. Anda bisa menemukannya dengan merabanya perlahan. Benjolan ini dapat Anda temukan dalam ukuran sangat kecil sampai besar. Tekstur benjolannya pun bisa bervariasi tergantung dari apa yang menyebabkannya.

Benjolan yang disebabkan oleh kista, infeksi, atau lipoma biasanya bertekstur lunak saat diraba. Sedangkan, benjolan yang disebabkan oleh kanker payudara teksturnya lebih keras dan tidak bergerak saat disentuh. Lain lagi dengan benjolan karena kanker payudara, limfoma, dan leukimia, benjolan karena hal ini biasanya mempunyai gejala, seperti berubah ukurannya secara cepat atau tidak hilang.

Benjolan yang disebabkan oleh infeksi atau reaksi alergi biasanya sering dikaitkan dengan rasa sakit di ketiak dan benjolan terasa lebih lunak. Infeksi kelenjar getah bening juga dapat menyebabkan benjolan di ketiak terasa menyakitkan.

Benjolan yang disebabkan karena infeksi juga dapat menunjukkan gejala lain, seperti berikut ini:

  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Bengkak di seluruh kelenjar getah bening di tubuh

Hati-hati bila benjolan muncul di ketiak wanita

Walaupun benjolan di ketiak bisa ditemui pada wanita maupun pria, namun yang paling sering mengalami hal ini adalah wanita. Benjolan di bawah lengan pada wanita bisa menjadi tanda dari kanker payudara dan wanita lebih berisiko untuk mengalami penyakit tersebut dibandingkan dengan pria.

Sebaiknya, para wanita secara rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) setiap bulan, terutama pada sekitar satu sampai tiga hari setelah menstruasi berakhir. Hal ini untuk memeriksa apakah ada benjolan di sekitar payudara Anda atau tidak. Jika ada, Anda bisa memeriksakannya sedini mungkin ke dokter.

Coba perhatikan, payudara Anda selama menstruasi mungkin cenderung lebih lembut dan ada benjolan. Hal ini karena terjadi perubahan hormon selama siklus menstruasi dan ini merupakan hal yang normal. Ini mengapa Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri pada 1-3 hari setelah menstruasi selesai.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Gastritis

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Melawan COVID-19: Jangan Ada Lagi Tenaga Medis yang Gugur

Penyebaran COVID-19 belum bisa dihentikan, ratusan nyawa tidak berhasil diselamatkan, termasuk para dokter dan tenaga medis yang melawan di garis depan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13/04/2020

Kaitan Kasus Positif COVID-19 dengan Gejala Meningitis

Peneliti Jepang dari Rumah Sakit University of Yamanashi melaporkan kasus infeksi COVID-19 dengan gejala penyakit meningitis.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 10/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
kebiasaan menyentuh wajah

Sulit Dihentikan, Ini 3 Tips Mengurangi Kebiasaan Menyentuh Wajah

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020