Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Ini 4 Risiko yang Mungkin Terjadi Akibat Hobi Mencabut Bulu Ketiak

    Ini 4 Risiko yang Mungkin Terjadi Akibat Hobi Mencabut Bulu Ketiak

    Salah satu cara menghilangkan bulu-bulu halus di ketiak yang paling sering dilakukan adalah mencabutinya. Dengan hanya berbekal pinset, mata yang jeli, dan ditambah pencahayaan yang bagus, bulu ketiak pun hilang seketika. Nyatanya, ada sejumlah efek yang dihasilkan dari mencabut bulu ketiak. Simak apa saja risikonya di bawah ini.

    Efek samping mencabut bulu ketiak

    Mencabut bulu atau rambut halus adalah proses menghilangkan rambut dari akarnya di bawah permukaan kulit. Hal ini biasanya dilakukan ketika Anda menjumpai uban.

    Cara ini pun sering dilakukan ketika hendak menghilangkan bulu ketiak. Padahal, bulu ketiak berfungsi melindungi kulit dari kotoran, bakteri, dan racun.

    Bila dicabut asal-asalan, tentu berisiko menimbulkan luka ringan dan pori-pori kulit di ketiak akan membesar. Akibatnya, bakteri bisa masuk dan menginfeksi tubuh.

    Berikut ini beberapa efek dari mencabut bulu ketiak yang perlu Anda waspadai.

    1. Iritasi kulit

    mencegah iritasi mencukur ketiak

    Salah satu efek mencabut bulu ketiak yang paling sering dialami yaitu iritasi pada kulit ketiak.

    Bagaimana tidak, mencabut bulu halus dari akar satu persatu bukan perkara yang mudah, terutama bagi Anda yang belum pernah melakukannya.

    Cara menghilangkan bulu ini akan terasa sakit yang menyengat menyerupai sengatan lebah. Bahkan, rasa sakit tersebut bisa disertai dengan iritasi dan kemerahan di sekitarnya.

    Bila dibiarkan, luka yang tak terlihat itu dapat meningkatkan risiko penyakit lain. Pasalnya, luka yang terbuka ini berisiko terpapar bahan kimia dari sabun, losion, atau deodoran, yang terserap tubuh.

    2. Bulu tumbuh ke dalam (ingrown hair)

    Ingrown hair merupakan kondisi ketika rambut atau bulu tumbuh ke dalam kulit, bukannya ke luar. Masalah kulit ini dapat disebabkan oleh berbagai hal dan salah satunya adalah mencabut bulu ketiak.

    Bila dibiarkan, bulu yang tumbuh ke dalam dapat memicu kerusakan pada lesi kulit. Akibatnya, ketiak Anda akan memerah, bengkak, terasa gatal, dan mengalami infeksi.

    Meski mengganggu, efek dari mencabut bulu ketiak ini dapat dicegah dengan mencari alternatif menghilangkan bulu ketiak yang lebih aman.

    3. Folikulitis

    folikulitis

    Folikulitis adalah masalah kulit yang terjadi akibat peradangan pada folikel rambut. Hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur. Lantas, apa hubungannya dengan bulu ketiak?

    Folikel merupakan bagian kulit yang menjadi tempat pertumbuhan bulu atau rambut halus. Bagian kulit ini dapat meradang ketika bulu atau rambut halus dicabut secara paksa.

    Akibatnya, folikel ini berubah menjadi titik-titik kecil putih menggelembung berisi pembuluh darah yang mati. Anda bisa merasakan gatal atau nyeri akibat peradangan ini.

    4. Kulit ketiak menghitam

    Bagi banyak orang, kulit ketiak yang menghitam tentu dapat mengganggu penampilan. Pasalnya, mereka tidak dapat mengenakan atasan tanpa lengan atau pakaian renang di depan umum.

    Ada beragam hal yang bisa menjadi penyebab kulit ketiak hitam, termasuk sebagai hasil dari efek samping mencabut bulu ketiak.

    Kondisi ini dapat terjadi ketika melanin kulit terkena peradangan. Terlebih lagi, terus menerus mencabut bulu ketiak dapat menyebabkan kulit di bagian tersebut menghitam.

    Alternatif menghilangkan bulu ketiak

    Mengingat ada banyak efek samping dari mencabut bulu ketiak yang merugikan kondisi kulit Anda, cobalah memilih alternatif yang lebih aman.

    Alih-alih mencabutinya, berikut ini beberapa pilihan aman menghilangkan bulu ketiak yang bisa Anda coba.

    1. Mencukur

    cara mencukur bulu ketiak

    Mencukur bulu ketiak menjadi pilihan favorit para wanita karena cukup murah dan bisa dilakukan di rumah.

    Anda hanya perlu air hangat, pisau cukur, dan gel atau krim cukur untuk mengurangi risiko efek samping setelah mencukurnya.

    2. Waxing

    Selain mencukur, waxing termasuk salah satu cara mengurangi bulu ketiak yang terbilang minim efek samping dibandingkan mencabutinya.

    Bahkan, metode ini membuat area kulit terasa halus dan memicu pertumbuhan rambut yang lebih ringan, serta kurang terlihat.

    3. Elektrolisis

    Dibandingkan kedua cara di atas, elektrolisis memerlukan penanganan dari ahlinya. Pasalnya, metode ini membutuhkan alat khusus yang masuk ke dalam folikel dan mengirimkan arus listrik melalui akar rambut.

    Dengan begitu, bulu-bulu halus pada ketiak akan rontok dengan sendirinya. Elektrolisis bersifat permanen, tetapi beberapa orang mungkin mendapati bulu ketiaknya tumbuh kembali.

    Efek samping mencabut bulu ketiak memang terdengar sepele. Namun, membiarkan masalah kulit tersebut mengganggu keseharian Anda tentu dapat memicu masalah lainnya.

    Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli dermatologi guna memahami solusi yang tepat.


    Pernah alami gangguan menstruasi?

    Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Hyde, P. (2016). Hair Removal. Kids Health. Retrieved 7 June 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/hair-removal.html 

    Whelan, C. (2020). All About Plucking Hair: The Good, the Bad, and the Painful. Healthline. Retrieved 7 June 2021, from https://www.healthline.com/health/all-about-plucking-hair 

    Folliculitis. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 7 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/folliculitis/symptoms-causes/syc-20361634 

    Whelan, C. (2019). Taking Care of Ingrown Underarm Hair. Healthline. Retrieved 7 June 2021, from https://www.healthline.com/health/ingrown-hair-armpit 

    Leonard, J. (2019). Ways to get rid of dark underarms. Medical News Today. Retrieved 7 June 2021, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/322860

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui Jun 07, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
    Next article: