Kenali Parotitis atau Gondongan, Penyakit yang Bikin Leher Bengkak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Pernahkah Anda melihat seseorang yang pipi atau bagian rahangnya membengkak? Nah, bisa jadi orang tersebut terkena penyakit parotitis atau gondongan. Usia berapa pun bisa terkena penyakit ini. Namun, paling sering terjadi pada anak-anak. Yuk, bahas lebih dalam mengenai penyakit yang membuat pipi atau rahang menjadi bengkak pada ulasan berikut ini.

Apa itu gondongan atau parotitis?

Penyakit gondongan atau parotitis adalah kondisi bengkaknya kelenjar air liur. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular. Adanya infeksi virus pada kelenjar air liur seseorang adalah penyebab gondongan. Kelenjar air liur ini disebut juga dengan parotid. Letaknya berada di sisi kanan dan kiri wajah, di belakang, dan di bawah telinga Anda.

Fungsi utama dari kelenjar liur adalah memproduksi air liur. Air liur itu nantinya digunakan untuk melindungi gigi sekaligus membantu membasahi dan melembutkan makanan agar lebih mudah melewati tenggorokan dan dicerna oleh usus.

Saat virus paramyxovirus menginfeksi, kelenjar air liur bisa membengkak dan akan menyebabkan rasa sakit. Pembengkakan kelenjar tersebut bisa membuat pipi, rahang, atau keduanya juga terlihat membengkak. Tapi pembengkakan pada dua rahang tidak selalu terjadi secara bersama. Selain rasa nyeri saat ditekan, pembengkakan juga akan terasa lembut dan hangat.

Gejala parotitis pada anak dan orang dewasa

Orang yang terinfeksi virus penyebab parotitis ini tidak akan merasakan sakit dengan segera. Butuh waktu sekitar dua sampai empat minggu bagi virus untuk memunculkan gejala. 

Gejala penyakit parotitis ini sangat beragam. Jadi, setiap orang mungkin akan mengalami gejala parotitis yang berbeda-beda. Bahkan, ada pasien yang tidak merasakan gejala sama sekali.  Itulah sebabnya banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi dan baru akan menyadarinya setelah pembengkakan terjadi.

Beberapa gejala infeksi pada kelenjar air liur yang mungkin terjadi pada Anda, meliputi:

  • Badan mudah lelah
  • Sakit kepala
  • Badan terasa pegal-pegal
  • Kehilangan selera makan
  • Demam yang naik turun. Awalnya demam rendah, kemudian akan demam lagi hingga suhu tubuh mencapai 39° Celcius. Kemudian pembengkakan pada kelenjar air liur akan terjadi beberapa hari setelahnya, biasanya pada hari ketiga setelah terinfeksi.

Pembengkakan kelenjar akibat parotitis umumnya bisa bertahan selama 10 sampai 12 hari. Parotitis atau gondongan ini akan menyebabkan rasa sakit ketika menelan, berbicara, mengunyah, atau jika bagian yang membengkak ditekan.

Gejala penyakit gondongan pada anak dan orang dewasa hampir sama. Hanya saja, gejala pada orang dewasa cenderung lebih parah. Bila diperhatikan, anak-anak cenderung rewel karena rasa sakit bengkak lehernya akibat parotitis.

Penyebab parotitis dan cara penularannya

Penyebab gondongan adalah virus jenis paramyxovirus. Penyebaran dan penularan virus penyebab gondongan ini sama seperti penyakit flu, yaitu melalui air liur. Saat orang yang terinfeksi bersin atau batuk, virus akan keluar bersama tetesan air liur dan terhirup oleh orang yang sehat. Ini adalah penularan virus yang paling umum.

Virus penyebab parotitis juga bisa menyebar melalui peralatan makan, bantal, pakaian, atau benda lainnya dan menginfeksi orang yang melakukan kontak dengan benda-benda tersebut. Tapi, penularan dengan caranya ini jarang terjadi. Perlu Anda ketahui bahwa virus mungkin bisa berpindah pada benda, tapi virus parotitis ini tidak akan disebarkan oleh hewan.

Walaupun menular, penyakit ini bukanlah penyakit yang dapat menular dengan cepat seperti penyakit campak atau cacar air. Namun, semakin sering dan semakin dekat Anda melakukan kontak dengan orang yang sakit, risiko penularannya jadi semakin besar.

Ada rentang waktu bagi virus untuk menyebabkan infeksi dan menimbulkan gejala, yaitu sekitar 14 sampai 18 hari. Masa penyebaran virus parotitis yang paling tinggi pada orang lain, yaitu dua hari sebelum munculnya gejala dan lima hari pertama setelah kelenjar air liur mulai membengkak dan nyeri saat ditekan.

Siapa saja yang berisiko terkena parotitis?

Virus penyakit ini bisa muncul kapan saja, namun lebih sering saat musim hujan. Penyakit gondongan ini juga bisa menyerang siapa saja, namun umumnya lebih sering terjadi pada anak-anak. Selain itu, orang dengan kondisi tertentu juga sangat rentan terkena penyakit ini, seperti:

  • Tidak mendapatkan vaksin atau tidak mendapatkan dosis vaksin sepenuhnya, yaitu dosis diberikan secara terpisah
  • Orang yang berusia sekitar 2 sampai 12 tahun
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah, seperti memiliki HIV/AIDS atau penyakit kanker
  • Melakukan perjalanan ke daerah yang berisiko tinggi menjadi penyebaran virus penyebab gondongan
  • Mengikuti kemoterapi atau menggunakan obat steroid oral lebih dari dua minggu

Apakah penyakit gondongan termasuk penyakit berbahaya?

Parotitis atau gondongan bukan penyakit kronis. Kebanyakan pasien dapat pulih sepenuhnya dalam beberapa minggu. Umumnya, gondongan akan sembuh dalam 10 hari. Meski begitu, tetap dibutuhkan perawatan dari obat-obatan untuk mengurangi gejala. Perawatan di rumah juga akan membuat tubuh lebih cepat menyembuhkan diri dari infeksi.

Tanpa perawatan, parotitis ini dapat menyebar dan menyebabkan komplikasi. Bahkan, berakhir dengan cacat permanen atau kematian. Untungnya, komplikasi masih jarang terjadi.

Berbagai komplikasi akibat penyakit parotitis

Jika tidak diobati, penyakit parotitis ini bisa menyebabkan peradangan dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti:

1. Radang otak

Infeksi virus gondongan atau parotitis dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis). Kondisi ini akan memunculkan gejala demam tinggi, leher kaku, sakit kepala, mual, dan muntah, mengantuk, serta kejang. Biasanya gejala akan dimulai pada minggu pertama setelah kelenjar air liur membengkak. Kondisi ini sangat membahayakan hidup pasien.

2. Pankreatitis

Infeksi virus dapat menyebabkan pankreas meradang atau disebut juga dengan pankreatitis. Gejalanya meliputi gejala penyakit gondongan disertai sakit perut di bagian atas serta mual dan muntah.

3. Orchitis

Laki-laki yang sudah puber bisa mengalami komplikasi dari penyakit pembengkakan pada kelenjar air liur. Pembengkakan bisa menyerang satu atau dua buah zakar (orchitis). Rasanya sangat menyakitkan, tapi jarang menyebabkan kemandulan pada pria.

4. Meningitis

Infeksi virus dapat menyebar melalui aliran darah dan menginfeksi membran dan cairan yang ada pada sumsum tulang belakang. Kondisi ini dikenal dengan meningitis.

5. Ooforitis dan mastitis

Perempuan yang sudah puber bisa mengalami komplikasi parotitis. Peradangan akan menyebar ke area indung telur (ooforitis) dan payudara (mastitis). Akan tetapi, kondisi ini jarang memengaruhi kesuburan wanita.

6. Komplikasi lainnya

Walaupun jarang terjadi, infeksi virus dapat menyebar ke area koklea dan bisa menyebabkan gangguan pendengaran permanen pada satu atau kedua telinga. Selain itu, penyakit gondongan dapat meningkatkan risiko wanita hamil mengalami keguguran dibanding wanita yang hamil sehat.

Dilansir dari Medicine Net, parotitis ini juga bisa menyebabkan komplikasi seperti peradangan pada sendi (arthritis), infeksi otot jantung (miokardium), dan kondisi gangguan pada saraf, seperti sindrom Guillain-Barré (penyakit autoimun yang menyerang saraf tubuh) atau bell’s palsy (kelemahan otot-otot wajah).

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda menduga bahwa Anda atau anak Anda mengalami gondongan, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Mendapatkan penangan dari dokter lebih cepat, berarti meringankan gejala, menghindari komplikasi, mencegah penularan virus kepada orang lain, serta mempercepat tubuh untuk pulih dari penyakit.

Waspadai gejala berikut yang menandakan bahwa infeksi virus sudah menyebar ke jaringan tubuh yang lain, seperti:

  • Kekakuan pada leher
  • Mengalami kejang
  • Mengantuk parah
  • Sakit kepala yang sangat parah
  • Pingsan
  • Sakit perut, bisa menandakan masalah pankreas pada pria atau masalah indung telur pada perempuan
  • Demam tinggi disertai pembengkakan pada buah zakar

Apakah untuk mengobati penyakit gondongan harus ke dokter spesialis?

Untuk penyakit gondongan Anda boleh mendapatkan perawatan medis dari dokter spesialis, yaitu yang menangani khusus penyakit menular. Namun, penyakit ini juga bisa ditangani oleh dokter umum. Sementara, untuk gondongan  atau parotitis pada anak, akan lebih baik jika pemeriksaan dilakukan oleh dokter anak.

Bagaimana penyakit gondongan didiagnosis?

Sama seperti penyakit lainnya, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dokter harus mengetahui dengan jelas penyebab pembengkakan yang terjadi pada kelenjar air liur. Mungkin pasien akan disarankan untuk melakukan tes darah untuk mengetahui apakah benar pembengkakan disebabkan oleh virus jenis paramyxovirus atau virus lain. Kemudian, dokter akan mengevalusi gejala apa saja yang dirasakan.

Jika pembengkakan bukan disebabkan oleh virus penyebab parotitis, maka kondisinya bisa dialihkan menjadi penyakit lain, seperti:

  • Tersumbatnya kelenjar air liur
  • Amandel (tonsilitis)
  • Kanker kelenjar air liur
  • Sindrom Sjögren
  • Efek samping penggunaan obat diuretik tiazid
  • Sarkoidosis
  • Penyakit kelainan atau gangguan pada IgG-4

Apa saja obat parotitis untuk anak dan orang dewasa?

Tidak ada obat yang dikhususkan untuk menyembuhkan penyakit ini. Untungnya, pengobatan yang dilakukan tidaklah rumit, selama virus belum menyebar dan tidak menyebabkan komplikasi. Obat parotitis yang biasanya digunakan adalah acetaminophen (tylenol) dan ibuprofen (advil). Untuk aspirin, sebaiknya tidak digunakan untuk pasien dengan usia di bawah 16 tahun. Obat-obatan tersebut bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotek.

Pemberian obat gondongan, dapat menurunkan suhu tubuh sehingga kembali normal dan mengurangi rasa nyeri pada pipi atau rahang akibat pembengkakan. Tidak dianjurkan untuk menggunakan antibiotik dalam mengobati gondongan, sebab penyakit ini disebabkan oleh virus bukan bakteri. Pemberian obat gondongan pada anak atau orang dewasa tidak berbeda, mungkin hanya dosisnya yang perlu disesuaikan.

Untuk penyakit gondongan  atau parotitis yang sudah menimbulkan komplikasi, menggunakan obat biasa tidak akan memberikan efek kesembuhan yang efektif. Perlu pengobatan dan perawatan lebih lanjut pada komplikasi yang dimiliki. Anda mungkin disarankan untuk menjalani rawat inap.

Pengobatan di rumah saat Anda sakit terkena parotitis

Karena obat gondongan tidak tersedia, maka pengobatan akan difokuskan untuk mengurangi gejala dan  meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Langkah-langkah pengobatan di rumah yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Istirahat sebanyak mungkin. Bukan hanya untuk sakit gondongan, saat Anda sakit utamakan tubuh untuk beristirahat sampai gejala hilang. Sebaiknya, hindari bermain ponsel atau menonton TV sekalipun itu Anda lakukan dalam keadaan berbaring. Walaupun tubuh tidak beraktivitas, kegiatan tersebut bukanlah arti istirahat yang sesungguhnya.
  • Perbanyak minum air putih dan jaga tubuh agar selalu terhidrasi. Gejala penyakit gondongan memang menimbulkan rasa sakit saat menelan, tapi jangan sampai membuat Anda malas untuk minum air putih. Hindari jus buah yang rasanya asam karena dapat mengiritasi kelenjar air liur. Jadi, air putih adalah pilihan terbaik.
  • Selain perbanyak minum, nutrisi tubuh tetap harus terpenuhi. Piilih makanan yang mudah untuk ditelan dan tidak membutuhkan banyak kunyahan. Misalnya, dibuat sup atau bubur, telur orak-arik, atau kentang tumbuk.
  • Kompres bagian wajah yang membengkak dengan handuk lembut yang sebelumnya dicelupkan pada air hangat atau air dingin. Ini mengurangi rasa nyeri pada pembengkakan.

Jika saya sakit gondongan, apa yang harus dilakukan supaya tidak menularkan virus ke orang lain?

Jika Anda atau anak Anda mengalami gondongan, mendapatkan pengobatan itu perlu. Selain itu, hindari kontak langsung dalam jangka waktu lama dan terlalu dekat dengan orang lain, setidaknya lima hari setelah kelenjar air liur mulai membengkak. Sebab pada waktu itu, virus menular sangat aktif pada orang lain.

Sebaiknya, Anda atau anak Anda harus mengambil cuti sakit dan tidur di ruangan yang terpisah dengan anggota keluarga lain yang sehat. Gunakan masker atau tisu saat bersin atau batuk, supaya virus tidak menyebar dengan mudah.

Bagaimana caranya agar tidak tertular penyakit gondongan?

Banyak cara untuk menghindari Anda dari penularan penyakit gondongan. Berikut cara yang bisa Anda lakukan agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit gondongan.

1. Mendapatkan vaksin MMR

Mencegah penularan infeksi virus pada kelenjar air liur sebenarnya bisa dilakukan sejak dini, yaitu dengan pemberian vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) saat bayi. Vaksin ini diberikan dua kali dosis, yaitu pada anak-anak usia 12 sampai 15 bulan dan usia 4 sampai 6 tahun. Di Indonesia, vaksin MMR diwajibkan untuk diberikan pada anak dan sudah dijadwalkan pemberiannya pada imunisasi.

Jika seseorang tidak mendapatkan dosis sepenuhnya (atau sesuai yang telah ditentukan), risiko terkena penyakit gondongan di kemudian hari akan meningkat. Sebab satu dosis vaksin MMR hanya mampu melindungi dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit sebesar 78 persen.

Tapi, perlu Anda ketahui bahwa vaksin ini dapat menimbulkan efek samping, seperti sensasi terbakar pada area kulit yang disuntik, demam ringan, dan ruam ringan pada kulit. Demam dan ruam pada kulit biasanya hanya akan terjadi pada vaksin dosis pertama, yaitu lima hingga 12 hari setelah vaksinasi.

Walaupun demikian, pemberian vaksin bagi anak, remaja, atau orang dewasa sudah teruji aman. Sebelum pemberian vaksin pun, kondisi kesehatan pasien akan diperiksa terlebih dulu. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum vaksin diberikan, yaitu:

  • Vaksin tidak boleh diberikan pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya sangat lemah atau memiliki reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap kandungan vaksin.
  • Vaksin akan ditunda untuk diberikan jika sedang sakit parah, hamil, atau merencanakan kehamilan selama empat bulan ke depan. Untuk sakit flu ringan, biasanya vaksin masih boleh diberikan. Pemberian vaksin akan dilakukan saat tubuh sudah pulih atau setelah melahirkan.

2. Menghindari kontak atau menjauhi orang yang terinfeksi

Pemberian vaksin memang ampuh, tapi tidak berlaku pada semua orang. Ada orang yang tetap terinfeksi penyakit walaupun sudah melakukan vaksinasi. Namun, gejalanya tidak akan separah pada orang yang tidak mendapatkan vaksinasi.

Saat ada keluarga atau teman yang terkena parotitis, sebaiknya jauhkan diri atau anak Anda dengan orang itu. Sebab virus penyebab gondongan dapat menular melalui tetesan air liur saat pasien bersin atau batuk. Selain itu, jangan gunakan peralatan makan yang sama atau hindari berbagi makanan atau minuman yang sama dengan pasien.

3. Menjaga kebersihan diri

Tetesan air liur pasien bisa mengenai benda-benda sekitarnya atau menempel pada tangan dan berpindah ke mainan, meja, atau gagang pintu. Agar bersih dari virus, utamakan selalu untuk cuci tangan dengan sabun dan bilas hingga bersih dengan air yang mengalir.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca