Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan setiap penderita diabetes untuk sesegera mungkin melakukan tes TBC. Begitupun sebaliknya — setiap orang yang terdiagnosis dengan tuberkulosis, perlu segera menjalani pemeriksaan diabetes. Fakta menunjukkan bahwa ada hubungan erat antara diabetes dan TBC yang perlu diwaspadai.

Kenapa penderita diabetes harus cek TBC?

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2014 melaporkan sebanyak 422 juta orang di seluruh dunia hidup dengan diabetes. Infeksi tuberkulosis sebenarnya bisa menjadi salah satu gejala diabetes yang terselubung.

Diabetes itu sendiri adalah kondisi yang melemahkan sistem imun. Nah, diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak terlalu tinggi. Kondisi ini disebut dengan hiperglikemia. Hiperglikemia dapat semakin melemahkan sistem imun tubuh, yang membuat Anda akan lebih rentan terserang infeksi.

TBC adalah gangguan saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kondisi hiperglikemia juga dapat menciptakan lingkungan dalam tubuh yang ideal bagi bakteri ini bisa berkembang biak. Penderita diabetes bahkan dilaporkan berisiko tiga kali lipat untuk terinfeksi TBC daripada orang lainnya.

Maka, tes TBC penting dilakukan jika Anda punya diabetes agar Anda dapat menjalani perawatan yang sesuai untuk mencegah sistem imun Anda semakin memburuk.

Pasien TBC juga perlu cek diabetes

Tidak hanya penderita diabetes yang perlu segera tes TB. Orang-orang yang memiliki infeksi TBC aktif pun sangat disarankan untuk mengecek kadar gula darahnya. Sekitar 15 persen kasus TBC dihubungkan dengan diabetes.

Infeksi TBC aktif dapat menghambat kerja tubuh mengatur tingkat insulin dan glukosa darah, sehingga meningkatkan risiko penderita TBC mengidap diabetes. Terlebih, Anda mungkin tidak langsung merasakan gejala-gejala diabetes karena penyakit ini belum cukup parah menyerang tubuh Anda. Karena itu, penderita TBC mungkin tidak menyadari kalau mereka punya penyakit ini. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa TBC bahkan dapat menyebabkan diabetes tanpa diketahui karena meski bakteri penyebab tuberkulosis aktif dalam tubuh, namun belum tentu langsung menimbulkan gejala TBC.

Kembali lagi seperti penjelasan di atas, gula darah yang tidak terkontrol pada akhirnya akan meningkatkan tingkat keparahan infeksi TB. Orang yang mengidap TBC bahkan berisiko tinggi untuk kambuh dan meninggal akibat keparahan infeksinya jika ia juga ternyata menderita diabetes.

Tes TBC dan pemeriksaan diabetes saling berkaitan

Penderita diabetes wajib melakukan tes TBC, dan begitupun sebaliknya, karena kedua penyakit ini bisa saling memengaruhi dan berkaitan.

Sebagian besar kasus diabetes dan TBC tidak terdiagnosis atau kebanyakan terlambat didiagnosis. Oleh karena itu, setiap orang yang memiliki diabetes dan yang memiliki TBC harus saling melakukan tes terkait untuk melihat risiko kemungkinan mengidap keduanya. Tes juga dilakukan guna mencari perawatan yang tepat agar mencegah penyakit semakin parah.

Konsultasikan ke dokter untuk mengetahui tes apa yang paling tepat untuk dijalani guna memeriksa kemungkinan keberadaan kedua penyakit ini di tubuh Anda. Mendeteksi secara dini dengan melakukan tes terkait dapat membantu meningkatkan kualitas hidup Anda sekarang dan nanti.

Yang bisa dilakukan oleh penderita diabetes untuk mencegah infeksi TBC

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah berkembangnya kombinasi penyakit diabetes dan TBC di tubuh Anda:

Mengendalikan gula darah

Jaga kadar gula darah Anda dengan baik dengan teratur mengonsumsi obat diabetes dan insulin jika memang diresepkan. Selain itu Anda juga perlu melakukan pola makan sehat yang dianjurkan dokter. Konsumsilah makanan dengan indeks glikemik rendah seperti sayuran, biji-bijian, dan ikan.

Rutin olahraga/beraktivitas fisik

Menurut American Diabetes Assocation (ADA), berolahraga secara teratur dapat mengurangi risiko infeksi pernapasan dan menjaga kondisi tetap prima. Melakukan olahraga juga akan membuat sistem kekebalan tubuh Anda meningkat karena stres dan ketegangan yang menjadi salah satu faktor perusaknya dapat dilepaskan saat Anda berolahraga.

Sistem kekebalan tubuh yang baik dapat mencegah Anda terinfeksi bakteri penyebab TBC. Cobalah untuk berolahraga ringan minimal 30 menit setiap hari atau minimal 3 kali dalam seminggu.

Kelola stres dengan baik

Stres kronis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga memberikan kesempatan bakteri dan virus penyakit untuk menyerang, termasuk bakteri penyebab TBC. Ada banyak cara mudah dan murah meriah untuk menghilangkan stres, misalnya dengan meditasi, mendengarkan musik, menggambar, menonton film komedi, atau bahkan sekadar curhat dengan sahabat. Intinya, lakukanlah hal-hal yang bisa membuat Anda bahagia.

Tidur yang cukup

Tidur yang cukup membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda. Usahakan tidur di waktu yang sama setiap malam untuk membantu tubuh menyesuaikan siklusnya. Selain itu, buat kamar tidur Anda senyaman mungkin agar Anda lebih mudah terlelap dan tidur nyenyak sepanjang malam. Anda juga bisa minum susu hangat atau mandi air hangat satu jam sebelum tidur untuk bikin tubuh lebih santai agar lebih cepat tertidur.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca