Dokter spesialis ortopedi adalah orang yang ingin Anda tuju saat mengalami masalah pada tulang. Jika ada satu saja tulang yang bermasalah, tentu gerak tubuh jadi tidak nyaman untuk beraktivitas. Namun, tunggu dulu. Masalah tulang yang ditangani oleh dokter “ahli tulang” bukan cuma sekadar keseleo atau terkilir saja. Yuk, berkenalan lebih lanjut dengan dokter tulang!

Apa itu ortopedi?

Ortopedi adalah cabang ilmu kedokteran yang fokusnya mendiagnosis, mengobati, dan mencegah berbagai penyakit atau gangguan terkait sistem muskuloskeletal. Sistem muskuloskeletal adalah sistem pergerakan tubuh yang melibatkan fungsi tulang, persendian, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang. 

Itu artinya masalah yang ditangani dokter spesialis ortopedi tidak cuma menyangkut kesehatan tulang, tapi juga seluruh anggota gerak Anda.

Mereka juga menangani prosedur rumit, seperti operasi pemasangan pen, penggantian pinggul, dan berbagai bedah arthroscopic terkait masalah tulang dan persendian. Beberapa operasi paling umum yang dilakukan dokter tulang termasuk operasi punggung, dan operasi penggantian bagian pergelangan kaki, lutut, bahu, dan pinggul.

Operasi tulang dapat dilakukan secara arthroscopically (dengan melihat ke dalam sendi dengan kamera), melalui sayatan kecil, dan operasi dengan sayatan yang lebih besar.

Kapan harus ke dokter ortopedi?

penyebab nyeri sendi obat nyeri pereda alami

Dokter ortopedi atau dokter tulang biasanya mendiagnosis dan mengobati masalah seputar tulang dan persendian. Mulai dari hal sederhana seperti pergelangan kaki terkilir, infeksi, cedera olahraga, patah tulang, masalah sendi seperti artritis atau rematik, kelainan tulang bawaan lahir seperti skoliosis atau osteogenesis imperfecta, masalah tulang akibat penuaan seperti osteoporosis, sampai tumor tulang.

Pada dasarnya jika Anda mengalami rasa sekit atau nyeri di pergelangan kaki, lutut, pinggul, bahu, atau punggung, Anda dapat mempertimbangkan periksa ke dokter tulang. Masalah-masalah umum yang bisa diperiksakanm antara lain:

  • kesulitan menggunakan bagian tubuh tertentu untuk melakukan fungsi sehari-hari (misalnya, naik turun tangga atau sakit punggungda bahu saat membawa tas belanjaan)
  • Nyeri otot, tendon, atau sendi yang berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Nyeri sendi yang menjadi lebih intens saat istirahat atau sedang tidur.
  • Bengkak atau memar di sekitar sendi atau lokasi cedera.
  • Jarak gerak terbatas, seperti sakit atau susah untuk meluruskan punggung.
  • Deformitas sendi.
  • Tanda-tanda infeksi termasuk demam dan/atau peradangan, bengka kemerahan di bagian sendi.
  • Gejala nyeri di bagian tulang manapun di tubuh Anda.

Apa risiko yang mungkin terjadi dari operasi ortopedi?

Operasi tulang atau bedah ortopedi umumnya dijadikan sebagai jalan terakhir untuk mengatasi masalah muskuloskeletal. Terutama apabila penanganan pertama dengan terapi non bedah seperti obat minum, terapi fisik, dan pemasangan gips tidak ada yang berhasil.

Nah sama seperti prosedur medis pada umumnya, operasi atau bedah tulang juga punya risiko tersendiri. Maka jika Anda hendak melakukan pembedahan ini, ada baiknya pahami dulu peluang risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi.

Risiko bedah yang paling umum adalah efek samping anestesi pascaoperasi, seperti pusing, mual dan muntah, infeksi saluran pernapasan, atau bahkan kerusakan saraf tepi. Selain itu, risiko bedah tulang lainnya yang juga umum dan perlu lebih diwaspadai adalah infeksi pada luka operasi (Surgical Site Infections/SSI). Bedah terkait ortopedi adalah salah satu prosedur medis yang dilaporkan memiliki kasus SSI paling tinggi.

Risiko lain yang dapat terjadi karena operasi tulang adalah bekuan darah, sebuah kondisi yang disebut deep venous thrombosis (DVT). Bekuan darah DVT yang ada di kaki, atau bagian tubuh lainnya, dapat lepas sehingga berpindah ke paru-paru dan dapat menyebabkan masalah pernapasan serius yang disebut emboli paru. Untuk mencegah hal ini, sokter bedah akan melakukan perawatan seperti kompresi, mobilisasi, atau meresepkan Anda obat pengencer darah sebelum operasi.

Bagaimana cara pilih dokter ortopedi yang bagus?

Pilihlah memilih dokter yang punya rekam jejak medis terpercaya. Antara lain keberhasilannya dalam operasi beberapa masalah kesehatan tulang.

Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk mencari dokter tulang yang bagus:

  • Bicaralah dengan dokter umum Anda, minta referensi dokter mana yang bagus untuk operasi tulang. Anda juga bisa minta rujukkan dari rumah sakit tempat Anda periksa.
  • Tanya-tanya pada teman atau rekan kerja Anda, beberapa di antaranya mungkin pernah menjalani operasi ortopedi atau kenal dengan dokter tulang. Pengalaman langsung dari kerabat atau teman bisa menjadi salah satu pertimbangan Anda memilih dokter tulang.
  • Gunakan pencarian di website internet, dokter dan rumah sakit mana yang bagus untuk operasi.

Penting untuk konsultasi sebelum operasi

Penting untuk mencari dan memilih dokter ortopedi yang memiliki reputasi terbaik di bidangnya dengan catatan rekor keberhasilan yang juga tinggi.

Setelah Anda memutuskan dokter mana yang terbaik untuk Anda, buatlah janji konsultasi lebih dahulu sebelum membuat janji opersi.

Berikan catatan rekam medis Anda pada dokter tulang agar ia dapat memeriksa riwayat kesehatan anda secara keseluruhan. Jangan pernah malu bertanya juga berapa kali dokter tersebut sudah melakukan operasi. Seorang dokter profesional yang berpengalaman akan bisa menjelaskan dengan baik.

Pastikan dokternya mudah dihubungi untuk konsultasi darurat

Anda juga harus bisa melihat apakah dokter tersebut mudah dihubungi atau cepat merespon Anda. Pilih yang bersedia dihubungi melalui kontak pribadi, untuk berjaga-jaga kalau saja ada kondisi darurat menimpa Anda, sebelum maupun setelah Anda operasi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca