4 Alasan Penting Kenapa Anda Tidak Boleh Beli Obat Kolesterol Tanpa Resep Dokter

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Pengobatan kolesterol tinggi biasanya diawali dengan perubahan gaya hidup sederhana, misalnya merancang menu makan sehat dan olahraga teratur. Bila cara ini tidak kunjung berhasil, misalnya karena tensi darah anda sudah terlanjur sangat tinggi dan berisiko komplikasi penyakit lainnya, dokter dapat meresepkan obat penurun kolesterol untuk Anda rutin konsumsi. Lantas, bila obat habis dan gejala tidak kunjung mereda, bolehkah membeli dan meminum obat untuk kolesterol tanpa resep dokter?

Obat untuk kolesterol tidak boleh digunakan tanpa resep dokter

Ketika obat kolesterol mereka habis, tak jarang orang-orang berinisiatif untuk membeli ulang tanpa pakai resep dokter. Mereka mungkin berpikir bahwa dengan cara ini mereka jadi lebih hemat waktu dan tenaga, karena tidak usah bolak-balik pergi ke dokter. Lagipula, juga sudah hafal merk obat dan dosisnya.

Ini adalah cara yang salah besar dan tidak boleh dilakukan. Obat untuk kolesterol tidak dirancang untuk diperjualbelikan secara bebas. Anda harus membelinya dengan resep dokter, baik untuk dosis perdana maupun dosis isi ulangnya.

Ada beberapa alasan yang mendasari hal ini.

1. Obat kolesterol tidak ditujukan untuk semua orang

Beberapa orang mengonsumsi ini untuk menurunkan kadar kolesterol demi mencegah terjadinya stroke dan serangan jantung. Namun, obat untuk kolesterol wajib diminum sesuai dengan resep dokter karena obat ini tidak ditujukan untuk semua orang. Ambil contoh, konsumsi statin dan obat kolesterol lainnya tidak diperuntukkan untuk ibu hamil karena dapat menyebabkan efek samping tertentu hingga berisiko menyebabkan cacat lahir.

Menurut Antonio M. Gotto Jr., MD, seorang profesor kedokteran di Weill Medical College of Cornell University di New York, statin dan obat penurun kolesterol lainnya juga tidak dianjurkan untuk wanita usia subur. Obat-obatan ini juga tidak disarankan digunakan pada orang yang berisiko rendah untuk mengalami stroke atau serangan jantung.

2. Obat kolesterol memiliki efek samping yang berbeda

Semua jenis obat memiliki efek samping, tidak terkecuali obat penurun kolesterol. Pada saat meresepkan obat untuk kolesterol, dokter akan mempertimbangkan jenis dan dosisnya berdasarkan seberapa tinggi kadar kolesterol tubuh Anda, kemungkinan risiko, riwayat penyakit pembuluh darah, dan kemungkinan efek sampingnya.

Secara umum, efek samping obat penurun kolesterol meliputi rasa mual, sakit perut, sembelit, diare, kantuk, dan nyeri otot. Namun untuk obat kolesterol seperti statin memiliki tambahan efek samping, yaitu meningkatkan risiko kerusakan jaringan otot atau kerusakan hati. Risiko ini akan semakin meningkat bila Anda mengonsumsi statin tanpa resep dokter, terutama bila Anda meminum antibiotik atau obat kolesterol lain secara bersamaan.

Walaupun beberapa obat kolesterol memiliki kandungan yang sama, namun formulanya bisa berbeda bila diproduksi oleh perusahaan obat yang berbeda-beda. Hal ini akan berpengaruh pada khasiat obat dan efek samping yang ditimbulkan. Karena itulah sangat penting untuk mengikuti resep dokter sebelum memutuskan untuk meminum obat kolesterol.

3. Obat kolesterol tidak boleh diminum berbarengan dengan obat

Sebelum menebus resep di apotik, dokter akan menjelaskan tata cara minum obat kolesterol yang baik dan benar sesuai dengan kondisi Anda. Berapa kali obat kolesterol harus dikonsumsi dalam sehari, efek samping yang mungkin timbul, dikonsumsi untuk berapa lama, hingga ketentuan apa boleh obat tersebut dikonsumsi dengan obat lain. Nah, jika Anda minum obat tanpa resep dokter, Anda tentu tidak akan tahu efek samping yang mungkin terjadi bila Anda nekat mengonsumsi obat penurun kolesterol bersamaan dengan obat lain.

Pasalnya, efektivitas obat kolesterol akan terganggu dengan asupan makanan dan suplemen tertentu. Hal ini akan semakin memburuk saat Anda minum antibiotik atau obat lain bersamaan dengan statin karena dapat meningkatkan efek samping dari statin. 

Kecuali bila statin menyebabkan efek samping yang sangat serius bagi tubuh Anda dan tidak cukup membantu menurunkan kadar kolesterol, kemungkinan dokter akan memberikan obat lain yang dapat membantu efektivitas statin dalam tubuh Anda. Karena itulah, Anda wajib memiliki resep dokter sebelum memutuskan untuk minum obat kolesterol.

Daftar obat kolesterol yang wajib dengan resep dokter

Jenis obat untuk kolesterol yang paling sering diresepkan adalah statin. Obat ini bekerja dengan cara menghancurkan zat pembentuk kolesterol di dalam hati yang kemudian akan dikeluarkan dari hati. Obat statin dapat membantu mengurangi risiko penyakit arteri koroner dengan membantu tubuh menyerap kembali kolesterol baik dari dinding arteri.

Berikut ini merupakan beberapa statin yang sering diresepkan, di antaranya:

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat kolesterol, Anda wajib berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan obat yang tepat sesuai dengan gejala yang dirasakan. Ingat, hindari membeli dan minum obat kolesterol sembarangan tanpa resep dokter, ya.

Baca Juga: