Berbagai Cara Mudah Mengobati Infeksi Telinga, di Rumah dan di Dokter

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/04/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Rasa sakit dari infeksi telinga (otitis interna) bisa mengganggu aktivitas harian Anda. Belum lagi juga harus berurusan dengan cairan yang sesekali merembes keluar dari lubang telinga. Infeksi telinga biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus, sehingga pengobatannya tidak boleh sembarangan. Berikut ini berbagai obat infeksi telinga yang biasa diresepkan dokter, plus perawatan rumahan yang dapat Anda coba untuk mempercepat penyembuhan.

Obat infeksi telinga dari dokter

Pengobatan untuk infeksi telinga biasanya disesuaikan berdasarkan penyebab, usia, dan keparahan infeksi. Berikut ini berbagai obat yang umumnya diresepkan untuk mengatasi infeksi telinga, yaitu:

Antibiotik

Dokter akan memberikan antibiotik minum untuk infeksi telinga yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik diberikan untuk mengatasi infeksi telinga pada:

  • Anak-anak berusia 6 bulan ke atas yang mengalami nyeri telinga sedang hingga berat pada satu atau kedua telinga. Rasa sakit juga telah berlangsung selama kurang dari 48 jam dan mengalami peningkatan suhu tubuh hingga lebih dari 39ºCelsius.
  • Anak-anak berusia 6 hingga 23 bulan dengan nyeri telinga ringan pada satu atau kedua telinga yang telah berlangsung selama kurang dari 48 jam dan suhu tubuh masih di bawah 39ºCelsius.
  • Anak-anak berusia 24 bulan ke atas hingga dewasa dengan nyeri telinga ringan pada satu atau kedua telinga. Rasa nyeri telah berlangsung selama kurang dari 48 jam dan suhu tubuh di bawah 39 derajat celcius.

Antibiotik harus diminum sesuai takaran dosis dan dihabiskan sampai tenggat waktu yang telah ditentukan dokter. Selain obat minum, dokter juga bisa meresepkan antibiotik tetes untuk mengobati infeksi telinga bagian luar.

Jika disebabkan oleh infeksi virus, dokter akan memberikan obat infeksi telinga jenis antiviral untuk mengatasi gejalanya.

Obat pereda nyeri dan dekongestan

Pada beberapa kasus, infeksi telinga dapat diakibatkan oleh penyakit lain seperti flu maupun alergi. Jika disebabkan oleh flu atau penyakit pernapasan lainnya, Anda bisa gunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran, seperti paracetamol dan ibuprofen, untuk membantu meredakan sakit yang terjadi akibat peradangan di dalam telinga.

Jika infeksi telinga terjadi akibat reaksi alergi, Anda bisa menggunakan dekongestan atau antihistamin seperti pseudoephedrine atau diphenhydramine (Benadryl). Meskipun obat-obatan ini dapat dibeli tanpa resep dokter, namun usahakan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum meminumnya. Balita yang mengalami infeksi telinga tidak boleh diberikan obat-obatan tersebut.

Perawatan rumahan untuk mengobati infeksi telinga

Selain obat dokter, Anda juga bisa meredakan gejala infeksi telinga dengan cara:

Mengompres telinga dengan air hangat

Mengompres telinga dengan bantuan air hangat dapat membantu meredakan tekanan dan rasa sakit. Rendam waslap bersih alam air hangat dan peras sisa airnya. Tempelkan selama maksimal 20 menit di atas telinga yang sakit. Selain kain waslap atau handuk, Anda juga bisa menggunakan kapas untuk kemudian ditempelkan di lubang terluar telinga.

Berkumur dengan air garam

Air garam dapat membantu meredakan radang tenggorokan akibat infeksi telinga. Tak hanya itu, berkumur dengan air garam juga membantu membersihkan saluran telinga yang tersumbat akibat produksi lendir berlebih.

Usahakan untuk tetap menjaga kebersihan indera pendengaran Anda dan jaga agar telinga selalu tetap kering agar tidak menjadi sarang bagi bakteri dan virus penyebab infeksi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Cepat-Tanggap Difteri, Ini Langkah Pengobatan Penyakit Difteri yang Tepat

Untuk menghindari komplikasi serius, difteri membutuhkan penanganan medis yang tepat. Seperti apa pengobatan difteri dan obat difteri apa yang efektif?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Tips Sehat 18/12/2019 . Waktu baca 7 menit

Dua Metode Menghilangkan Noda Merah Bekas Jerawat

Saat jerawat hilang, bukan berarti masalah selesai. Masih ada noda merah yang mengganggu selama berminggu-minggu ke depan. Begini menghilangkannya.

Ditulis oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Penyakit Kulit, Jerawat, Health Centers 14/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Sama-sama Redakan Nyeri, Pahami Beda Acetaminophen, Aspirin, dan Ibuprofen

Banyak yang mengira bahwa obat pereda nyeri, seperti aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen sama khasiatnya, namun tahukah Anda ketiganya punya perbedaan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 12/11/2019 . Waktu baca 5 menit

3 Kunci Atasi Pegal dan Nyeri Otot bagi Orang Kantoran yang Super Sibuk

Rutinitas bekerja plus menerjang kemacetan setiap hari tak ayal membuat tubuh nyeri dan pegal. Intip cara menghilangkan pegal setelah bekerja di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Konten Bersponsor
menghilangkan pegal setelah bekerja
Nyeri Kronis, Health Centers 06/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengatasi infeksi telinga

Cara Mengatasi dan Mencegah Infeksi Akibat Tindik di Telinga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab resistensi antibiotik

Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit
membesarkan anak tuli

Hati-hati, Infeksi Telinga Pada Anak Bisa Sebabkan Gangguan Bicara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 31/01/2020 . Waktu baca 4 menit
antibiotik untuk jerawat

Daftar Antibiotik yang Ampuh untuk Mengobati Jerawat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24/01/2020 . Waktu baca 6 menit