Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sindrom Ramsay Hunt

Apa itu sindrom Ramsay Hunt?|Apa saja gejala sindrom Ramsay Hunt?|Apa penyebab sindrom Ramsay Hunt?|Apa saja faktor-faktor risiko untuk terkena sindrom Ramsay Hunt?|Bagaimana cara mengobati sindrom Ramsay Hunt?|Apakah ada pengobatan rumahan untuk sindrom Ramsay Hunt?
Sindrom Ramsay Hunt

Apa itu sindrom Ramsay Hunt?

Sindrom Ramsay Hunt atau Ramsay Hunt syndrome adalah sekelompok gejala akibat komplikasi herpes zoster atau cacar api.

Nama lain untuk sindrom ini adalah zoster geniculate, herpes zoster oticus, dan herpes geniculate ganglionitis.

Kondisi ini juga dapat terjadi setelah seseorang sembuh dari cacar air. Ini dikarenakan penyebab cacar air dan cacar api adalah virus yang sama, yaitu varicella-zoster.

Sindrom Ramsay Hunt menyebabkan munculnya ruam kulit yang terasa sakit di sekitar telinga, wajah, atau mulut.

Pengobatan yang dilakukan dengan cepat dapat mengurangi risiko komplikasi yang dapat menyebabkan lemahnya otot wajah dan hilangnya pendengaran secara permanen.

Seberapa umumkah sindrom Ramsay Hunt?

Sindrom ini lebih banyak dijumpai pada pasien berusia dewasa, baik yang berjenis laki-laki maupun perempuan.

Namun, dalam beberapa kasus yang jarang ditemukan, sindrom ini juga bisa dialami oleh anak-anak.

Anda dapat meminimalkan terjadinya penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja gejala sindrom Ramsay Hunt?

Menurut laman Mayo Clinic, ada 2 gejala utama dari sindrom Ramsay Hunt, yaitu:

  • Ruam kemerahan yang terasa sakit dengan bintil-bintil berisi cairan, di dalam dan sekitar telinga.
  • Paralisis atau kondisi lumpuh pada bagian wajah yang terdapat ruam.

Biasanya, ruam dan kelumpuhan wajah terjadi pada saat bersamaan. Namun, bisa saja ruam muncul terlebih dahulu, begitu pula sebaliknya.

Sindrom ini juga mungkin dapat menimbulkan gejala-gejala lain, seperti:

  • Sakit telinga
  • Pendengaran memburuk
  • Telinga berdengung (tinnitus)
  • Kesulitan menutup salah satu mata
  • Merasa seperti berputar atau kliyengan (vertigo)
  • Perubahan pada indra pengecap, atau kehilangan kemampuan mengecap makanan
  • Mulut dan mata kering

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika Anda mendapati adanya ruam cacar api yang disertai dengan kelumpuhan di area wajah dan telinga.

Pengobatan yang dimulai dalam waktu 3 hari sejak kemunculan awal gejala akan meminimalisir risiko terjadinya komplikasi.

Tubuh masing­-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Apa penyebab sindrom Ramsay Hunt?

Penyebab utama sindrom ini adalah infeksi virus yang sama dengan penyebab cacar api dan cacar air, yaitu varicella-zoster.

Virus ini diyakini menginfeksi saraf wajah yang terletak dekat telinga bagian dalam. Ini yang menyebabkan terjadinya iritasi dan pembengkakan pada saraf-saraf tersebut.

Seseorang yang sudah pernah terkena cacar dan sembuh mungkin masih memiliki virus tersisa di dalam sarafnya. Namun, virus akan berada dalam fase “tertidur”.

Beberapa tahun kemudian, virus tersebut dapat aktif kembali dan menyebabkan gejala-gejala sindrom Ramsay Hunt, terutama jika sistem imun tubuh melemah.

Apa saja faktor-faktor risiko untuk terkena sindrom Ramsay Hunt?

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena sindrom ini.

Namun, penting untuk diingat bahwa memiliki salah satu dari beberapa faktor risiko di bawah bukan berarti Anda pasti akan terkena kondisi ini.

Faktor-faktor risiko hanyalah beberapa kondisi yang dapat memperbesar peluang Anda untuk mengalami suatu penyakit atau gangguan medis.

Berikut adalah beberapa faktor risiko dari sindrom Ramsay Hunt:

  • Berusia di atas 60 tahun
  • Pernah menderita cacar air atau cacar api
  • Memiliki sistem imun tubuh yang lemah
  • Belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar
  • Bayi yang baru lahir
  • Ibu hamil

Bagaimana cara mengobati sindrom Ramsay Hunt?

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Sebelum menentukan pengobatan yang sesuai, dokter perlu memeriksa kondisi Anda untuk membuat diagnosis yang akurat.

Diagnosis dapat dibuat berdasarkan pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, serta gejala-gejala yang dialami pasien.

Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat, biasanya dokter akan mengambil sampel cairan dari bintil-bintil di wajah atau telinga Anda.

Dengan melakukan pengobatan secepat mungkin, Anda akan terhindar dari komplikasi jangka panjang, seperti:

  • Kehilangan pendengaran permanen
  • Kelumpuhan wajah permanen
  • Kerusakan mata
  • Postherpetic neuralgia (rasa sakit permanen pada area bekas cacar)

Pilihan pengobatan yang tersedia untuk mengatasi sindrom Ramsay Hunt adalah sebagai berikut:

1. Obat antivirus

Pengobatan dengan obat antivirus (seperti acyclovir, famciclovir, dan valacyclovir) dapat melawan virus varicella-zoster serta menyembuhkan luka pada kulit dengan lebih cepat.

Obat-obatan tersebut juga membantu mengurangi rasa sakit yang berkaitan dengan herpes zoster.

2. Kortikosteroid

Untuk meningkatkan kinerja obat antivirus dalam melawan sindrom ini, dokter juga biasanya akan meresepkan obat kortikosteroid seperti prednisone.

3. Obat pereda nyeri dan vertigo

Rasa sakit akibat sindrom ini dapat terasa sangat parah, bahkan setelah bintil merah hilang. Kondisi ini disebut dengan postherpetic neuralgia.

Post herpetic neuralgia adalah efek yang mengganggu pada beberapa orang yang menderita herpes zoster dan sindrom Ramsay Hunt.

Setelah bintil merah hilang, nyeri dapat berlangsung selama 6 bulan bahkan mungkin lebih lama. Dokter mungkin akan meresepkan obat pereda nyeri yang kuat, seperti carbamazepine atau diazepam.

Jika Anda mengalami vertigo yang cukup parah, dokter juga dapat memberikan Anda resep obat-obatan seperti antihistamin dan antikolinergik.

Apakah ada pengobatan rumahan untuk sindrom Ramsay Hunt?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sindrom Ramsay Hunt:

  • Jagalah daerah yang terkena bintil merah agar tetap bersih.
  • Gunakan kompres basah yang dingin pada bintil merah untuk meringankan rasa sakit.
  • Gunakan obat pereda nyeri atau obat anti-inflamasi yang tersedia di apotek, seperti ibuprofen.
  • Gunakan obat tetes mata dengan kandungan pelembap jika mata Anda menjadi kering.
  • Pada malam hari, oleskan salep mata dan gunakan penutup mata.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ramsay Hunt syndrome – Mayo Clinic. (2019). Retrieved July 6, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ramsay-hunt-syndrome/symptoms-causes/syc-20351783 

Ramsay Hunt syndrome – MedlinePlus. (2020). Retrieved July 6, 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/001647.htm 

Ramsay Hunt Syndrome – National Organization for Rare Disorders. (2011). Retrieved July 6, 2021, from https://rarediseases.org/rare-diseases/ramsay-hunt-syndrome/ 

Mehta, A. (2017). Ramsay Hunt syndrome – DermNet NZ. Retrieved July 6, 2021, from https://dermnetnz.org/topics/ramsay-hunt-syndrome/ 

Crouch, AE., Andaloro, C. (2020). Ramsay Hunt Syndrome. StatPearls.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x