home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Alergi Bisa Berujung Jadi Infeksi Telinga, Ini Sebabnya

Alergi Bisa Berujung Jadi Infeksi Telinga, Ini Sebabnya

Alergi dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, salah satu yang paling umum yaitu rasa sakit dan tidak nyaman pada telinga. Kondisi ini terjadi karena telinga Anda mengalami infeksi dan reaksi alergi membuatnya bertambah parah.

Sebenarnya apa hubungan alergi dengan sakit telinga? Apakah orang yang alerginya sering kambuh bisa mencegah komplikasi ini? Simak jawabannya dalam ulasan berikut.

Hubungan alergi dan sakit telinga

telinga sakit saat flu

Alergi terjadi bila sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi terhadap zat asing yang tidak menimbulkan efek pada kebanyakan orang.

Zat asing pemicu alergi yang paling umum antara lain debu, tungau, bulu hewan, dan makanan.

Saat terjadi reaksi alergi, sistem imun melepaskan zat yang disebut histamin. Zat ini dapat menyebabkan gatal, pembengkakan, dan produksi lendir berlebih.

Reaksi alergi kadang juga berdampak pada bagian tubuh lain, termasuk bisa menyebabkan masalah telinga.

Telinga manusia terdiri atas tiga bagian, yakni telinga luar, telinga tengah, dan telinga bagian dalam. Pada telinga bagian tengah terdapat saluran Eustachius yang berfungsi sebagai jalur pembuangan cairan dan kotoran.

Ketika Anda mengalami reaksi alergi, cairan dapat menumpuk dan menyumbat saluran ini.

Cairan mungkin juga menumpuk di belakang gendang telinga. Lambat laun, cairan dapat menekan telinga sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri.

Selain menimbulkan gatal dan rasa sakit, penumpukan cairan akibat alergi juga dapat menyebabkan infeksi telinga.

Pada kasus yang parah, infeksi telinga akibat alergi bisa menyebabkan telinga berair dan pecahnya gendang telinga.

Terkadang, hidung yang mampet dan tekanan dalam sinus akibat rinitis alergi (gejala alergi pada hidung) juga semakin menekan telinga.

Rasa tidak nyaman ini biasanya baru berkurang ketika Anda menjauhi pemicu alergi atau mengonsumsi obat alergi.

Tanda dan gejala infeksi telinga akibat alergi

Infeksi telinga akibat alergi tidak cuma menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman. Ada pula gejala-gejala lain, seperti:

  • demam,
  • pembengkakan pada telinga,
  • sakit tenggorokan,
  • telinga tampak kemerahan,
  • telinga terasa penuh atau tertekan,
  • gangguan pendengaran,
  • keluarnya cairan dari telinga,
  • suara letupan dalam telinga, serta
  • gangguan keseimbangan pada kasus yang parah.

Berbagai gejala tersebut dapat muncul dengan cepat begitu Anda terpapar zat pemicu alergi.

Namun, tingkat keparahannya bisa berbeda-beda pada tiap orang, tergantung seberapa parah reaksi yang Anda alami.

Mencegah dan mengobati infeksi telinga akibat alergi

obat semprot hidung alergi

Penderita alergi bisa mencegah timbulnya infeksi telinga dengan pengobatan. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan yaitu mengetahui apa yang menjadi pemicu alergi.

Anda dapat menjalani tes alergi dengan dokter spesialis di klinik atau rumah sakit. Dengan mengenali faktor pemicu alergi, Anda bisa mengurangi kemungkinannya untuk kambuh.

Jadi, bila Anda alergi bulu hewan, sediakan ruangan khusus untuk hewan peliharaan Anda dan lakukan upaya ekstra untuk membersihkan bulu mereka.

Namun, jika alergi sudah menyebabkan rasa sakit atau infeksi pada telinga Anda, Anda perlu mengobati keduanya sekaligus.

Berikut beberapa pengobatan yang umumnya dokter sarankan.

1. Konsumsi obat alergi

Ada beberapa pengobatan alergi yang mungkin dokter anjurkan, antara lain obat tablet antihistamin, obat tablet dekongestan, atau keduanya dalam bentuk semprotan hidung.

Obat-obatan tersebut ampuh untuk meringankan alergi dan sakit telinga sekaligus.

Untuk mengatasi hidung mampet, berair, dan gatal yang memperparah nyeri telinga, dokter pun bisa memberikan obat semprot hidung kortikosteroid seperti:

  • budesonide,
  • mometasone,
  • triamcinolone,
  • fluticasone furoate, dan
  • fluticasone propionate.

2. Suntik alergi (imunoterapi)

Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology, cara ini sangat ampuh mengatasi alergi yang dipicu oleh alergen di lingkungan sekitar.

Anda akan menerima suntikan berisikan alergen dalam dosis kecil hingga sistem imun tidak lagi sensitif.

3. Pengobatan infeksi telinga

Dokter dapat memberikan obat tetes telinga, antibiotik, dan obat pereda nyeri untuk mengatasi infeksi pada telinga Anda.

Sambil menjalani pengobatan ini, Anda mungkin tetap perlu mengonsumsi antihistamin atau dekongestan untuk meredakan gejala alergi.

4. Pengobatan rumahan

Pengobatan rumahan dapat membantu meringankan keluhan sakit dan tidak nyaman pada telinga akibat kambuhnya alergi. Berikut beberapa cara yang bisa Anda coba.

  • Beristirahat dengan posisi duduk tegak.
  • Mengunyah permen karet.
  • Menggunakan kompres dingin pada telinga selama 20 menit.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter.

Rasa tertekan dan sakit pada telinga akibat alergi memang umum, tapi bukan berarti boleh diabaikan.

Pasalnya, infeksi telinga yang parah dapat menyebabkan pecahnya gendang telinga sehingga membuat Anda kehilangan pendengaran untuk sementara.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Allergies – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 16 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/allergies/diagnosis-treatment/drc-20351503

Ear infection (middle ear) – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 16 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ear-infections/symptoms-causes/syc-20351616

Allergy Immunotherapy – ACAAI Patient. (2021). Retrieved 16 September 2021, from https://acaai.org/allergies/management-treatment/allergy-immunotherapy/

Ear – Congestion. (2021). Retrieved 16 September 2021, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/ear-congestion/

How Allergies Affect your Child’s Ears, Nose, and Throat | Boston Medical Center. (2021). Retrieved 16 September 2021, from https://www.bmc.org/patient-care/conditions-we-treat/db/how-allergies-affect-your-childs-ears-nose-and-throat

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro