Daftar Obat Ampuh untuk Mengobati Gusi Bengkak, yang Alami dan dari Dokter

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Gusi berperan penting untuk menunjang kesehatan keseluruhan mulut Anda. Gusi yang bengkak tentu sangat mengganggu aktivitas. Masalahnya bukan hanya bikin kita sulit makan dan minum. Bahkan untuk bicara pun jadi sulit karena bengkaknya bergesekan dengan pipi dalam. Akibatnya mulut terus terasa nyeri dan nyut-nyutan tidak karuan. Untungnya, Anda tidak perlu berkeluh kesah terlalu lama. Ada banyak pilihan obat alami dan medis yang bisa mengatasi gusi bengkak. Penasaran apa saja?

Pilihan obat gusi bengkak alami

Gusi yang bengkak harus segera dirawat untuk mencegah infeksinya menyebar sampai ke gigi. Namun biasanya kalau ke dokter, Anda akan diminta untuk menunggu dulu sampai rasa sakitnya mereda baru bisa diobati.

Sebagai pertolongan pertama, Anda bisa mencoba obat alami di bawah ini untuk membantu meredakan gusi yang bengkak.

1. Kumur air garam

manfaat air garam untuk kesehatan mulut

Selain buat masakan, garam sudah digunakan sejak zaman Romawi Kuno sebagai obat kumur untuk mengobati masalah gigi dan mulut.

Ya! Berkumur air garam membantu meringankan rasa sakit dan meredakan bengkak pada gusi. Hal ini karena garam bersifat menyerap air sehingga efektif membunuh bakteri jahat dalam mulut.

Bakteri hanya bisa tumbuh subur di lingkungan yang asam dan lembap. Maka ketika kondisi mulut kering, bakteri tidak bisa bertahan hidup. Anda cukup melarutkan 1/2 sendok teh garam dalam segelas air hangat.

Kumur-kumur air garam secara merata di segala penjuru mulut selama beberapa detik, dan buang airnya. Jangan ditelan.

Rutin berkumur dengan cara ini setidaknya dua kali sehari, atau sampai bengkak pada gusi Anda lumayan mereda.

2. Kompres dingin

es batu untuk wajah

Obat gusi bengkak ala rumahan yang mudah, cepat, serta manjur adalah kompres dingin.

Dinginnya es batu membuat saraf pemicu nyeri di sekitar area mulut jadi mati rasa untuk sementara meredakan sakitnya.

Selain itu, suhu dingin merangsang pembuluh darah di wajah menyempit sehingga memperlambat aliran darah yang menuju gusi bermasalah. Ini dapat membantu mengurangi peradangan, bengkak, dan nyeri pada gusi.

Caranya mudah, ambil beberapa bongkah es batu lalu bungkus dengan waslap bersih. Tempel bungkusan es batu tadi di bagian pipi yang terasa sakit. Anda juga bisa menempel kompres langsung pada gusi yang terasa ngilu.

Ulangi kompres beberapa kali sehari sampai sakitnya mereda dan pembengkakan gusi perlahan menyusut.

3. Kunyit

manfaat kunyit untuk kesehatan gigi

Kunyit yang sering diolah menjadi jamu ternyata bisa disiasati sebagai obat gusi bengkak.

Senyawa curcumin dalam kunyit diketahui berfungsi melawan bakteri penyebab infeksi gusi, serta meredakan peradangannya.

Sebuah penelitian dalam Journal of Indian Society of Periodontology menunjukkan obat kumur dari sari kunyit berpotensi mencegah pembentukan plak di gigi dan risiko gingivitis (radang gusi).

Untuk mendapatkan semua manfaat ini, parut setengah ruas kunyit kemudian campurkan dengan baking soda dan minyak kelapa. Aduk rata sampai membentuk krim kental. Gunakan sebagai pengganti pasta gigi setiap kali Anda ingin menggosok gigi.

Cara lainnya, Anda bisa membubuhkan pasta kunyit tersebut pada kain kasa lalu digulung. Tempelkan kompres kunyit ini langsung pada gusi yang bermasalah selama beberapa menit.

Tak perlu takut gigi jadi menguning setelah menggunakannya. Kunyit sebenarnya malah akan membantu gigi Anda tampak lebih putih.

4. Banyak minum air putih

Minum air putih memang tidak akan langsung mengobati gusi Anda yang bengkak.

Namun dengan banyak minum air putih, risiko Anda mengalami infeksi akibat gusi bengkak jadi lebih rendah.

Sebaliknya, kurang minum air justru dapat memperparah infeksi karena mulut jadi kering dan asam.

Membiasakan banyak minum air dapat merangsang produksi air liur di dalam mulut. Air liur berperan penting melembapkan mulut serta membersihkan bagian dalam mulut dari sisa makanan.

Enzim yang terkandung dalam air liur juga dapat membantu melawan infeksi di dalam mulut. Jadi, jangan sepelekan manfaat minum air putih sebagai obat alami untuk gusi bengkak, ya!

Tidak ada takaran pasti seberapa banyak Anda harus minum per hari. Pada prinsipnya, minumlah setiap kali Anda merasa haus.

Obat medis dari dokter untuk mengatasi gusi bengkak

Jika cara alami di atas tidak cukup manjur, Anda beralih ke pilihan obat medis untuk mengatasi nyeri akibat gusi yang bengkak. Pilihan di antaranya adalah:

1. Hidrogen peroksida

hidrogen peroksida

Pembengkakan pada gusi dapat ditangani dengan berkumur menggunakan larutan hidrogen peroksida.

Hidrogen peroksida adalah antiseptik cair yang dapat melawan bakteri penyebab masalah gigi dan gusi, seperti radang gusi dan sariawan. Larutan antiseptik ini tersedia di toko obat terdekat dan bisa dibeli tanpa resep dokter.

Hidrogen peroksida bekerja mengangkat sel-sel kulit mati dan membersihkan area kulit yang terluka.

Hidrogen peroksida efektif sebagai obat untuk gusi bengkak jika digunakan dengan cara yang tepat. Agar efektif, Anda dianjurkan untuk mengencerkannya dulu dengan sedikit air baru dipakai berkumur.

Bentuk murni cairan ini dapat melukai gusi dan mulut. Oleh karena itu, pastikan baca dulu aturan pakainya dengan saksama. Jangan sungkan untuk bertanya langsung pada petugas apotek atau ke dokter untuk menanyakan cara pakai obat kumur ini.

2. Paracetamol

alprazolam obat apa

Jika rasa sakit gusi yang bengkak sampai minta ampun, redakan dengan minum obat paracetamol. Paracetamol mujarab untuk meredakan nyeri ringan di sekujur tubuh, termasuk dalam mulut.

Paracetamol sangat mudah ditemui di warung, toko obat, apotek, hingga swalayan tanpa resep dokter. Obat ini pun aman digunakan oleh segala kalangan. Mulai dari bayi di atas 2 bulan, ibu hamil dan menyusui, hingga lansia.

Meski begitu, perlu diingat juga takaran dosis dan frekuensi minum obat setiap orang mungkin berbeda. Obat ini dapat diminum setiap 4-6 jam sekali sehari.

Pada orang dewasa, dosis aman paracetamol berkisar dari 500 mg (miligram) hingga 1 gram. Sementara untuk bayi usia 2 bulan hingga 2 tahun, dosis aman paracetamol berkisar dari 60-120 mg.

Pastikan Anda selalu gunakan obat ini dengan bijak. Minum paracetamol sesuai anjuran yang tertera pada label kemasan. Bila Anda ragu tentang dosis paracetamol yang aman, silakan konsultasi langsung dengan dokter.

Orang yang punya riwayat penyakit hati dan ginjal serta alergi terhadap paracetamol tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini.

3. Ibuprofen

super tetra adalah obat

Ibuprofen sama efektifnya seperti paracetamol sebagai obat untuk gusi bengkak. Bedanya, ibuprofen juga sekaligus meredakan radang penyebab bengkak dan demam yang muncul menyertai. Sedangkan paracetamol hanya sebatas meredakan rasa sakitnya.

Penting untuk dipahami bahwa efek ibuprofen  lebih kuat dari paracetamol. Maka, gunakan obat ini dengan hati-hati.

Dosis aman ibuprofen pada orang dewasa berkisar dari 200-400 miligram (mg) diminum setiap 4-6 jam sekali sesuai kebutuhan. Pada anak-anak dosis ibuprofen berkisar dari 4-10 miligram (miligram). Dosis tersebut umumnya aman untuk anak usia 6 bulan hingga 12 tahun dan dapat diminum setiap 6-8 jam sekali.

Minum obat ini setelah makan, sesuai anjuran dan dosis yang ditentukan. Jika dikonsumsi saat perut kosong, ibuprofen dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko perdarahan di perut.

Segera hentikan pengobatan dan cari bantuan medis jika Anda mengalami efek samping serius setelah minum ibuprofen. Waspadai nyeri dada, sesak napas, sakit kepala parah, hingga feses yang berwarna hitam.

Konsultasi ke dokter terlebih dahulu bila saat ini Anda sedang rutin minum obat jantung dan tekanan darah. Ibuprofren mungkin dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang sedang Anda gunakan. Jadi, jangan ragu untuk bertanya pada dokter untuk memastikan keamanan obat yang akan Anda minum.

4. Chlorhexidine

jenis obat kumur

Chlorhexidine adalah obat antiseptik untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab peradangan dan gusi bengkak. Obat ini harus ditebus dengan resep dokter.

Chlorhexidine memiliki banyak jenis, mulai dari salep, larutan, dan obat kumur. Namun untuk obat gusi bengkak, gunakan varian obat kumur.

Kumur-kumur dengan obat ini setelah Anda menyikat gigi. Ingat! Larutan chlorhexidine tidak boleh ditelan.

Hindari langsung makan dan minum setelah berkumur supaya obat bekerja optimal. Namun, pastikan lagi cara pakai obat ini dengan anjuran dokter.

Beri tahu dokter sebelum pakai obat ini bila Anda baru saja melakukan sejumlah perawatan gigi. Misalnya, veneer gigi, pasang gigi palsu, atau menambal gigi bolong, Begitu pula bagi Anda yang punya riwayat penyakit gusi periodontitis.

Perawatan di rumah untuk mengatasi gusi bengkak

Selain pakai obat alami dan medis, Anda juga disarankan melakukan perawatan di rumah untuk mempercepat penyembuhan gusi bengkak. Apa saja?

1. Sikat gigi pelan-pelan

sikat gigi saat puasa

Selama masih dalam pengobatan gusi bengkak, Anda tetap harus menjaga kebersihan gigi dan mulut. Gusi bengkak bukan alasan untuk absen menggosok gigi setiap hari.

Jarang menggosok gigi justru akan memperparah kondisi Anda. Infeksi juga mungkin dapat menyebar ke gigi dan rongga mulut lainnya.

Namun, Anda memang harus lebih berhati-hati ketika menggosok gigi. Jangan menyikat terlalu cepat dan terlalu keras. Bukannya bersih, gusi Anda bisa robek sehingga pembengkakannya akan makin parah.

Satu hal lagi, pastikan Anda menggosok gigi dengan cara yang benar. Menyikat gigi lurus dan bolak-balik seperti sedang menyetrika baju bukan cara yang terbaik untuk membersihkan gigi.

Gosoklah gigi Anda dengan gerakan melingkar kecil secara perlahan. Pilihlah sikat gigi yang memiliki bulu halus, sehingga tidak akan mencederai lapisan gusi yang sedang membengkak.

2. Jangan lupa flossing gigi

manfaat benang gigi

Menyikat gigi dua kali sehari tidak cukup untuk membuat gigi Anda senantiasa bersih dan sehat. Anda juga perlu membersihkan sela-sela antar gigi dan garis gusi dengan benang gigi (flossing).

Flossing perlu dilakukan setiap hari sehabis menggosok gigi, tidak boleh sampai terlewatkan.

American Dentist Association mengungkapkan, flossing efektif membersihkan sisa makanan yang terselip di antara celah gigi dan susah dijangkau bulu sikat.

Namun, pastikan dulu caranya sudah benar. Alih-alih mulut jadi bersih, menarik benang secara kasar justru membuat gusi rentan sobek dan berdarah.

3. Gunakan pasta gigi dan obat kumur yang aman

obat kumur untuk anak

Jika produk pembersih gigi yang Anda pakai selama ini mengiritasi gusi, coba ganti merek yang lain. Banyak orang yang membeli pasta gigi dan obat kumur tanpa terlebih dulu membaca label komposisinya.

Tanpa disadari, bahan kimia tertentu mungkin malah akan memperparah kondisi gusi Anda. Itu kenapa sangat penting untuk membaca dulu label komposisi yang tertera pada kemasan produk.

Pastikan komposisi pasta gigi dan obat kumur yang Anda gunakan aman sehingga tidak memicu iritasi gusi. Hindari pasta gigi yang mengandung detergen sodium lauryl sulfate (SLS). Penelitian menyebutkan bahwa SLS dalam pasta gigi dapat menyebabkan sariawan pada beberapa orang.

Selain itu, hindari obat kumur yang mengandung alkohol. Alkohol dapat membuat mulut kering, sehingga akan memperburuk bengkak di gusi Anda.

Jika pasta gigi dan obat kumur yang Anda gunakan mengandung bahan-bahan tersebut, hindari pemakaiannya. Jika perlu, berkonsultasilah ke dokter gigi untuk memastikan keamanan pasta gigi dan obat kumur yang Anda gunakan.

4. Berhenti merokok

cara berhenti merokok

Rokok berdampak buruk bagi kesehatan mulut. Memaksakan diri untuk terus merokok ketika gusi sedang nyut-nyutan justru akan memperparah kondisinya.

Hal ini karena racun dalam rokok, seperti tartar dan nikotin, dapat membuat mulut kering. Mulut yang kering akan cenderung menjadi lebih asam sehingga sangat rentan “dijajah” bakteri.

Merokok juga melemahkan sistem imun. Itu kenapa perokok cenderung lebih rentan mengalami infeksi gusi ketimbang orang yang tidak merokok. Pasalnya, sistem imun yang lemah tidak akan bekerja optimal melawan bakteri jahat penyebab infeksi di gusi.

Jika Anda seorang perokok aktif, obat untuk gusi yang membengkak adalah berhenti merokok. Tak mudah memang, tapi bukan berarti niat baik ini mustahil diwujudkan.

5. Kurangi gula

Kesehatan gigi dan mulut juga dipengaruhi oleh makanan Anda sehari-hari. Terutama makanan dan minuman yang manis, juga yang asam.

Makanan dan minuman manis dapat memicu bakteri dalam mulut tumbuh subur dan menyebabkan pembentukan plak pada gigi. Lambat laun, plak dapat mengakibatkan pembusukan pada gigi yang terkena. Begitu pula dengan makanan dan minuman asam.

Pembusukan inilah yang kemudian menjadi awal mula infeksi, termasuk pada gusi yang akhirnya membuat bengkak.

Namun, Anda tidak harus serta-merta setop makan gula atau yang serba asam sama sekali. Anda hanya perlu membatasi porsi dan frekuensi makannya.

Ingat, yang berlebihan itu tentu selalu tidak baik, ‘kan? Jadi kontrol asupan makanan Anda supaya kesehatan gusi dan mulut selalu terjaga baik.

Kapan harus ke dokter?

periksa gigi rutin

Bila berbagai obat dan perawatan di atas tidak juga meredakan gusi bengkak, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter gigi.

Mungkin penyebab gusi Anda bengkak adalah penyakit atau infeksi yang lebih serius dan perlu langsung ditangani ahlinya.

Jangan tunggu waktu lama untuk ke dokter gigi bila Anda mengalami satu atau beberapa kondisi ini:

  • Gusi terasa sangat sakit.
  • Rasa sakit tidak juga hilang meski sudah minum obat pereda nyeri.
  • Gusi berdarah tanpa sebab.
  • Kesulitan untuk membuka mulut, sehingga makan, minum, atau bahkan berbicara jadi aktivitas yang sangat menyiksa.
  • Mengalami demam tinggi, sakit kepala parah, hingga badan lemas tidak bertenaga.

Tergantung pada keparahan gejala dan penyebab yang memicunya, dokter gigi dapat meresepkan obat khusus untuk mengobati peradangannya. Misalnya obat kumur dengan kandungan dan dosis yang lebih kuat, atau antibiotik tertentu.

Gunakan antibiotik dengan bijak sesuai yang diresepkan dokter. Jangan mengurangi, menambahkan, mempercepat, atau justru memperlama dosis obat. Ini dapat membuat infeksi Anda lebih sulit diobati dan lama sembuh.

Jika obat resep juga tidak cukup mempan, dokter mungkin merekomendasikan pembedahan sebagai solusi gusi bengkak yang terakhir.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca