Pilihan Obat Medis Sekaligus Obat Alami untuk Atasi Gastritis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Gastritis yang dikenal juga oleh awam dengan istilah radang lambung, dapat menyebabkan gejala tidak mengenakkan di perut. Gastritis bisa membuat perut sakit, terasa kembung, bahkan warna feses berubah kehitaman karena darah. Jika berbagai gejala ini sudah Anda rasakan, obat apa yang baik dan ampuh untuk mengatasi gastritis (radang lambung)? Yuk, lihat daftar obat gastritis yang direkomendasikan berikut ini.

Obat gastritis (radang lambung) yang diresepkan dokter

obat gastritis asam lambung

Gejala gastritis muncul ketika lapisan lambung mengalami peradangan. Hal ini terjadi akibat infeksi pada konsumsi obat antinyeri yang terlalu sering, minum alkohol berlebihan, dan kebiasaan merokok.

Selain perawatan rumahan, dokter biasanya meresepkan obat untuk mengatasi radang lambung. Namun, obat ang diberikan harus sesuai dengan penyebab yang mendasari. Berikut daftar obat gastritis yang biasanya diresepkan, antara lain:

1. Obat antibiotik 

Bakteri H. pylori adalah penyebab gastritis yang paling umum. Sebenarnya, bakteri ini memang hidup di saluran cerna pada sebagian orang. Ini tidak berbahaya jika jumlahnya sedikit. Sebaliknya, jika bakteri berkembang biak sangat aktif dan tidak terkendali, infeksi bisa terjadi menyebabkan peradangan di lambung.

Gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti ini, biasanya diobati dengan obat antibiotik. Antibiotik yang diresepkan dapat berupa satu jenis obat saja, atau kombinasi dari beberapa antibiotik berbeda. 

Namun, umumnya Anda akan diresepkan obat clarithromycin dan amoxicillin. Kombinasi dua obat gastritis ini dapat mematikan bakteri H. pylori yang ada di lambung.

Penggunaan obat gastritis ini sering kali menimbulkan efek samping berupa mual dan muntah. Pastikan untuk menghabiskan dosis obat antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. Jangan minum obat antibiotik lebih cepat atau lebih lama dari yang diresepkan.

Hal ini dapat menimbulkan risiko bakteri kebal obat. Akibatnya, antibiotik tidak lagi mempan untuk membunuh bakteri sehingga Anda perlu mencari antibiotik yang lebih kuat.

2. Pompa penghambat proton (proton pump inhibitor)

Selain bakteri, gastritis juga bisa terjadi karena asam lambung yang tinggi. Asam lambung memang dibutuhkan untuk membantu mencerna makanan. Akan tetapi, produksi asam lambung yang berlebihan terus-menerus bisa menyebabkan iritasi pada lambung.

Obat yang cocok untuk mengobati radang lambung ini adalah obat PPI (pompa penghambat proton). Obat gastritis ini bekerja dengan cara mengurangi produksi asam di lambung. Selain radang lambung, PPI juga dapat mengobati kondisi yang lebih parah, yakni tukak lambung yang disebabkan oleh penggunaan obat NSAID berlebihan.

Contoh obat PPI yang biasa diresepkan oleh dokter untuk gejala gastritis adalah omeprazole, lansoprazole, dan esomeprazole.

Kadang, salah satu jenis obat PPI juga dapat dikombinasikan dengan amoxicillin dan clarithromycin sebagai cara mengobati infeksi bakteri H. pylori. Kombinasi tiga obat ini terbukti 80% bekerja lebih efektif ketimbang dua kombinasi obat saja.

Namun, obat PPI tidak boleh digunakan berlarut dalam jangka panjang. Penggunaan jangka panjang dengan dosis tinggi dapat menyebabkan peningkatan risiko patah tulang belakang, pinggul, dan pergelangan tangan. 

Selain itu, obat gastritis ini diduga dapat menyebabkan peningkatan risiko gagal ginjal. Tanyakan kepada dokter aturan dosis, cara pakai, dan seberapa lama harus minum obat ini. 

3. Histamine H2-blocker

Produksi asam lambung yang berlebihan pada gastritis tidak hanya diobati dengan obat PPI saja. Obat jenis histamine H2- blocker juga bisa dijadikan pilihan untuk mengobati gastritis.

Pasalnya, tubuh Anda menghasilkan histamin dari sel enterochromaffin (ECL) yang ada di lapisan perut. Histamin ini kemudian merangsang produksi asam lambung.

Dengan minum obat histamin H2-blocker, histamin alami tubuh yang merangsang produksi asam akan dihambat kinerjanya.

Efek ini pada akhirnya akan mengurangi rasa sakit perut akibat gastritis dan mempercepat penyembuhan radang. Umumnya dokter akan meresepkan obat untuk mengatasi gastritis seperti ranitidine, famotidine, dan cimetidine

Meskipun jarang, obat radang lambung ini tetap bisa menimbulkan efek samping, seperti diare, sakit kepala, pusing, dan ruam.

4. Antasida 

Obat antasida berfungsi menetralkan asam lambung yang dapat memperparah gejala gastritis. Selain menetralkan asam lambung, obat gastritis ini juga cepat meredakan rasa sakit di perut.

Dokter mungkin akan memberikan Anda kombinasi obat antasida dengan obat antibiotik atau obat lainnya. 

Obat antasida dapat menyebabkan efek samping sembelit atau diare, tergantung pada bahan utamanya. Maka konsultasi dulu dengan dokter mengenai dosis dan jenis obat antasida terbaik untuk Anda guna menghindari risikonya.

Pilihan obat alami untuk mengatasi gastritis

bawang putih untuk flu

Di samping minum obat gastritis medis, dokter mungkin juga menganjurkan Anda untuk mencoba berbagai perawatan di rumah untuk mengatasi dan mencegah gejalanya datang lagi.

Berikut beberapa pilihan obat alami yang bisa membantu mengatasi peradangan pada lambung, yaitu:

1. Minum air bawang putih

Jika gastritis Anda disebabkan oleh bakteri H. pylori, Anda dapat coba mengonsumsi bawang putih. Bawang putih dipercaya ampuh sebagai obat alami untuk membantu membunuh bakteri H. pylori penyebab gastritis.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Anda cukup menghaluskan bawang putih mentah dan larutkan dalam segelas air hangat, saring, dan minum ekstraknya. Atau Anda bisa juga minum suplemen ekstrak bawang putih. Perawatan ini perlu dihindari jika memang Anda punya alergi bawang putih.

2. Minum suplemen probiotik 

Probiotik adalah jenis bakteri baik yang dapat membantu kesehatan sistem pencernaan kita. Bakteri baik ini dipercaya dapat membantu mempercepat penyembuhan radang lambung dengan melawan bakteri H. pylori yang menyebabkan gastritis.

Selain dari suplemen, Anda juga bisa mengonsumsi makanan fermentasi yang mengandung probiotik seperti kimchi, tempe, yogurt, kefir.

4. Minum teh hijau dan madu manuka

Sebuah penelitian dalam jurnal Diagnostic Microbiology and Infectious Disease tahun 2015 menunjukkan teh hijau atau hitam dapat menjadi obat gastritis alami yang disebabkan infeksi bakteri.

Studi tersebut melaporkan rutin minum teh hijau atau teh hitam setidaknya seminggu sekali dapat mengurangi jumlah bakteri H. pylori di saluran pencernaan.

Jika ingin pakai pemanis, coba tukar gula pasir dengan madu manuka asli. Madu manuka mengandung sifat antibakteri yang membantu melawan infeksi penyebab gastritis.

Gunakan obat gastritis di bawah pengawasan dokter

Methylcobal

Semua obat gastritis yang disebutkan di atas, boleh digunakan jika memang dokter meresepkannya. Pasalnya, penggunaan obat medis memiliki risiko efek samping.

Jika obat yang Anda gunakan sekarang menimbulkan efek samping mengganggu, dokter akan membantu Anda mengganti obat lain yang lebih aman dengan khasiat yang sama.

Selain izin dokter, pastikan Anda minum obat radang lambung tersebut sesuai dengan anjuran dokter, baik dosis, waktu minum, maupun masa penggunaan. Tidak hanya obat medis, Anda juga perlu konsultasi ke dokter bila ingin menggunakan obat alami.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 29, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca