Penting! Lakukan 5 Hal Ini Jika Anda Melihat Pelecehan Seksual di Jalan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Beberapa dari Anda mungkin pernah melihat atau menyaksikan sendiri modus pelaku pelecehan seksual di jalan atau di tempat umum lainnya. Tatapan genit, ”pujian” yang tak senonoh, siulan, lelucon cabul, sentuhan sensual yang ditujukan pada orang lain. Perlakuan-perlakuan semacam itu termasuk pelecehan seksual.

Sayangnya, tidak semua orang berani untuk membantu korban. Kebanyakan orang mengaku ragu untuk membantu korban sehingga hanya diam tanpa melakukan apa-apa. Padahal, korban pelecehan sekual membutuhkan bantuan kita untuk bisa keluar dari situasi mengancam yang mereka rasakan. Lantas, apa yang harus dilakukan jika Anda melihat pelecehan seksual di jalan?

Apa itu pelecehan seksual?

Menurut Komnas Perempuan, pelecehan seksual adalah perilaku seksual yang menghina, merendahkan, menyinggung, memaksa, tidak pantas dan tidak diinginkan — entah dalam bentuk kontak fisik maupun non-fisik, yang mengarah pada bagian tubuh intim atau seksualitas seseorang tanpa persetujuan orang tersebut.

Tindakan ini bisa berupa siulan, komentar atau ucapan bernuansa seksual, memandang dengan tatapan penuh gairah, mempertunjukkan materi-materi pornografi dan keinginan seksual, colekan atau sentuhan di bagian tubuh, gerakan atau isyarat yang bersifat seksual, menggosokkan atau mempertontonkan alat kelaminnya, percobaan perkosaan, dan lain sebagainya

Perilaku tak senonoh ini mengakibatkan orang yang menjadi targetnya merasa tidak nyaman, tidak berdaya, tersinggung, merasa direndahkan harga diri dan martabatnya, dan mungkin hingga menyebabkan masalah kesehatan dan keselamatan diri.

Pelecehan seksual adalah pelanggaran kriminal lintas gender, status sosial, dan usia. Artinya, baik itu wanita-pria, tua-muda, kaya-miskin, semua sama-sama bisa menjadi korban dan pelaku, tanpa pandang bulu.

Apa yang harus dilakukan jika melihat pelecehan seksual di jalan?

Sebelum Anda memutuskan apa tindakan Anda ketika menyaksikan pelecehan seksual di jalan, hal paling utama dan pertama yang harus Anda lakukan adalah perhatikan situasi sekitar. Perhatikan apakah situasi di sekitar tempat kejadian perkara itu aman. Lihat, apakah pelaku bertindak sendirian atau ada banyak orang lain yang mengerubunginya (modus berkelompok). Perhatikan juga apakah pelaku membawa senjata tajam. Jangan sampai niat baik Anda justru menjadi bumerang bagi diri Anda sendiri, korban, atau orang lain di sekitar Anda.

Dari sini, Anda bisa memutuskan apa tindakan selanjutnya. Pastikan juga Anda memiliki keberanian serta kekuatan yang cukup untuk menolong korban. Pilih salah satu dari tiga opsi di bawah ini. Apakah:

1. Tegur langsung si pelaku

Jika Anda merasa situasi dan kondisi sekitar cukup aman, jangan ragu untuk menghampiri pelaku. Tegur pelaku dengan tegas dan langsung hentikan tindakannya saat itu juga. Katakan kepada pelaku bahwa tindakan yang ia lakukan tidak benar.

Jika pelaku mengabaikan permintaan lisan Anda untuk berhenti, Anda bisa mengancam akan berteriak atau memanggil bantuan orang sekitar bahkan menghubungi polisi jika pelaku balik mengancam. Namun jika situasi di sekitar dinilai tidak aman, jalan satu-satunya adalah segera cari bantuan dari orang-orang sekitar di tempat kejadian perkara.

2. Alihkan perhatian

Jika Anda tidak berani untuk langsung menghampiri dan menegur pelaku secara langsung, Anda bisa menghentikan pelecehan seksual yang Anda temui dengan mengalihkan perhatian korban dan pelaku. Alihkan perhatiannya dengan sekadar bertanya tentang cuaca, arah jalan, nama tempat yang ditujukan kepada korban.

Anda juga bisa berpura-pura sebagai kawan lama dari si korban dan menyapanya secara santai, untuk mengalihkan perhatian si pelaku (juga sebagai cara tidak langsung bagi korban untuk tahu bahwa Anda ingin menolongnya). Jika perlu, posisikan tubuh Anda di antara pelaku dan korban, lalu segera ajak korban meninggalkan tempat kejadian.

3. Catat semua detail

Jika Anda ragu untuk menghadapi langsung si pelaku, dokumentasikan kejadian yang berlangsung menggunakan ponsel atau catat di buku/kertas — catat segala detail yang Anda ingat tentang situasi menjelang dan selama tindakan termasuk tersebut, termasuk ciri fisik pelaku. Dokumentasi ini sangat berguna sebagai barang bukti untuk melaporkannya ke pihak berwajib.

Penting untuk segera mengamankan korban

Yang manapun tindakan di atas yang Anda pilih untuk membantu korban, hal terpenting selanjutnya adalah untuk membawanya ke tempat yang lebih aman, jauh dari pelaku. Jangan tinggalkan ia sendirian sampai ia merasa tenang, dan kalau ada berikan ia minum. Jika korban sampai menangis, rangkul atau peluk korban agar ia merasa lebih tenang sambil katakan kalau bahaya sudah berlalu.

Setelah korban dirasa sudah lebih tenang, secara perlahan ajak ia berbicara. Redam rasa penasaran Anda dan jangan mengulik lebih jauh tentang kejadian yang baru saja menimpanya. Cukup pastikan jika kondisi korban sudah dalam keadaan stabil dan baik-baik saja. Setelah itu, tawarkan untuk menghubungi seseorang yang bisa ia percaya, atau jika memungkinkan temani ia pulang ke rumahnya agar memastikan korban bisa pulang dengan aman.

Kapan harus lapor polisi ketika menyaksikan pelecehan seksual di jalan?

Segera hubungi polisi (110) jika:

  • Korban terluka serius
  • Anda dan korban sama-sama merasa atau melihat masih ada tanda-tanda bahaya dari pelaku. Melaporkan kejahatan tersebut akan membantu Anda dan korban mendapatkan kembali rasa kekuatan dan kendali diri.
  • Korban tidak sadarkan diri.

Hotline gawat darurat lain yang bisa Anda hubungi:

  • Layanan Gawat Darurat: 119
  • Ambulans: 118

Jika Anda mencurigai anggota keluarga,kerabat terdekat, atau orang di sekitar mengalami kekerasan seksual dalam bentuk apapun, amat disarankan untuk menghubungi nomor darurat polisi 110; KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) di (021) 319-015-56; Komnas Perempuan di (021) 390-3963; SIKAP (Solidaritas Aksi Korban Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan) di (021) 319-069-33; LBH APIK di (021) 877-972-89; atau menghubungi Pusat Krisis Terpadu – RSCM di (021) 361-2261.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca