Setelah selesai menjalani serangkaian proses operasi, tubuh ternyata tidak luput dari risiko infeksi. Ya, berbagai faktor ternyata bisa membuat tubuh rentan mengalami infeksi luka operasi (ILO), atau yang dikenal juga sebagai Surgical Site Infections (SSI). Salah satu bakteri yang menyebabkan infeksi adalah Staphylococcus, atau pendeknya disebut infeksi staph. Lantas, adakah cara untuk mengatasi maupun mencegah infeksi staph sebelum terjadi?

Apa itu infeksi staph?

melepas jahitan luka bekas operasi

Sebelum beranjak lebih lanjut untuk mencari tahu cara mencegah dan mengatasi infeksi staph, ada baiknya Anda kenali lebih dulu mengenai infeksi ini. Infeksi staph adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus.

Berbagai jenis bakteri Staphylococcus sebenarnya bisa mengakibatkan infeksi, tapi Staphylococcus aureus merupakan jenis yang paling sering mengakibatkan infeksi ini. Normalnya, jenis bakteri ini memang hidup secara alami di dalam hidung serta kulit manusia, dan tidak membahayakan.

Namun, bakteri Staphylococcus bisa menimbulkan infeksi ketika tumbuh dan berkembang secara tidak terkendali. Maka itu, penting untuk memahami bagaimana cara mencegah dan mengatasi infeksi staph ini.

Bagaimana bakteri Staphylococcus menyebabkan infeksi?

infeksi luka operasi

Penularan bakteri staph biasanya melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, maupun karena hadirnya bakteri tersebut di lingkungan pelayanan kesehatan yang kurang bersih.

Pasalnya, orang yang terinfeksi bakteri staph juga bisa menularkan penyakitnya dengan menyentuh suatu permukaan objek. Selanjutnya, bakteri staph akan menyerang bagian tubuh dan kulit yang mengalami luka.

Itulah mengapa infeksi staph biasanya muncul usai menjalani proses operasi, terlebih jika Anda tidak berhasil mencegah dengan baik. Selain itu, infeksi setelah operasi lebih berisiko terjadi jika Anda menderita diabetes mellitus, obesitas, merokok dan mengalami infeksi kulit.

Misalnya di beberapa bagian tubuh yang memiliki bekas sayatan, seperti paling seringnya di kulit. Akan tetapi, bagian lain seperti otak, jantung, dan lain sebagainya juga memiliki risiko yang sama untuk terserang infeksi.

Sayatan seolah memberi jalan masuk bagi bakteri untuk menerobos ke dalam jaringan tubuh yang seharusnya dilindungi oleh kulit. Operasi jenis apa pun, entah itu besar atau kecil, punya risiko yang sama untuk infeksi ini.

Jika Anda tidak berhasil mencegah infeksi staph dengan optimal, tubuh akan menimbulkan berbagai gejala yang menandakan serangan infeksi, meliputi:

  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Ruam
  • Batuk
  • Demam
  • Kelelahan parah
  • Sesak napas
  • Nyeri dada

Tak jarang, infeksi staph juga bisa menimbulkan pembengkakan, kemerahan hingga timbulnya nanah pada kulit. Ada berbagai komplikasi serius yang bisa diakibatkan oleh infeksi ini.

Mulai dari pneumonia, infeksi saluran kencing (ISK), dan infeksi darah (sepsis). Mengingat cukup berbahayanya kondisi ini, penting untuk mencegah infeksi staph sedini mungkin, bahkan mengetahui cara mengatasinya sebelum terlambat.

Bagaimana cara mencegah infeksi staph?

cuci tangan dengan air mengalir

Sebelum benar-benar terjadi, sebenarnya Anda bisa mencegah infeksi staph ini. Berikut serangkaian langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan infeksi staph:

  1. Jaga kebersihan tangan dengan rutin mencucinya menggunakan sabun dan air mengalir, kemudian keringkan sampai bersih setelahnya.
  2. Jaga agar luka sayatan atau goresan senantiasa bersih dan tertutup. Ini karena menutup luka dapat membantu mencegah kemungkinan penyebaran bakteri Staphyloccocus dari orang lain maupun lingkungan.
  3. Hindari kontak langsung dengan luka, perban, maupun peralatan pribadi orang lain.
  4. Hindari meminjamkan peralatan pribadai Anda seperti handuk mandi, seprai, pisau cukur, sikat gigi, makeup, dan lainnya, dengan orang lain.
  5. Jaga kebersihan barang-pribadi dengan baik. Jika Anda memiliki luka terbuka, usahakan  untuk selalu mencuci peralatan pribadi seperti baju, seprai, dan handuk dalam air panas setelah digunakan.
  6. Minum antibiotik jika diresepkan

Pada beberapa kasus, cara mencegah penyebaran infeksi staph juga bisa dilakukan dengan menempatan penderita pada suatu ruang khusus di rumah sakit.

Bagaimana cara mengatasi infeksi staph?

cara merawat luka operasi dengan baik

Ketika tindakan yang dilakukan untuk mencegah infeksi staph ternyata kurang optimal, infeksi ini mungkin saja terjadi. Dalam kondisi ini perawatan untuk memulihkan infeksi staph bisa terbagi menjadi dua cara tergantung dari penyebab awalnya.

Jika infeksi staph disebabkan oleh penyebaran bakteri di fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, pengobatannya membutuhkan peran antibiotik melalui infus. Bukan tanpa alasan, karena infeksi yang disebarkan oleh fasilitas kesehatan bisa berkembang cukup parah hingga mengancam jiwa.

Sementara apabila infeksi staph ditularkan melalui kontak langsung, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk diminum langsung. Namun, jika terdapat infeksi kulit yang cukup luas, dokter akan melakukan sayatan untuk mengeluarkan nanah untuk mempercepat proses penyembuhan. Setelahnya Anda akan tetap diminta untuk meminum antibiotik.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca