Cara Mengatasi Kepanasan Saat Menopause (Hot Flashes)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Salah satu tanda Anda sedang mengalami masa menopause adalah hot flashes alias serangan rasa panas. Mungkin Anda baru pertama kali mendengarnya, tetapi sebenarnya sudah sering Anda rasakan, jika Anda sedang menopause. Hot flashes merupakan perasaan panas pada tubuh dan ini normal dirasakan oleh setiap wanita yang sedang menopause. Hal ini memang kadang mengganggu, tetapi sebenarnya bisa diatasi. Bagaimana caranya?

Apa itu hot flashes?

Hot flashes atau hot flushes adalah perasaan panas yang bisa datang tiba-tiba pada wanita yang sedang menopause. Biasanya perasaan panas ini terjadi pada wajah, leher, dan dada. Pada saat hot flashes mungkin Anda akan merasa kulit Anda menjadi hangat, berkeringat (terutama pada bagian atas tubuh), wajah memerah, jantung berdetak lebih cepat, dan kesemutan di jari-jari Anda.

Penyebab dari hot flashes belum diketahui secara pasti, namun sepertinya terkait dengan perubahan hormon reproduksi di tubuh wanita yang sedang menopause. Namun, tidak semua wanita yang sedang menopause mengalami hot flashes. Wanita yang merokok, obesitas, dan jarang melakukan olahraga lebih tinggi risikonya untuk mengalami hot flashes.

Hot flashes terjadi ketika pembuluh darah yang ada di bawah kulit melebar untuk membantu mendinginkan tubuh. Tubuh juga bisa mengeluarkan keringat sebagai respon untuk mendinginkan tubuh. Keringat ini bisa muncul di malam hari dan bisa membuat wanita kesulitan tidur. Keringat yang terlalu banyak mungkin bisa menyebabkan Anda merasa kedinginan.

Hot flashes bisa terjadi dalam waktu yang singkat selama masa menopause, beberapa juga bisa mengalaminya lebih lama. Lamanya hot flashes berlangsung bisa bervariasi antar wanita. Namun, biasanya hot flashes akan berkurang seiring waktu.

Hot flashes dapat muncul karena berbagai hal yang dapat memicunya, seperti:

  • Minum alkohol
  • Mengonsumsi produk berkafein
  • Mengonsumsi makanan pedas
  • Berada di ruangan dengan suhu tinggi (panas)
  • Stres atau cemas
  • Menggunakan pakaian ketat
  • Merokok atau terpapar asap rokok

Bagaimana cara mengatasi hot flashes?

Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengatasi hot flashes. Mulai dari cara sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah, menggunakan obat atau produk herbal, sampai terapi yang melibatkan hormon. Anda mungkin bisa mencoba cara-cara ini tergantung dari tingkat keparahan hot flashes Anda.

Cara sederhana mengatasi hot flashes

Cara ini bisa membantu mengurangi intensitas rasa panas saat hot flashes datang menyerang. Beberapa cara sederhana dapat Anda lakukan untuk mengatasi hot flashes, seperti:

  • Tetap tenang. Sebaiknya jaga suhu kamar Anda di malam hari, jangan sampai membuat Anda kedinginan atau kepanasan. Sesuaikan pakaian Anda, sebaiknya pakai pakaian yang terbuat dari bahan katun.
  • Bernapaslah secara perlahan, tarik napas dalam-dalam dan keluarkan (6-8 kali tarikan per menit). Cobalah untuk melakukan hal ini selama 15 menit setiap pagi dan sore hati, atau setiap Anda mulai merasakan hot flashes.
  • Batasi konsumsi kopi dan teh, serta berhenti untuk minum alkohol dan merokok.
  • Makan dengan gizi seimbang, dengan porsi terkontrol. Makan makanan yang mengandung protein (kacang, daging, telur, yogurt), lemak baik (terutama asam lemak omega-3, seperti minyak zaitun, kacang, salmon, dan alpukat), serta sayuran dan buah-buahan yang mengandung fitonutrien (brokoli, kale, kol, kol brussel, seledri, bawang putih) dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh, sehingga dapat mengurangi hot flashes.
  • Lakukan olahraga secara teratur. Tidak perlu yang berat. Olahraga seperti berjalan kaki, berenang, menari, dan bersepeda merupakan pilihan yang tepat untuk Anda.
  • Anda juga bisa mencoba menggunakan kompres es. Letakkan kompres es tersebut di kepala Anda pada malam hari, hal ini mungkin bisa membantu. Atau, usap wajah Anda dengan air dingin, mandi air hangat juga bisa membantu.

Produk herbal

Hal ini memang belum terbukti dengan baik melalui penelitian, tetapi beberapa wanita yang mencoba hal tersebut melaporkan bahwa ini dapat mengurangi hot flashes. Jadi, tidak ada salahnya jika Anda ingin mencoba. Beberapa produk herbal yang dipercaya dapat mengurangi hot flashes adalah:

  • Semanggi merah (Trifolium pratense). Dipercaya dapat mengurangi hot flashes, tetapi juga mempunyai efek samping yang bisa meningkatkan kemungkinan perdarahan.
  • Evening primrose oil (Oenothera biennis). Juga dapat membantu meringankan hot flashes, tetapi juga bisa menimbulkan efek samping, seperti mual dan diare. Bagi Anda yang minum obat tertentu, seperti pengencer darah dan beberapa obat psikiatris, sebaiknya tidak mengambil minyak ini.
  • Kedelai. Di dalam kedelai ditemukan zat yang memiliki efek yang mirip dengan estrogen, sehingga dapat membantu mengurangi hot flashes. Namun, kedelai mungkin dapat menyebabkan sakit perut ringan, sembelit, dan diare pada beberapa orang.

Pengobatan nonresep

Anda mungkin bisa mengonsumsi suplemen vitamin B kompleks atau suplemen vitamin E, atau juga bisa mengambil obat nonresep, seperti ibuprofen untuk membantu mengurangi hot flashes. Hal ini mungkin dapat membantu Anda.

Pengobatan resep

Berbeda dengan obat nonresep, obat resep harus dengan persetujuan dokter. Sebelum mengonsumsi obat ini, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Jangan sampai obat tersebut mengganggu penggunaan obat Anda yang lain atau malah bisa menyebabkan kondisi Anda memburuk. Beberapa obat yang bisa mengurangi hot flashes, seperti:

  • Obat depresi dosis rendah seperti fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil), atau venlafaxine (Effexor).
  • Clonidine, obat tekanan darah.
  • Gabapentin, obat antiseizure. Gabapentin biasanya diberikan untuk nyeri saraf-dimediasi, menawarkan pengobatan untuk beberapa wanita.
  • Brisdelle, formula paroxetine khusus untuk mengurangi hot flashes.
  • Duavee, formula estrogen konjugasi/ bazedoxifene dirancang untuk mengobati hot flashes.

Terapi penggantian hormon

Hormone replacement therapy atau HRT digunakan untuk mengobati hot flashes dalam waktu yang singkat, kurang dari 5 tahun. Terapi ini dapat mencegah hot flashes di banyak wanita. Terapi ini juga dapat meringankan gejala lain dari menopause, seperti vagina kering dan gangguan suasana hati (mood swing). Bagi beberapa wanita menopause yang mengalami hot flashes sampai dapat memengaruhi kualitas hidupnya, terapi ini mungkin sangat membantu.

Suplemen estrogen dapat menggantikan estrogen yang hilang, sehingga mengurangi keparahan hot flashes dan keringat di malam hari. Estrogen yang digunakan bersama progestin (progesteron) dapat mengurangi risiko kanker endometrium.

Namun, jika Anda berhenti melakukan HRT, maka hot flashes bisa kembali lagi. HRT dalam jangka pendek menyebabkan beberapa risiko, seperti penggumpalan darah dan peradangan kantung empedu. Jika HRT tidak sesuai untuk Anda, Anda bisa mencoba pengobatan lain. Jangan lupa, untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda.

BACA JUGA

Share now :

Direview tanggal: November 1, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 26, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca