Lyme Disease: Gigitan Kutu yang Bisa Berdampak Panjang

Oleh

Lyme disease mungkin bukan penyakit yang familiar di kuping orang Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi yang ditularkan melalui gigitan kutu ini memang tidak banyak menjadi sorotan publik di Indonesia. Namun, penyakit ini bukan berarti tidak “populer”. di dunia bagian lain, tepatnya di Eropa dan Amerika Utara, infeksi kutu kaki hitam ini menjadi hal yang lumrah di masyarakat (Wormser, dkk., 2006). Bagi Anda yang selalu mengikuti perkembangan fashion pasti tahu satu atau dua hal mengenai Lyme disease yang diderita oleh keluarga dari model Gigi Hadid.

Apa gejala lyme disease yang terjadi setelah digigit kutu?

Setelah Anda digigit oleh kutu, segeralah cek apakah ada kemungkinan tempat kutu bersarang. Jika ya, segera cek gejala yang muncul pada 3-30 hari setelah kamu digigit oleh kutu. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, berikut adalah gejala awal yang muncul jika Anda digigit oleh kutu yang terinfeksi oleh bakteri Borrelia burgdorferi:

  • Demam
  • Keringat dingin
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Sakit pada sendi
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Ruam erythema migrains (dengan ciri: (1) ruam ini muncul pada sekitar 70-80% orang yang terinfeksi, (2) ruam muncul setelah antara 3-30 hari, dengan rata-rata 7 hari, (3)  ruam berdiameter hingga 30 cm, (4) biasanya tidak gatal maupun sakit saat ruam ini dipegang, namun akan terasa hangat, (5) ruam berbentuk seperti mata banteng, dan (6) ruam dapat muncul di area tubuh yang tidak terinfeksi)

Setelah gejala muncul pada diri Anda, segera menghubungi tenaga medis terdekat untuk mendapatkan antibiotik; biasanya doxycycline, amoxicillin, atau cefuroxime axetil. Pada beberapa pasien yang mengalami gangguan neurologis, memasukkan cairan ceftriaxone atau penicillin dalam infus bisa saja menjadi salah satu cara penanganan medis yang dilakukan. Pengobatan yang baik dan benar dapat segera menghilangkan penyakit Lyme dan gejala yang ditimbulkannya.

Lyme disease bisa menjadi kronis dan berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya

Pasien yang sudah diobati dengan antibiotik pada gejala awal penyakit Lyme biasanya dapat sembuh total. Tapi, ada beberapa dari mereka yang sudah menyelesaikan pengobatan namun masih merasakan gejala seperti lelah luar biasa, sulit berkonsentrasi, dan sakit pada sendi; kondisi ini disebut dengan Post-Treatment Lyme Disease Syndrome atau PTLDS, menurut Brian Fallon, MD, MPH.

Sebenarnya, kondisi ini masih menyimpan misteri bahkan pada ahli dalam dunia kedokteran. Hal ini disebabkan karena masih rancunya penyebab dari PTLDS. Ada yang beragumen bahwa PTLDS disebabkan karena sisa dari infeksi dari Lyme, ada juga yang berargumen bahwa gejala ini ditimbulkan dari infeksi bakteri lain.

Walaupun belum menemukan titik terang mengenai penyebab dari PTLDS, pengobatan dengan antibiotik dalam jangka waktu yang lama dinilai dapat memberikan secercah harapan pada penderita penyakit Lyme. Penggunaan obat-obatan ini dinilai dapat memberikan efek yang perlahan, bahkan bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan/bertahun-tahun, tapi pasti.

Lebih dari tujuh puluh persen penderita PTLDS menilai bahwa mereka memiliki kualitas hidup yang rendah, bahkan lebih rendah dibandingkan penderita diabetes dan depresi (Cameron, 2008). Tidak hanya efek fisik (kelelahan, sakit pada otot dan sendi, sakit kepala, gangguan pada jantung) yang ditimbulkan dari penyakit ini, gangguan tidur, depresi, dan ketidakseimbangan proses kognisi juga “menghantui” penderita yang mengidap penyakit ini, menurut survei yang dilakukan oleh lymedisease.org. Efek yang mengganggu fungsi normal dari penderitanya ini menyebabkan sekitar 40% penderita PTLDS tidak dapat bekerja lagi.

Ternyata begitu bahayanya digigi serangga kecil yang bahkan berukuran tidak sampai 1 cm. Bersyukurlah karena penyakit ini tidak menjadi endemik di Indonesia. Namun, bukan berarti kita harus lengah. Jagalah kondisi rumah untuk selalu bersih sehingga kutu tidak mampu berkembang biang. Jangan lupa untuk terus memerhatikan kondisi tubuh karena gejala awal yang muncul pada penyakit ini biasanya diabaikan oleh banyak orang.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca