Mencegah dan Merawat Luka Dekubitus Pada Pasien Tirah Baring

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Luka dekubitus juga dikenal dengan istilah luka tekan (pressure ulcer/ bedsores). Luka dekubitus adalah luka terbuka pada permukaan kulit yang sering muncul pada pasien yang mengalami hambatan dalam pergerakannya (mobilitas). Bila Anda atau anggota keluarga Anda adalah seorang pasien tirah baring (bed rest)masalah luka ini mungkin akan sering ditemui. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, baca terus penjelasan di bawah ini.

Kenapa bisa muncul luka dekubitus pada pasien tirah baring?

Ada beberapa kondisi di mana pasien harus menjalani perawatan sambil beristirahat total dalam kurun waktu yang panjang. Perawatan yang disebut tirah baring ini biasanya dialami pasien yang lumpuh, sedang koma, memiliki keterbatasan pergerakan karena kondisi medis tertentu, dan lain-lain. Mereka yang menjalani perawatan tirah baring memang lebih rentan mengalami luka dekubitus.

Hal ini disebabkan oleh adanya penekanan secara terus-menerus pada kulit dan jaringan lunak melawan permukaan keras, seperti bangku, kursi roda, atau ranjang dalam jangka waktu yang lama, terutama dalam satu posisi yang sama. Penekanan ini menyebabkan berkurangnya suplai darah ke area tersebut, sehingga area tersebut akan mengalami kerusakan atau luka.

Mengenal faktor-faktor risiko munculnya luka dekubitus

  • Immobilitas, terutama pada pasien dengan gangguan pergerakan, misalnya karena lumpuh
  • Menghabiskan waktu lebih lama di ranjang atau di kursi roda
  • Kulit yang rentan luka terutama pada usia lanjut
  • Nutrisi yang tidak terpenuhi, termasuk kurangnya asupan cairan
  • Riwayat diabetes melitus

Gejala-gejala luka dekubitus

Luka ini umumnya terbentuk pada area kulit yang menutupi tulang. Lakukan pengecekan berkala dari kepala sampai kaki terutama di area sebagai berikut:

  • Tumit dan mata kaki
  • Lutut
  • Punggung
  • Tulang belakang dan tulang ekor

Akan tetapi, pada setiap pasien, gejala luka dekibitus bisa berbeda-beda. Ini tergantung pada tahap munculnya luka dan apakah langsung mendapat penanganan yang tepat atau tidak. Berikut adalah ciri-ciri luka pada pasien tirah baring menurut tahap kemunculannya:

  • Tahap 1: Kemerahan pada kulit atau terjadi perubahan warna kulit yang bervariasi. Selain itu, kulit mungkin terasa hangat, nyeri, dan agak keras ketika disentuh.
  • Tahap 2: Muncul luka pada permukaan kulit dengan warna kulit pink-kemerahan, bisa juga disertai dengan lepuhan.
  • Tahap 3: Lukanya sudah semakin dalam, bisa juga disertai nanah.
  • Tahap 4: Luka yang muncul mungkin sudah sangat dalam, hingga merusak otot dan tulang. Mungkin sampai terbentuk jaringan mati kulit berwarna kehitaman.
  • Tahap akhir: Luka berwarna kuning atau hijau dengan lapisan cokelat nanah di atasnya. Pada tahap ini jika lapisan bersifat basah, segera kontrol luka ke dokter!

Panduan merawat dan mencegah luka dekubitus

  • Jangan menggosok kulit dan bagian yang luka terlalu keras saat mandi.
  • Gunakan krim pelembap dan pelindung kulit.
  • Jaga supaya permukaan selalu bersih dan kering.
  • Perhatikan asupan nutrisi pasien, terutama cukupi kebutuhan kalori dan protein.
  • Gunakan alas ranjang yang berisi jelly atau udara sehingga sirkulasi udara lebih lancar dan tidak lembap.
  • Gunakan alas pada area bokong untuk menyerap kelembapan.
  • Pakai alas berupa guling atau bantal pada area yang bersentuhan dengan ranjang (umumnya area bokong, tulang ekor, tumit, dan betis).
  • Jangan pernah menyeret pasien untuk mengubah posisi (misalnya dari tempat tidur ke kursi roda) karena hal ini dapat menimbulkan luka pada permukaan kulit.
  • Ganti posisi setiap 1-2 jam untuk mengurangi tekanan atau gesekan pada satu bagian saja.
  • Tetap kontrol ke dokter secara berkala untuk perawatan lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 mins read

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 mins read
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 mins read
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read