Penyakit jantung merupakan suatu istilah yang merujuk pada gangguan kesehatan di jantung dan pembuluh darah seseorang. Hal ini terjadi pada bagian penting seperti otot jantung, katup jantung, aliran darah, atau irama jantung. Setiap fungsi tersebut memiliki peran yang sangat penting pada kualitas kesehatan secara keseluruhan, sehingga jika seseorang mengalami penyakit jantung maka ia berisiko mengalami berbagai komplikasi penyakit jantung.

Apa penyebab munculnya komplikasi penyakit jantung?

Pada dasarnya, komplikasi adalah gangguan yang muncul ketika perkembangan penyakit tertentu bertambah parah. Penyakit jantung berisiko menimbulkan komplikasi ketika seseorang yang sudah mengalami gangguan pada jantung tidak melakukan perubahan gaya hidup untuk mencegah penyakit jantung bertambah parah. Beberapa faktor risiko timbulnya komplikasi penyakit jantung adalah

  • tekanan darah tinggi
  • kadar kolesterol darah yang terlalu tinggi
  • perilaku merokok
  • berat badan lebih
  • kurang aktivitas fisik.

Apa saja komplikasi penyakit jantung yang bisa berakibat fatal?

Sebagian besar komplikasi dari penyakit jantung merupakan kondisi berisiko menjadi fatal, hal tersebut di antaranya:

1. Gagal jantung

Gagal jantung merupakan jenis komplikasi yang paling umum dan disebabkan jantung sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan aliran darah tubuh, karena otot jantung sudah tidak kuat untuk memompa darah.

Selain karena adanya gangguan aliran darah, gagal jantung juga lebih berisiko dialami seseorang dengan kelainan jantung bawaan dan/atau infeksi pada jantung. Gagal jantung ditandai dengan kesulitan bernapas, rasa pusing, dan penumpukan cairan pada bagian tertentu sehingga tampak adanya pembengkakan.

2. Serangan jantung

Serangan jantung terjadi karena kematian sel jantung ketika jantung tidak mendapat asupan darah yang cukup. Kondisi ini dipicu oleh arteri jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan kolesterol atau arterosklerosis.

Di samping kesulitan bernapas, gejala serangan jantung pada laki-laki lebih mungkin berupa rasa nyeri di area sekitar dada, sedangkan pada perempuan memiliki tanda yang berbeda seperti mual, sakit perut dan muntah-muntah.

3. Penyakit stroke

Bila jantung tidak bekerja dengan efektif, gumpalan darah mudah terbentuk dan dapat menyumbat pembuluh darah. Penyakit stroke terjadi akibat gumpalan darah ini menghambat aliran darah menuju otak dan menyebabkan gangguan fungsi dalam mengingat, berbicara dan koordinasi serta disertai dengan mati rasa salah satu sisi tubuh. Karena menyerang sel otak, penyakit ini dapat menimbulkan kerusakan dengan cepat bahkan bersifat permanen.

4. Henti jantung

Henti jantung adalah komplikasi yang terjadi ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba dan menyebabkan gangguan bernapas dan kehilangan kesadaran akibat gangguan irama jantung. Henti jantung merupakan kondisi darurat, jika tidak ditangani segera maka akan menyebabkan kematian mendadak.

5. Penyakit arteri perifer

Penyempitan pembuluh darah tidak hanya dapat berdampak pada aliran ke jantung, namun juga dapat terjadi pada ujung-ujung bagian tubuh. Jika hal tersebut terjadi, maka bagian tubuh tersebut tidak mendapatkan aliran yang cukup sehingga menyebabkan gejala seperti rasa nyeri, terutama pada kaki ketika berjalan.

6. Aneurisma

Aneurisma  adalah komplikasi serius yang gejalanya dapat terjadi pada bagian tubuh manapun berupa pembekakan arteri. Jika suatu aneurism pecah maka dapat menimbulkan kondisi fatal akibat perdarahan internal.

7. Emboli paru

Emboli pulmonari atau emboli paru adalah kondisi yang serupa dengan stroke namun terjadi pada paru. Penyumbatan aliran darah pada paru menyebabkan tubuh kekurangan oksigen dengan cepat sehingga memicu gejala kesulitan bernapas, sakit pada dada, dan kulit tampak membiru. Kondisi ini perlu penanganan segera karena sangat berisiko menimbulkan kematian.

8. Fibrilasi atrial

Fibrilasi atrial adalah kondisi yang biasanya tidak menimbulkan efek fatal. Hal ini disebabkan karena ruangan pada bagian atas jantung berdetak tidak beraturan atau berdetak lebih lemah dari kondisi normal, yang ditandai dengan detak jantung tidak beraturan. Meskipun tidak selalu berbahaya namun mengalami kondisi ini akan menyebabkan penumpukan gumpalan darah pada pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko stroke.

9. Angina

Angina, atau lebih dikenal dengan istilah nyeri pada bagian dada, merupakan gejala yang muncul ketika otot jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga menyebabkan suatu sensasi terpelintir atau rasa tertekan pada bagian dada. Pada umumnya gejala ini dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu angina stabil (stable angina) dan  angina tidak stabil (unstable angina).

Angina stabil cenderung muncul ketika tubuh seseorang kekurangan oksigen karena beraktivitas fisik sedangkan angina tidak stabil merupakan rasa nyeri yang muncul secara tiba-tiba tanpa didahului dengan adanya aktivitas fisik.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca