Kapan Kita Harus Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), alias memeriksa sendiri payudara Anda secara rutin, dapat menjadi cara penting untuk menemukan kanker payudara secara dini saat masih besar kesempatan untuk mengobatinya secara efektif. Pemeriksaan payudara sendiri adalah salah satu langkah kunci yang bisa dan harus Anda lakukan demi diri sendiri.

Mengapa saya harus memeriksa payudara saya?

Menemukan benjolan payudara sebelum kanker menyebar ke seluruh tubuh bisa membuat perbedaan antara hidup dan mati. American Cancer Society (ACS) mengatakan bahwa pemeriksaan payudara sendiri dapat membuat Anda mengetahui apa yang normal dan tak normal bagi payudara Anda.

Selain itu, 20% kanker payudara ditemukan melalui pemeriksaan fisik, bukan dari mammografi. Jadi, tidak ada salahnya mulai memeriksa payudara sendiri agar Anda paham seperti apa payudara yang normal sehingga nanti bila ada benjolan, Anda bisa segera memeriksakannya ke dokter.

Kapan sebaiknya saya melakukan pemeriksaan payudara sendiri?

Cobalah biasakan diri untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan untuk membuat diri familiar dengan sensasi payudara Anda yang biasa. Pemeriksaan harus dilakukan 1-2 hari setelah haid Anda berakhir, saat kecil kemungkinan payudara Anda sedang membengkak karena hormon.

Jika Anda sudah menopause atau tidak lagi mengalami menstruasi, tentukan satu hari yang mudah untuk diingat, misalnya hari pertama atau hari terakhir dalam satu bulan, dan lakukan pemeriksaan ini di waktu yang sama per bulannya.

Bagaimana cara memeriksa payudara sendiri?

Pertama, lakukan saat Anda mandi. Raba area payudara dengan pola melingkar dari luar ke dalam. Periksa juga area ketiak. Raba area-area ini untuk menemukan apakah ada benjolan.

Kemudian, lakukan pemeriksaan dengan melihat ke kaca. Angkat kedua tangan Anda setinggi-tingginya dan perhatikan apakah ada keanehan pada payudara dan puting Anda, misalnya kerutan, benjolan, maupun perubahan tekstur kulit.

Setelah itu, letakkan kedua tangan Anda di pinggang. Perhatikan apakah ada perubahan pada payudara atau tampilan yang tidak normal terutama yang hanya terjadi pada satu sisi. Payudara yang besar sebelah antara kiri dan kanan adalah hal yang normal.

Terakhir, periksalah dengan berbaring di tempat tidur. Tempatkan bantal di bawah bahu kanan dan letakkan tangan kanan di bawah kepala. Raba payudara kanan dengan tangan kiri. Raba payudara dan ketiak untuk merasakan apakah ada benjolan.

Bila Anda menemukan benjolan, temui dokter. Namun Anda tidak perlu panik karena 8 dari 10 benjolan bersifat jinak.

Apa yang harus dilakukan jika saya menemukan benjolan atau kejanggalan pada payudara?

Tidaklah aneh jika terdapat beberapa benjolan pada payudara Anda. Benjolan yang mencurigakan mungkin akan sangat sulit untuk dibedakan jika payudara Anda mengandung fibroid atau kista, yang biasanya merupakan massa jinak yang muncul secara lebih teratur seiring usia Anda bertambah. 

Pilihlah hari untuk bertemu dokter jika Anda benar menemukan sesuatu yang tampak tidak wajar pada payudara. Jika yang Anda temukan tidak diragukan lagi memang kanker, dokter akan mendorong Anda untuk menjalani biopsi. Ini adalah prosedur pengambilan sampel kecil dari jaringan benjolan tersebut untuk analisis lebih dekat. 

ACS menganjurkan bagi wanita untuk melakukan mamografi setiap tahunnya dimulai di usia 40. Beberapa wanita dengan risiko kanker payudara, misalnya memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara, memiliki gen BRCA1 dan BRCA2, atau faktor lainnya, memerlukan pemeriksaan MRI juga selain pemeriksaan mamografi.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca