Kanker Nasofaring Menular Atau Tidak? Ini Fakta-faktanya!

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/09/2019
Bagikan sekarang

Meski termasuk jenis kanker yang jarang terjadi, kanker nasofaring cukup mematikan jika tak ditangani dengan baik. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diketahui bahwa ada sebanyak 80 ribu kasus kanker nasofaring baru setiap tahunnya. Jika dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, angka ini relatif kecil.

Kanker nasofaring adalah jenis kanker yang menyerang bagian saluran pernapasan yang terletak di atas faring (tenggorokan) dan di belakang hidung. Karena letaknya pada saluran pernapasan, banyak orang bertanya-tanya apakah kanker nasofaring menular. Simak jawabannya di bawah ini, ya.

Apakah kanker nasofaring menular?

Sebenarnya, tidak ada jenis kanker apa pun yang menular. Pasalnya, penyakit ini terjadi akibat adanya gangguan pertumbuhan pada sel dan akhirnya mengubah sel menjadi sel kanker.  Jadi, hal ini terjadinya di dalam tubuh dan tidak ada yang bisa membuatnya menjadi menular ke orang lain layaknya penyakit infeksi.

Sementara itu, untuk kanker nasofaring sendiri, belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun, para ahli menyatakan bahwa ada beberapa faktor risiko yang bisa menimbulkan penyakit ini, yaitu:

  • Memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami jenis kanker ini.
  • Terpapar virus Epstein-Barr (EBV)
  • Terpapar virus Human papilloma (HPV)
  • Sering mengonsumsi makanan yang diasinkan.

Ya, salah satu faktor risiko dari kanker nasofaring adalah terpapar virus EBV dan HPV. Jadi, hal yang harus Anda perhatikan adalah mencegah penularan virus-virus tersebut. Pasalnya, ketika virus ini sudah masuk ke dalam tubuh kemudian merusak sel-sel dan akhirnya menjadi kanker, maka tidak mungkin lagi ada penularan.

Biasanya, setelah virus menginfeksi tubuh, butuh waktu yang cukup lama untuk kemudian berkembang menjadi kanker. Selain itu, tak semua orang yang terinfeksi virus akan mengalami kanker, hal ini tergantung pada respon tubuh masing-masing.

Bagaimana mencegah penularan EBV penyebab kanker nasofaring?

Infeksi Epstein-Barr virus (EBV) sudah terbukti dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring. EBV sendiri adalah jenis virus yang paling umum dan tersebar di mana pun. Sebagian besar dari Anda mungkin pernah mengalami infeksi virus ini tanpa disadari. Pasalnya, ketika virus ini masuk, tidak akan langsung aktif dan menimbulkan gejala.

Penyebaran EBV yang paling utama adalah melalui pertukaran cairan tubuh, terutama air liur. Maka itu, Anda bisa tertular EBV jika menggunakan barang-barang pribadi dengan orang yang memiliki EBV, seperti sikat gigi, minum di gelas yang sama, berbagi sedotan, menggunakan piring dan alat makan yang sama (tanpa dicuci terlebih dulu). Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalu ciuman, hubungan seksual, transfusi darah, dan transplantasi organ.

Hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah virus ini menyerang Anda adalah dengan tidak saling pinjam barang pribadi apa pun dengan orang lain, apalagi yang tak Anda kenal. Hindari juga berciuman dan berhubungan seks dengan orang yang tak Anda tahu riwayat kesehatannya.

Lantas, bagaimana dengan pencegahan HPV?

Meskipun risiko kanker nasofaring lebih rendah pada orang yang terkena HPV, tetap saja ada kemungkinan virus ini menyebabkan kanker. Jadi, sebaiknya Anda hindari penularan HPV yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman serta kebiasaan gonta-ganti pasangan seksual. Maka itu, berikut adalah cara untuk mencegah penularannya:

  • Melakukan hubungan seksual dengan aman. Jangan lupa untuk selalu gunakan kondom ketika Anda melakukan hubungan seks. Sebaiknya, Anda juga tidak berganti-ganti pasangan untuk meminimalkan penularan.
  • Lakukan vaksin HPV, yang sudah terbukti dapat mencegah infeksi virus.
  • Pap smear dengan rutin. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk dilakukan 3 tahun sekali bagi seorang wanita yang telah berusia di atas 21 tahun.

Kesimpulannya, tak ada kanker yang menular, termasuk kanker nasofaring. Hal yang harus Anda lakukan adalah mencegah penyebaran dari faktor risikonya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020