home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sebenarnya Bisakah Pasien Kanker Nasofaring Sembuh Total?

Sebenarnya Bisakah Pasien Kanker Nasofaring Sembuh Total?

Kanker nasofaring menyerang saluran napas di belakang hidung yang terhubung dengan tenggorokan. Pada area ini, terdapat jaringan saraf dan pembuluh darah yang memiliki fungsi vital sehingga operasi pengangkatan kanker sangat berisiko jika dilakukan. Apabila operasi tidak dapat menjadi pilihan untuk menghilangkan kanker, lantas apakah pasien kanker nasofaring bisa sembuh sepenuhnya?

Faktor yang memengaruhi kesembuhan kanker nasofaring

Gejala radang di tenggorokan

Kesembuhan pasien kanker nasofaring tidak hanya ditentukan oleh bisa atau tidak operasi pengangkatan kanker dilakukan.

Ada beberapa faktor yang dapat menentukan apakah pasien kanker nasofaring bisa sembuh total, yaitu jenis dan stadium kanker, kapan pengobatan mulai dilakukan, penyebaran kanker, dan kondisi kesehatan pasien.

Peluang kesembuhan pasien kanker nasofaring akan semakin tinggi jika kanker berhasil terdeteksi pada stadium awal (1 atau 2).

Pada stadium awal, tumor belum berkembang pesat dan tidak menyebar (bermetastasis) ke jaringan atau organ lain. Pengobatan kanker di stadium awal bisa lebih efektif menghancurkan dan mencegah pertumbuhan sel kanker dibandingkan di stadium akhir.

Artinya, besar kemungkinan pasien kanker nasofaring stadium awal untuk bisa sembuh sepenuhnya, apalagi jika kondisi tubuh pasien juga cukup sehat.

Meski begitu, banyak pasien yang baru didiagnosis mengidap kanker nasofaring setelah kanker mencapai stadium akhir. Pasalnya, jenis kanker ini seringnya baru menunjukkan gejala setelah kanker berkembang ke stadium lanjut sehingga kanker terlambat dideteksi.

Peluang pasien kanker nasofaring untuk bisa sembuh tentunya lebih kecil jika kanker telah mencapai stadium akhir atau bahkan telah menyebar. Sejauh ini, peluang kesembuhan untuk kanker yang menyebar ke berbagai jaringan atau organ lain sangatlah kecil.

Namun, tetap tidak bisa dipastikan bahwa pasien kanker stadium lanjut tidak bisa sembuh. Jika menjalani pengobatan kanker nasofaring, pasien tetap bisa meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang harapan hidupnya.

Harapan hidup pasien kanker nasofaring

Pantangan kanker pankreas

Secara medis, tingkat kesembuhan pasien kanker sendiri diukur dalam “angka harapan hidup relatif dalam 5 tahun”. Tolak ukur tersebut menjelaskan berapa banyak pasien yang menderita kanker sejenis dengan stadium yang sama dapat bertahan hidup dalam 5 tahun.

Berdasarkan American Society of Clinical Oncology, setidaknya 61% pasien kanker nasofaring bisa bertahan hidup sampai 5 tahun setelah didagnosis.

Akan tetapi, besaran angka harapan hidup kanker nasofaring ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu letak tumor dan penyebarannya.

Berikut ini adalah angka harapan hidup relatif dalam 5 tahun untuk kanker nasofaring berdasarkan letak dan seberapa jauh tumor ganas menyebar.

  • Jika kanker hanya terletak di nasofaring, kemungkinan pasien bisa bertahan hidup sampai 5 tahun adalah 85%.
  • Dalam kasus kanker yang menyebar ke jaringan di sekitarnya atau sampai ke kelenjar getah bening, 71% pasien bisa bertahan hidup sampai 5 tahun.
  • Apabila kanker menyebar lebih jauh ke bagian tubuh lainnya, angka harapan hidup relatif nya adalah 49%.

Penting untuk diketahui bahwa angka harapan hidup relatif untuk pasien kanker nasofaring ini merupakan perkiraan.

Pengukuran ini tidak menggambarkan peluang kesembuhan kanker nasofaring yang sebenarnya di Indonesia. Hasil analisis merujuk pada data kasus kanker nasofaring di Amerika Serikat dalam 5 tahun terakhir.

Dengan kata lain, angka harapan hidup relatif ini tidak dapat dijadikan tolak ukur yang pasti untuk menentukan kanker nasofaring bisa sembuh atau tidak.

Data ini juga tidak dapat mendukung prognosis atau perkiraan perkembangan penyakit yang dilakukan oleh dokter.

Meningkatkan peluang kesembuhan kanker nasofaring

kanker lambung bisa sembuh

Seperti yang sebelumnya dijelaskan, beberapa faktor bisa memengaruhi peluang kesembuhan pasien kanker nasofaring.

Angka harapan hidup relatif dalam 5 tahun memang diukur berdasarkan penyebaran dan letak kanker, tapi tidak semua faktor yang berkaitan diperhitungkan.

Ada dua faktor penting yang luput dari perhitungan yang sebenarnya bisa meningkatkan peluang kesembuhan pasien, yaitu kondisi kesehatan pasien (termasuk usia) dan seberapa baik tubuh merespons pengobatan kanker.

Jika kondisi tubuh pasien cukup kuat, pengobatan bisa lebih efektif melawan kanker sehingga harapan hidup bisa lebih tinggi dari yang diperkirakan sekalipun kanker telah menjalar ke jaringan lain.

Di samping itu, kualitas pengobatan untuk kanker nasofaring semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Tumor ganas pada pankreas juga sangat sensitif terhadap radiasi sehingga radioterapi menjadi metode andalan dalam pengobatan kanker nasofaring.

Dalam sebagian besar kasus, radioterapi yang terkadang juga dikombinasikan dengan kemoterapi cukup efektif menghancurkan dan menghambat perkembangan sel-sel kanker nasofaring.

Meski operasi pengangkatan kanker sulit dilakukan, pasien tetap bisa meningkatkan peluang kesembuhan dengan menjalani pengobatan kanker lainnya.

Apakah diagnosis dini bisa meningkatkan peluang kesembuhan?

Memang benar, semakin awal dideteksi, maka semakin tinggi peluang pasien kanker nasofaring bisa sembuh. Sayangnya, hingga kini belum ada metode skrining atau pemeriksaan awal yang bisa secara pasti mendeteksi kemunculan tumor ganas di nasofaring.

Meski begitu, Anda tetap bisa melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi untuk memastikan kesehatan mulut, gigi, dan tenggorokan.

Pemeriksaan rutin untuk kanker nasofaring juga dianjurkan untuk orang yang pernah terinfeksi virus Epstein-Barr (EBV). DNA virus ini diduga dapat bercampur dengan DNA sel di nasofaring dan menyebabkan mutasi yang tidak terdeteksi sehingga memicu kanker.

Orang yang memiliki anggota keluarga yang terkena jenis kanker ini juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin sehingga kanker bisa dideteksi sedari awal.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat peluang bagi pasien kanker nasofaring untuk bisa sembuh, tapi sejumlah faktor menentukan besar-kecilnya peluang tersebut.

Terlepas dari keparahan penyakit kanker yang dialami, pengobatan tetap bisa meningkatkan harapan hidup dan memperbaiki kualitas hidup Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Cancer Society. (2021). Survival Rates for Nasopharyngeal Cancer. Retrieved 19 August 2021, from https://www.cancer.org/cancer/nasopharyngeal-cancer/detection-diagnosis-staging/survival-rates.html

American Cancer Society. (2021). Can Nasopharyngeal Cancer Be Found Early?.  Retrieved 19 August 2021, from https://www.cancer.org/cancer/nasopharyngeal-cancer/detection-diagnosis-staging/detection.html

American Cancer Society. (2021). Nasopharyngeal Cancer Stages. Retrieved 19 August 2021, from https://www.cancer.org/cancer/nasopharyngeal-cancer/detection-diagnosis-staging/staging.html

Cancer Research UK. (2021). Survival | Nasopharyngeal cancer. Retrieved 19 August 2021, from https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/nasopharyngeal-cancer/survival

Cancer Research UK. (2021). Survival | Liver cancer | Retrieved 19 August 2021, from https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/liver-cancer/survival

American Society of Clinical Oncology. (2012). Nasopharyngeal Cancer – Statistics. Retrieved 19 August 2021, from https://www.cancer.net/cancer-types/nasopharyngeal-cancer/statistics

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x