Kacang mudah untuk diolah dan bisa ditemukan pada berbagai makanan kemasan, sebagai camilan, atau makanan tambahan. Kacang juga memiliki manfaat yang baik untuk pasien diabetes. Namun, tidak semua kacang untuk pasien diabetes itu baik. Lalu, seperti apa kacang yang baik untuk pasien diabetes dan bagaimana mengolahnya? Simak ulasannya berikut ini.

Manfaat kacang untuk pasien diabetes

Dilansir dari Healthline, menambahkan kacang atau selai kacang dalam makanan mungkin bermanfaat, terutama pada pasien diabetes tipe 2. Berikut manfaat kacang untuk pasien diabetes seperti berikut:

1. Membantu mengendalikan gula darah

Kacang memiliki kandunganĀ indeks glikemik rendah, yaitu sebesar 13. Ini membuat kacang lebih lama diubah menjadi glukosa sehingga membantu mengendalikan gula darah. Selain itu, kacang mengandung banyak magnesium yang bisa mengurangi lonjakan insulin pada tubuh. Sekitar 28 buah kacang tanah mengandung 12 persen magnesium yang sesuai dengan rekomendasi asupan magnesium per hari.

2. Menurunkan risiko penyakit jantung

Kacang mengandung lemak tak jenuh yang memiliki efek positif pada kadar kolesterol darah. Menambahkan kacang ke menu makanan pasien diabetes bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang menjadi faktor terjadinya penyakit jantung. Selain itu, kacang mengandung fitokimia, yaitu zat yang mendukung kesehatan dan memberi perlindungan dari penyakit kronis.

3. Mengendalikan berat badan

Kacang mengandung kalori yang relatif tinggi sehingga lebih kenyang dan tidak mudah lapar. Ini membantu pasien yang sedang diet untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Untuk mengetahui apakah berat badan Anda sekarang sudah ideal, cek dengan kalkulator indeks massa tubuh (IMT) ini atau diĀ bit.ly/indeksmassatubuh.

manfaat selai kacang

Kacang olahan sendiri lebih baik bagi pasien diabetes

Produk kacang di pasaran kadang sudah kering tidak mengandung minyak atau lemak, produk kacang ini tentu tidak memberikan manfaat kacang secara utuh. Selain itu, kacang yang sudah dikemas kadang memiliki kadar gula dan garam yang tinggi.

Oleh karena itu, sebaiknya pasien diabates membeli kacang dalam kondisi mentah dan mengolahnya sendiri. Dengan begitu, pasien bisa menyesuaikan porsi, tambahan perasa, dan pengolahannya yang sesuai dengan kebutuhan. Namun, lakukan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu untuk mengetahui porsi yang sesuai untuk Anda. Bila setelah mengonsumsi kacang menimbulkan alergi, seperti gatal di sekitar mulut, ruam, atau gejala alergi lainnya, segera hubungi dokter.

Berikut beberapa tips mudah mengolah kacang untuk pasien diabetes menjadi camilan dan makanan utama, seperti:

1. Kacang panggang

Cara termudah untuk mengolah kacang sebagai camilan adalah dengan memanggangnya. Panggang kacang dan beri sedikit taburan garam sebagai perasa tambahan. Tempatkan pada toples sehingga bisa Anda makan kapan saja. Namun, ingat tetap perhatikan banyaknya porsi kacang yang Anda makan.

Hindari kacang yang digoreng karena saat digoreng, kacang yang seharusnya sehat akhirnya jadi mengandung lemak jenuh dari minyak goreng. Pasalnya, kebanyakan lemak jenuh tidak baik bagi pasien diabetes.

2. Selai kacang

Tempatkan kacang yang sudah dikuliti, garam dan madu ke dalam mangkuk, kemudian giling bersamaan. Tempatkan pada wadah kedap udara dan simpan di kulkas. Selai ini bisa Anda gunakan sebagai pengganti selai kacang kemasan. Anda bisa mencampurkannya dengan roti atau diolah menjadi kue.

3. Cookies selai kacang

Selain kacang panggang, Anda bisa mengolah kacang dengan mencampurkan bahan lain sehingga menjadi kue kering. Caranya, campurkan telur, ekstrak vanili, dan selai kacang yang sudah Anda buat kemudian aduk hingga rata.

Buatlah bentuk bola kecil dari campuran adonan tersebut kemudian tempatkan pada cetakan kue dan ratakan. Kemudian panaskan ke dalam oven dan tunggu sekitar 9 menit hingga adonan berwarna kecokelatan.

4. Brownies selai kacang

Giling kacang atau gunakan selai kacang yang sudah Anda buat. Campurkan selai tersebut dengan telur, dan mentega, dan kacang almond. Tempatkan adonan pada loyang kue yang sudah dioleskan mentega atau margarin dan masukkan ke dalam oven. Tunggu hingga berwarna kecokelatan.

Namun, Anda harus hati-hati. Makanan ini mengandung kalori tinggi, jadi perhatikan porsi makannya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca