Jangan Asal Beli! Perhatikan Bedanya Ciri Daging Sapi Segar dan yang Busuk

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Daging sapi adalah salah satu sumber makanan bergizi tinggi. Akan tetapi, daging mudah ditumbuhi bakteri atau jamur sehingga sangat gampang busuk. Oleh karena itu, Anda perlu lebih berhati-hati saat membeli daging. Daging yang segar bisa cepat dikenali dari warna, bau, tekstur, hingga penampilannya. Yuk, cari tahu lebih lanjut bedanya ciri daging hewan penghasil susu yang masih segar dengan yang sudah busuk!

Beda ciri daging sapi segar dengan yang sudah busuk

Potongan Daging Sapi Mana yang Paling Sehat dan Punya Lemak Sedikit?

Dilihat dari baunya…

Daging sapi segar akan mengeluarkan aroma segar. Dengan kata lain, memiliki bau khas “sapi” yang lembut tidak menusuk hidung. Sementara itu, daging sapi busuk akan berbau amis, anyir, tengik, bahkan masam tidak wajar yang bikin kita mengernyitkan dahi.

Dilihat dari warnanya…

Warna daging merah cerah segar dan mengkilat, tidak pucat dan tidak kotor. Lemaknya bertekstur keras berwarna putih kekuningan, terlihat ototnya berserat halus.

Jika warna daging sapi Anda hijau atau berwarna cokelat kehijauan, ini tandanya daging busuk dan saatnya untuk dibuang.

Dilihat dari teksturnya…

Daging sapi segar bertekstur padat dan kenyal, tapi tidak kaku. Artinya ketika Anda menekan daging dengan jari, permukaannya akan kembali seperti semula.

Daging sapi yang kualitasnya buruk akan terasa lembek ketika ditekan, tidak kembali ke posisi semula. Daging ini juga mudah hancur bila ditekan. Daging yang sudah busuk juga akan terlihat berlendir dan terasa lengket di tangan.

Dari penampilannya…

Penampilan daging sapi segar tampak lembap, warna merahnya merata terbebas dari noda atau bercak asing. Daging yang berkualitas buruk kelihatan apek, lesu, dan kusam. Beberapa daging sapi buruk juga ada yang memiliki noda bercak hitam atau putih kehijauan, tanda adanya bakteri dalam daging.

Belilah daging yang terasa lembap tapi tidak berair. Meski cairan merah yang menetes pada daging tersebut bukanlah darah melainkan sari protein, ini berarti daging tersebut sudah cukup lama berada di udara bebas.

Apa akibatnya jika makan daging yang sudah busuk?

Dilansir dari Livestrong, meski daging yang busuk sudah dimasak dalam suhu tinggi, memakannya tetap berisiko membuat Anda keracunan makanan. Pasalnya meski panas api membunuh bakteri, mereka dapat meninggalkan racun pada daging. Racun yang tersisa inilah yang kemudian menyebabkan keracunan makanan. Proses pemasakan tidak akan menghilangkan racun tersebut dalam daging.

Gejala keracunan makanan yang paling umum adalah mual dan diare setelah makan.

Cara menjaga daging agar tidak mudah rusak

menyimpan daging

Daging mengandung tinggi air, protein dan lemak yang rentan menjadi rumah singgah ideal bagi bakteri berkembang biak. Untuk mencegah daging cepat membusuk, simpan daging di kulkas segera setelah membelinya. Cara menyimpannya pun tidak semudah itu.

Cara menyimpan daging di rak kulkas

Pastikan suhu dalam kulkas sekitar 4ºCelsius. Menyimpannya di suhu yang lebih panas membuat daging rentan terkontaminasi bakteri.

Cara menyimpan daging sapi di kulkas:

  • Simpan daging pada rak khusus daging/ikan dalam kulkas.
  • Masukkan daging dalam wadah tertutup atau kantong bersih. Tutup rapat
  • Daging dan jeroannya dikemas secara terpisah
  • Daging juga harus dipisahkan dengan makanan lainnya.
  • Jika Anda hendak menyimpan daging yang sudah masak, pisahkan dari daging yang mentah atau bahan mentah apapun (tidak hanya daging).

Meskipun daging hewan penghasil susu ini bisa disimpan cukup lama, tidak selamanya daging bisa disimpan dalam suhu kulkas. Daging segar dalam suhu 0-4 derajat celcius hanya memiliki masa simpan 3-7 hari.

Penyimpanan beku (di freezer)

Daging yang disimpan dalam freezer (penyimpanan beku) dapat bertahan hingga 6 bulan. Dengan catatan, cara penyimpanannya harus tepat dan suhu freezer selalu berada dalam 0 sampai -17 derajat celcius.

Sebelum simpan daging dalam freezer pastikan daging sudah terbungkus rapat dengan plastik zip atau kotak wadah agar tidak ada udara yang masuk ke dalam daging setelah dibungkus.

Sebelum dimasukkan ke freezer, sebaiknya diberikaan tanggal terlebih dahulu untuk mengingat berapa lama Anda sudah menyimpang daging itu. Anda juga bisa membedakan mana daging yang sudah disimpan lebih lama dan mana yang masih baru, sehingga Anda dapat mendahulukan daging yang akan digunakan. Selain itu, tulis juga apa bagian daging yang Anda simpan jika ada berbagai macam bagian daging.

Menyimpan daging sapi segar di freezer membuatnya lebih awet, tapi tidak mematikan bakterinya. Maka ketika Anda memindahkan daging ke ruangan bersuhu lebih tinggi, proses tumbuh kembang bakteri akan mulai kembali. Maka, daging yang telah dikeluarkan dari freezer sebaiknya cepat-cepat dimasak untuk mencegah terjadinya pembusukan.

Baiknya makan daging sapi berapa banyak dalam satu hari?

meningkatkan libido

Dikutip dari Health Harvard Education  daging merah dari sapi yang boleh serta aman dikonsumsi sehari sekitar 50 sampai 100 gram (setara 1,8 sampai 3,5 ons daging). Meskipun mengandung protein yang baik untuk tubuh, tidak boleh mengonsumsi daging hewani ini banyak-banyak.

Pasalnya, terlalu banyak makan daging sapi bisa meningkatkan risiko sakit jantung dan kanker usus besar. Ini disebabkan karena dalam daging hewan penghasil susu ini juga mengandung lemak jenuh. Agar tidak berlebihan menyantap daging, Anda bisa membagi porsinya untuk beberapa kali waktu makan.

Contoh, saat makan siang hari Anda bisa mengonsumsi 35 gram daging. Sedangkan di waktu makan malam, Anda boleh makan 35 gram daging. Jangan lupa penuhi asupan kebutuhan gizi tubuh lain dengan menyajikan daging bersamaan dengan sayuran, buah, dan karbohidrat yang cukup.

Cara masak daging seperti apa yang paling sehat?

1. Dipanggang

Memanggang adalah salah satu cara masak yang sehat, terutama jika dipanggang dalam suhu rendah. Ada baiknya tidak memanggang terlalu matang, agar daging tidak menghasilkan senyawa yang menyebabkan kanker.

2. Direbus atau kukus

Merebus atau mengukus daging pada suhu rendah membantu meminimalkan produksi senyawa penyebab kanker. Namun, vitamin B dalam daging bisa hilang apabila daging direbus atau dikukus sampai airnya mendidih.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca