6 Cara Mencegah Bakteri Penyakit Kebal Pada Antibiotik

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/03/2020
Bagikan sekarang

Mungkin Anda sering diberikan resep obat antibiotik oleh dokter Anda ketika mengalami sakit. Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang diakibatkan oleh pertumbuhan bakteri di dalam tubuh. Namun, antibiotik juga bisa membahayakan dan memperparah kondisi pasien jika tidak digunakan sesuai aturan karena dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten, alias kebal atau tahan terhadap antibiotik.

Resistensi atau ketahanan bakteri terhadap antibiotik terjadi ketika bakteri tidak lagi bisa dibunuh dan dihentikan pertumbuhannya dengan antibiotik yang dikonsumsi. Jika bakteri menjadi resisten, maka infeksi yang Anda alami  akan semakin susah untuk diobati. Anda akan mengeluarkan uang lebih banyak, mengonsumsi obat-obatan lebih lama, serta dapat menimbulkan gangguan dan masalah kesehatan lainnya.  

Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk mencegah bakteri menjadi tahan terhadap obat antibiotik?

1. Selalu tanyakan hal ini ke dokter jika Anda diresepkan antibiotik

Salah satu yang dapat Anda lakukan untuk mencegah resistensi antibiotik adalah dengan selalu bertanya terkait penyakit apa yang sedang Anda derita dan obat antibiotik jenis apa yang digunakan untuk mengobatinya. Selain itu, pertanyaan lain yang harus Anda tanyakan ke dokter adalah:

  • Kenapa saya butuh antibiotik?
  • Apa efek samping yang ditimbulkan dari antibiotik tersebut?
  • Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah efek samping yang timbul?
  • Bagaimana penggunaan antibiotik yang diberikan, cara minum, dan frekuensi penggunaannya?
  • Apakah mengonsumsi obat antibiotik ini akan menimbulkan suatu kondisi jika saya mengonsumsi obat jenis lain?
  • Jika mengonsumsi obat antibiotik tersebut apakah saya memiliki pantangan, misalnya tidak boleh makan makanan tertentu?
  • Bagaimana cara menyimpan obat antibiotik tersebut agar tidak rusak? Apakah butuh disimpan di dalam lemari pendingin atau tidak?

BACA JUGA: 7 Obat Alami untuk Menyembuhkan Diare

2. Jangan mengubah sendiri dosis dan lama pakai antibiotik

Apakah Anda sering tidak menghabiskan obat antibiotik yang diberikan? Atau justru terlalu banyak mengonsumsi obat antibiotik sehingga tidak sesuai dengan ketentuan? Hal ini tentu saja berdampak pada penyakit infeksi yang sedang Anda derita. Pertumbuhan bakteri yang mengakibatkan Anda mengalami sakit itu tidak akan dapat dihentikan jika obat yang harusnya dihabiskan malah tersisa. Dosis yang diberikan sudah diperkirakan dapat mematikan bakteri yang sedang tumbuh.

Apabila Anda mengonsumsi kurang dari dosis yang seharusnya, maka bakteri memiliki waktu lebih banyak untuk berkembang dan tidak jadi musnah karena antibiotiknya kurang. Sedangkan jika Anda mengonsumsi obat antibiotik berlebihan, bakteri yang diharapkan mati justru menjadi lebih kuat dan tidak bisa dihentikan pertumbuhannya dengan obat antibiotik yang sama. 

3. Jangan minum antibiotik jika tidak diperlukan

Sebagian besar orang beranggapan bahwa antibiotik bisa menyembuhkan segala penyakit infeksi. Padahal tidak semua penyakit bisa diatasi dengan obat antibiotik. Penggunaan obat antibiotik yang tidak perlu tidak akan memberikan dampak baik apapun untuk Anda.

Ketika pertumbuhan bakteri bisa ditangkal dengan sistem kekebalan tubuh, tetapi Anda mengonsumsi obat antibiotik yang tidak perlu, maka bakteri tersebut akan terbiasa dan mengenali bagaimana cara antibiotik tersebut bekerja. Kemudian, bakteri-bakteri tersebut akan bermutasi dan berubah menjadi semakin kuat sehingga tahan dengan antibiotik. Sehingga, apabila Anda mengonsumsi jenis obat antibiotik yang sama di kemudian hari saat bakteri menyebabkan infeksi, maka antibiotik tersebut sudah tidak bisa lagi menyembuhkan penyakit Anda.

BACA JUGA: 6 Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Tanpa Obat

4. Tidak semua infeksi butuh antibiotik

Antibiotik memang jenis obat yang sangat penting dalam menyembuhkan suatu penyakit infeksi. Bahkan penggunaan yang tepat menurunkan tingkat kematian pada pasien yang mengalami tuberkulosis atau penyakit infeksi kronis lainnya. Namun, sebenarnya antibiotik tidak sebaik itu dan tidak bisa digunakan untuk semua orang yang mengalami penyakit infeksi.

Obat antibiotik seharusnya diresepkan oleh dokter ahli dan digunakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien. Hal ini disebabkan karena tidak semua pasien yang mengalami penyakit infeksi disebabkan oleh pertumbuhan bakteri, bisa saja mereka terkena infeksi virus atau parasit. Sementara, antibiotik hanya mampu melawan pertumbuhan bakteri saja.

Oleh karena itu, jangan pernah mengonsumsi antibiotik yang dimiliki oleh orang lain atau memberikan antibiotik yang Anda miliki ke orang lain, karena kebutuhannya mungkin saja tidak sama.

5. Konsumsilah daging organik yang belum disuntik antibiotik

Beberapa jenis daging sapi dan daging ayam yang dijual di pasar swalayan atau pasar tradisional sudah terkontaminasi bakteri yang resisten terhadap obat antibiotik. Sapi dan unggas yang diternakkan sering kali diberikan obat antibiotik dengan tujuan untuk mencegah berbagai penyakit infeksi. Namun para peternak sering kali tidak menggunakan obat antibiotik sesuai dengan ketentuan, sehingga bakteri yang tumbuh di dalam tubuh hewan tersebut menjadi resisten.

Ketika Anda mengonsumsi daging dari hewan yang memiliki bakteri yang tahan terhadap suatu antibiotik, maka bakteri tersebut akan berpindah ke dalam tubuh Anda. Pada akhirnya, Anda memiliki bakteri yang tahan terhadap suatu antibiotik.

BACA JUGA: Obat Batuk Alami yang Ada di Dapur Anda

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

    4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

    Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

    5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

    Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

    Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

    Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    minum madu saat sahur

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    buah untuk berbuka puasa

    3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Monika Nanda
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    fit saat puasa

    7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020