Haruskah Membersihkan Bokong dan Anus Pakai Sabun Setiap Kali Habis BAB?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kebiasaan BAB setiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang bisa buang air tiga hari sekali, sehari tiga kali, atau seminggu sekali. Nah berhubung anus merupakan satu-satunya jalur pengeluaran feses, area ini rentan memunculkan aroma tak sedap bila tidak dibersihkan dengan baik. Oleh karena itu, banyak orang menggunakan sabun mandi supaya anus-nya wangi dan bersih. Namun pertanyaannya, perlukah cebok atau membersihkan anus dengan sabun mandi?

Membersihkan anus sebaiknya tidak pakai sabun mandi

Bukan cuma vagina saja yang tidak disarankan dicuci menggunakan sabun. Anus pun sebaiknya tidak usah dibersihkan pakai sabun.

Cebok dengan sabun mandi nyatanya tidaklah tepat karena sabun mengandung bahan kimia yang bisa menghilangkan minyak alami di permukaan kulit sekitar anus. Bila minyak alami ini hilang, kulit sekitar anus jadi rentan kering karena kehilangan kelembapan sehinnga akan lebih mudah mengalami iritasi.

Berbagai penelitian pun melaporkan bahwa pewangi dan pengharum yang ditambahkan dalam sabun dan berbagai produk perawatan diri lainnya bisa menyebabkan iritasi di kulit. Termasuk produk wewangian yang berasal dari minyak esensial.

Selain itu, sabun mandi juga biasanya mengandung pH sangat tinggi, alias bersifat basa. Bahkan jauh lebih tinggi daripada pH alami kulit di sekitar anus. Ketika pH di sekitar kulit anus terganggu dan berubah, maka risiko terjadinya infeksi pun akan semakin tinggi. Hal ini memberikan kesempatan bagi bakteri jahat untuk tumbuh dan berkembang biak di sana.

Dalam banyak kasus, risiko iritasi dan infeksi umumnya akan lebih mudah dialami oleh orang-orang yang punya kulit sensitif.

Lantas, bagaimana cara cebok yang benar?

Anus yang mengalami iritasi rentan memicu berbagai masalah kesehatan yang mungkin tidak pernah Anda duga sebelumnya. Ya, iritasi pada bokong atau pantat dapat memicu ambeien (wasir) dan abses anal. Bila dibiarkan terus, kondisi ini pun dapat menyebabkan perdarahan dan pantat gatal.

Hal ini pun diamini oleh Dr. Joel Krachman, MD seorang kepala bidang gastroenterologi di New Jersey-based Atlanti Care Regional Medical Center dalam laman Men’s Health.

Nah, supaya Anda terhindar dari berbagai kondisi tersebut, penting untuk mengetahui cara cebok yang benar. Berikut beberapa cara membersihkan anus yang perlu Anda simak baik-baik.

  • Usap area anus dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya. Pastikan area anus diseka secara menyeluruh dengan gerakan yang lembut.
  • Anda bisa menggunakan tisu basah untuk mempermudah saat menyeka area sekitar anus. Namun, perhatikan lagi bahan kimia yang terkandung dalam tisu basah. Hindari kandungan methylisothiazolinone karena menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang.
  • Setelah itu bilas anus dengan air bersih. Pastikan tidak ada lagi sisa-sisa kotoran yang menempel di lipatan anus. Kondisi pantat yang lembap dapat jadi tempat yang ideal bagi kuman untuk berkembang biak di sana.
  • Tepuk-tepuk anus dengan lap atau tisu kering yang bersih untuk mengeringkannya. Pastikan seluruh bagian pantat benar-benar benar-benar bersih bahkan hingga ke sela-selanya.
  • Terakhir, jangan lupa cuci tangan pakai sabun hingga benar-benar bersih. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran kuman saat Anda menyentuh makanan atau bersalaman dengan orang lain setelah buang air besar.

Baca Juga:

Sumber