Begini Cara Sehat untuk Makan Popcorn

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda penyuka popcorn? Makanan ringan satu ini memang menjadi kesukaan banyak orang, apalagi jika dinikmati sambil menonton film favorit. Namun, apakah benar popcorn sehat untuk dikonsumsi?

Jika dianalisis secara keseluruh, popcorn dapat tergolong dalam makanan yang bebas gluten dan 100% biji-bijian. Popcorn juga merupakan sumber makanan yang kaya akan serat dan secara alami bersifat bebas gula dan garam. Maka, dapat dikatakan bahwa popcorn merupakan makanan ringan yang sehat, terutama jika diproses secara benar.

Jenis-jenis popcorn

Popcorn tanpa bahan tambahan

Ini adalah popcorn yang diproses dengan mesin khusus dengan tekanan uap. Jika disajikan dengan cara ini, maka setiap gelas popcorn hanya mengandung 30 kalori. Popcorn yang diproses melalui tekanan uap juga memiliki indeks glikemik yang rendah yaitu hanya sebesar 55.

Karena popcorn jenis ini tidak ditambah oleh minyak, maka hasilnya akan lebih menyehatkan bagi tubuh. Selain itu popcorn juga mengandung nutrisi yang berguna bagi tubuh seperti folat, niasin, riboflavin, thiamin, besi, serat, vitamin B6, A, E, dan K. Popcorn juga memiliki efek anti-oksidan dan anti-inflamasi yang dapat menurunkan risiko kanker dan penyakit kardiovaskular.

Popcorn dengan bahan tambahan

Popcorn jenis lain adalah popcorn yang diproses dengan minyak. Popcorn jenis ini biasa dibuat di rumah dengan menggunakan panci dan kompor. Kadar gula dan garamnya masih tergolong minim, namun kandungan minyaknya menambah sekitar 5 hingga 15 kalori per gelas.

Alternatif lain, Anda dapat membeli popcorn dalam kemasan di supermarket dan memanaskannya di rumah dengan microwave. Sehat atau tidaknya tentu bergantung pada isi yang terdapat dalam setiap produk. Namun kabar baiknya, Anda kini dapat menemukan pula produk popcorn kemasan yang bebas mentega dan garam. Bahkan produk-produk yang mengandung mentega dan garam pun tidak mengandung kalori yang berlebihan.

Terakhir, popcorn yang mungkin paling tidak ramah terhadap kesehatan, adalah popcorn yang biasa Anda beli di bioskop. Popcorn jenis ini biasanya mengandung banyak mentega dan garam yang menghasilkan lemak jenuh dalam tubuh.

Cara menyajikan popcorn yang sehat

  • Gunakan mesin khusus pembuat popcorn bertenaga uap: dengan cara ini popcorn Anda tidak mengandung lemak, garam, dan gula tambahan.
  • Gunakan minyak yang sehat: Jika Anda ingin memakai minyak, pakailah minyak yang baik bagi kesehatan. Minyak kelapa merupakan salah satu pilihan yang baik bagi tubuh, selain itu minyak ini juga menambah rasa dan aroma bagi popcorn Anda.
  • Pilihlah produk organik: biji jagung organik akan bebas dari pestisida dan residu beracun lainnya.
  • Gunakan topping yang sehat: Anda tidak harus selalu menggunakan mentega sebagai pelengkap popcorn Anda. Cobalah bereksperimen dengan topping lain seperti lada, serbuk coklat, atau bahkan bubuk kayu manis.
  • Tambahkan sayur: Sayur dan popcorn? Kombinasi yang mungkin terdengar aneh bagi Anda. Namun, Anda dapat mencoba memanggang sayuran seperti daun kale, bayam, atau sayuran hijau lainnya hingga garing. Setelah itu, hancurkan sayur tersebut hingga menjadi bubuk, lalu Anda dapat menaburkannya¬†ke atas popcorn yang Anda buat sendiri.
  • Perhatikan porsi makan Anda: Walau popcorn termasuk dalam makanan rendah kalori, namun Anda tetap harus menjaga porsi makan Anda. Cobalah untuk menakar popcorn ke dalam mangkuk kecil sebelum mengonsumsinya untuk membatasi jumlah yang Anda makan.

Kesimpulan

Popcorn dapat menjadi pilihan makan ringan yang sehat jika diolah dengan baik. Indeks glikemiknya yang rendah serta kandungan serat dan nutrisinya yang tinggi membuat makanan ini menjadi makana ringan yang sempurna untuk menjaga berat badan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

Diet eliminasi akan membantu Anda untuk menemukan beberapa jenis makanan yang memperburuk kondisi tubuh Anda. Seperti apa dietnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Alergi, Health Centers 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit