Begini Cara Menghitung Berat Badan Ideal Anda

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017
Bagikan sekarang

Mempunyai berat badan ideal tentu merupakan dambaan semua orang. Tak heran, banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan berat badan idealnya. Tapi tunggu dulu, apakah berat badan yang Anda harapkan itu sudah sesuai dengan berat badan ideal Anda berdasarkan hitungan? Terkadang, ada orang yang mengiginkan mempunyai berat badan di bawah normal. Tentu, hal ini tidak baik bagi kesehatan. Mempunyai berat badan yang sangat kurus atau sangat gemuk, keduanya tidak disarankan. Lalu, bagaimana cara mengetahui berat badan ideal?

Mengapa saya harus mempunyai berat badan ideal?

Mempunyai berat badan ideal tentu penting sebagai upaya untuk mempertahankan kesehatan Anda secara keseluruhan. Juga, merupakan salah satu cara untuk mencegah dan mengendalikan berbagai penyakit. Mempunyai berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena penyakit serius, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, diabetes mellitus tipe 2, batu empedu, dan kanker tertentu.

Cara menghitung berat badan ideal

Apakah berat badan yang Anda punya sudah masuk dalam kategori ideal? Berat badan ideal setiap orang berbeda-beda. Jadi, jangan membandingkan berat badan yang Anda punya dengan berat badan teman, saudara, keluarga, dan orang lain.

Untuk mengetahui berapa idealnya berat badan yang Anda punya, Anda bisa menyesuaikannya dengan tinggi badan yang Anda miliki. Untuk itu, sebelum mulai menghitung berapa berat badan yang ideal untuk Anda, sebaiknya ketahui terlebih dahulu tinggi badan Anda.

Untuk menghitung berat badan ideal, Anda bisa menggunakan rumus Broca yang ditemukan oleh Pierre Paul Broca. Sangat mudah untuk menggunakan rumus ini.

Untuk mengetahui berat badan yang Anda punya normal atau tidak, Anda bisa menghitungnya dengan rumus:

Berat badan normal (kg) = tinggi badan (cm) – 100

Jadi, jika Anda mempunyai tinggi badan 160 cm, Anda cukup mempunyai berat 60 kg untuk dikatakan normal. Namun, berbeda lagi jika Anda ingin mempunyai berat badan ideal.

Berat badan ideal ini dibedakan antara pria dan wanita. Hal ini karena komposisi tubuh pria dan wanita berbeda. Pria lebih banyak memiliki massa otot dibandingkan wanita, sedangkan wanita lebih banyak memiliki komposisi lemak dalam tubuh.

Berikut ini merupakan cara menghitung berat badan ideal menggunakan rumus Broca.

Pria : Berat badan ideal (kg) = [tinggi badan (cm) – 100] – [(tinggi badan (cm) – 100) x 10%]

Wanita : Berat badan ideal (kg) = [tinggi badan (cm) – 100] – [(tinggi badan (cm) – 100) x 15%]

Contoh, jika Anda wanita memiliki tinggi badan sebesar 158 cm, maka berat badan Anda yang ideal adalah sebesar 58-8,7 = 49,3 cm.

Kunci mendapatkan berat badan ideal

Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa walaupun Anda memiliki berat badan normal, tapi belum tentu itu termasuk ideal untuk Anda. Biasanya para wanita yang ingin sekali mempunyai berat badan yang ideal. Mempunyai berat badan yang ideal dan tubuh langsing merupakan impian dari setiap wanita. Ini wajar, tapi jangan sampai diet yang Anda lakukan untuk mendapatkan berat badan yang ideal menjadi salah langkah.

Untuk mendapatkan berat badan yang ideal, bukan berarti Anda harus melakukan diet ketat. Kuncinya adalah menyeimbangkan antara energi yang masuk ke tubuh Anda dengan energi yang keluar. Jika Anda harus menurunkan berat badan untuk mendapat berat badan yang ideal, maka energi yang keluar dari tubuh Anda harus lebih besar daripada energi yang masuk, dan sebaliknya.

Jika dirasa sulit untuk mendapatkan berat badan ideal, mempunyai berat badan normal sudah cukup untuk membuat tubuh Anda lebih sehat. Untuk mengetahui berat badan yang Anda punya masuk ke dalam kategori normal atau tidak, Anda bisa menggunakan rumus IMT (indeks massa tubuh).

IMT

Setelah mendapatkan hasil perhitungan IMT, maka Anda bisa melihat bagaimana status berat badan Anda berdasarkan kategori berikut ini.

  • Dikatakan kurus, jika IMT kurang dari 18,5
  • Dikatakan normal, jika IMT sebesar 18,5-25
  • Dikatakan kelebihan berat badan (overweight), jika IMT 25,1-27
  • Dikatakan obesitas, jika IMT lebih dari 27

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 21/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diet south beach

Mengulik Serba-Serbi Diet South Beach untuk Menurunkan Berat Badan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
manfaat serat kenapa penting

Kenapa Penting Makan Makanan Berserat?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
turun berat badan naik setelah diet

3 Penyebab Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
karbohidrat untuk diet

7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020