5 Bahan Alami Andalan yang Bisa Atasi Kulit Perih Akibat Sunburn

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Terlalu lama terkena sinar matahari, bisa menyebabkan kulit terbakar (sunburn). Kondisi ini membuat kulit jadi kemerahan dan terasa sakit. Bahkan, jika sudah parah, kulit bisa saja bengkak dan melepuh. Bukan cuma bikin Anda tidak nyaman beraktivitas, kondisi ini juga mengganggu penampilan Anda. Jangan khawatir, begini cara mengatasi kulit terbakar matahari dengan bahan alami.

Andalkan 5 bahan alami sebagai cara mengatasi kulit terbakar matahari

Setelah terbakar, butuh beberapa hari bagi kulit untuk pulih. Kulit yang terbakar akan mulai mengelupas dalam beberapa hari disusul rasa gatal. Kemudian, sel-sel kulit yang rusak akibat sinar matahari akan digantikan dengan sel kulit baru yang sehat.

Supaya proses penyembuhannya lebih cepat, Anda bisa menggunakan beberapa bahan alami berikut pada kulit Anda, di antaranya:

1. Oatmeal koloid

mandi oatmeal

Oatmeal tidak hanya enak dimakan, tapi olesan campuran oatmeal ini dapat jadi cara mengatasi kulit terbakar matahari. Salah satu jenisnya, yaitu oatmeal koloid dapat menenangkan kulit dari rasa perih dan gatal dan mengurangi peradangan.

Cara menggunakannya cukup mudah, Anda hanya perlu mencampur oat dengan air dingin. Kemudian, rendam tubuh Anda dalam campuran oat tersebut selama 15 hingga 20 menit. Lalu, bersihkan sisa oatmeal yang menempel di kulit dan keringkan tubuh dengan handuk.

2. Soda kue

natrium bikarbonat

Sama seperti oatmeal, soda kue juga dapat menenangkan kulit yang meradang, gatal, dan terbakar. Anda bisa menggunakan bahan ini dengan oat secara bersamaan, supaya efeknya lebih maksimal.

Caranya, campurkan 1 cangkir kecil soda kue, 1 cangkir susu evaporasi, 2 sampai 4 cangkir oat koloid tumbuk halus dan air dingin. Aduk hingga rata dan rendam tubuh Anda selama 20 menit.

3. lidah buaya

manfaat lidah buaya

Lidah buaya sudah dikenal manfaatnya untuk kesehatan kulit, salah satunya mengatasi kulit terbakar matahari.  Tanaman ini mengandung glikoprotein yang bisa mempercepat penyembuhan kulit dari peradangan.

Namun, kali ini coba gunakan daging buah lidah buaya yang masih segar, bukan gel lidah buaya kemasan. Cara mengatasi kulit terbakar matahari yang satu ini dirasa lebih ampuh dan aman, karena lidah buaya segar tidak mengandung alkohol dan pewangi tambahan.

Sebelum digunakan, cuci lidah buaya hingga bersih. Potong menjadi beberapa bagian dan langsung tempelkan pada kulit yang terbakar. Sensasi dingin dari lidah buaya akan meringankan rasa perih di kulit.

4. Cuka apel dan cuka putih

khasiat cuka apel

Sari cuka apel dan cuka putih mengandung asam asetat, salah satu komponen aspirin yang dapat meringankan rasa sakit akibat tersengat sinar matahari.

Caranya, campurkan 1 cangkir kecil cuka apel dengan air dingin atau 1 cangkir cuka putih dengan air hangat. Kemudian, rendam handuk ke dalamnya dan oleskan pada bagian kulit yang terbakar. Bisa juga digunakan untuk berendam selama 20 menit.

5. Yogurt dan timun

Kandungan antioksidan pada timun, bisa memberikan sensasi dingin dan meredakan rasa perih. Maka itu, menggunakan potongan timun adalah cara mengatasi kulit terbakar matahari yang cukup mudah. Anda hanya perlu menyimpan beberapa potong mentimun di kulkas, kemudian tumbuk hingga halus. Selanjutnya, oleskan tumbukan timun tersebut pada kulit yang terbakar.

Sama seperti timun, yogurt plain yang disimpan dikulkas juga memberikan sensasi dingin pada kulit. Tidak perlu ditambahkan apa pun, langsung oleskan yogurt pada kulit yang terbakar supaya rasa panas terbakar menghilang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Tanaman Mugwort untuk Kesehatan Kulit

Mugwort mengandung vitamin serta senyawa antioksidan dan antiradang sehingga memiliki manfaat bagi kesehatan kulit. Apa saja manfaat tersebut?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 17 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit

Sebenarnya, Perlukah Pakai Asam Lemak Esensial untuk Merawat Wajah?

Minyak yang mengandung asam lemak esensial digunakan sebagai produk perawatan untuk kulit wajah. Sebenarnya, perlukah Anda menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Kecantikan 1 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Ampuh Menghaluskan Kulit Kaki yang Kasar

Kulit kaki yang kering dan kasar pasti membuat Anda kurang percaya diri. Tenang ikuti cara menghaluskan kulit kaki yang kasar pada ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 26 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Double Cleansing Setiap Hari, Kunci Kulit Selalu Bersih dan Sehat

Banyak wanita yang belum menyadari pentingnya melakukan double cleansing setiap hari. Apa saja manfaat dari teknik double cleansing? Simak artikel berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Kecantikan 19 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

glass skin

5 Langkah Wujudkan Kulit Bening Bercahaya ala Glass Skin

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 3 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
merawat kulit saat karantina

Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27 April 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat minyak biji rosehip

8 Manfaat Minyak Rosehip untuk Kecantikan Kulit

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 14 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mencegah kulit terbakar matahari

Tips Melindungi Kulit dari Cuaca Ekstrem Saat Ibadah Haji

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit